Grup musik legendaris Indonesia, SLANK, kembali menggemparkan dunia hiburan dengan merilis dua video klip terbaru. Mereka menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam video musik untuk lagu "PPN 12%" dan "Rusak Ancur". Inovasi ini menghadirkan visual yang lebih kaya, memanfaatkan AI sebagai alat bantu kreatif.
Bimbim, drummer dan salah satu pendiri SLANK, menekankan bahwa peran AI dalam musik mereka hanyalah sebagai alat pendukung. Menurutnya, AI tetap memerlukan arahan serta sentuhan kreativitas manusia untuk mencapai hasil optimal. Dia mendorong pelaku industri kreatif untuk melihat AI bukan sebagai ancaman, melainkan sebagai elemen pendukung dalam berkarya.
Bimbim Melihat AI Sebagai Peluang Baru:
SLANK terus membuka diri terhadap perubahan, termasuk adopsi teknologi baru seperti AI yang kini banyak digunakan di industri kreatif. Bimbim menjelaskan, kelompok musiknya tidak merasa terintimidasi oleh teknologi canggih ini. "AI adalah alat baru yang menarik untuk kami di SLANK. Kami tidak takut perubahan," kata Bimbim saat konferensi pers, Jumat (5/6/2026).
Kontrol Tetap di Tangan Manusia:
Bimbim menegaskan bahwa teknologi secanggih apapun tetap bergantung pada kreativitas manusia. Meski memiliki prospek besar, AI hanya efektif jika digunakan dengan pemikiran yang cerdas. "Anggap saja seperti pekerja baru. Kita perlu mengarahkannya, karena AI sendiri tidak pintar jika kita tidak memberinya instruksi yang tepat," tegasnya.
AI Tidak Untuk Dimusuhi:
Bimbim mendorong para pekerja seni untuk lebih berani dalam memanfaatkan teknologi modern seperti AI. Dia menyarankan agar AI dipandang sebagai mitra yang dapat membantu mewujudkan gagasan besar. "Saat kita punya banyak inspirasi, AI bisa jadi teknologi terbaik yang kita manfaatkan, bukan untuk dijauhi, tapi digunakan sebaik-baiknya," jelasnya.
Sebelumnya, SLANK telah merilis MV "PPN 12%" pada bulan April yang mendapat nuansa baru berkat teknologi AI. Kemudian mereka kembali menampilkan karya inovatif dengan meluncurkan video musik "Rusak Ancur" pada Sabtu, 6 Juni 2026, yang memadukan teknik konvensional dan AI.
```