Bangkit Usai Singapore Open, Tiwi/Fadia Geber Persiapan Indonesia Open 2026

Bangkit Usai Singapore Open, Tiwi/Fadia Geber Persiapan Indonesia Open 2026
Foto: Bangkit Usai Singapore Open, Tiwi/Fadia Geber Persiapan Indonesia Open 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Langkah ganda putri Indonesia, Amallia Cahaya Pratiwi dan Siti Fadia Silva Ramadhanti, harus terhenti lebih awal di ajang Singapura Open 2026. Duet yang akrab disapa Tiwi/Fadia ini tersingkir pada babak pertama setelah melakoni laga sengit pada Selasa (26/5/2026).

Kekalahan ini membuat mereka gagal melaju lebih jauh di turnamen kategori Super 750 tersebut. Kini, fokus utama keduanya beralih sepenuhnya pada persiapan menghadapi Indonesia Open 2026 yang akan digelar pekan depan.

Takluk dari Serangan Agresif Wakil China

Tiwi/Fadia harus mengakui keunggulan pasangan asal China, Liu Sheng Shu dan Tan Ning. Dalam pertandingan yang berlangsung dua gim langsung, wakil Indonesia ini kalah dengan skor identik 15-21 dan 15-21.

Pihak pelatih dan pemain kini tengah melakukan evaluasi teknis secara mendalam. Hal ini dilakukan agar performa mereka lebih maksimal saat bertanding di hadapan pendukung sendiri di Istora Senayan, Jakarta.

Rincian skor pertandingan Tiwi/Fadia di babak pertama Singapura Open 2026:

Aspek Pertandingan Detail Informasi
Lawan Liu Sheng Shu / Tan Ning (China)
Skor Akhir 15-21, 15-21
Durasi Turnamen Selasa, 26 Mei 2026
Target Selanjutnya Indonesia Open 2026

Data di atas menunjukkan hasil akhir perjuangan ganda putri Indonesia di Singapura. Meski memberikan perlawanan, dominasi pasangan China belum berhasil dipatahkan oleh Tiwi/Fadia.

Evaluasi Teknik dan Gaya Permainan Lawan

Siti Fadia Silva Ramadhanti menjelaskan bahwa kondisi lapangan dan shuttlecock yang kencang memengaruhi jalannya laga. Menurutnya, situasi tersebut memaksa kedua pasangan untuk terus bermain cepat tanpa banyak bertahan.

Fadia menilai lawan memiliki karakteristik unik yang sangat agresif dibandingkan ganda putri lainnya. Ia menyebut bahwa pola permainan Liu/Tan cenderung menyerupai gaya bermain sektor ganda putra.

Faktor penyebab kesulitan Tiwi/Fadia dalam pertandingan tersebut:

  • Laju shuttlecock yang kencang memicu tempo permainan menjadi sangat cepat.
  • Kesulitan keluar dari tekanan lawan yang terus berusaha menurunkan bola.
  • Gaya permainan Liu/Tan yang sangat padu dan agresif.
  • Pola serangan lawan yang memiliki kekuatan fisik layaknya pemain ganda putra.

Poin-poin tersebut menjadi bahan evaluasi bagi tim pelatih untuk memperbaiki adaptasi pemain. Persiapan teknis akan diperketat demi menghadapi persaingan level atas di turnamen berikutnya.

Tiwi menegaskan bahwa fokus mereka kini sepenuhnya tertuju pada Indonesia Open 2026. Mereka berkomitmen untuk mematangkan strategi permainan agar bisa tampil lebih solid di turnamen kandang tersebut.

Dukungan publik di Istora Senayan diharapkan menjadi motivasi tambahan bagi Tiwi/Fadia. Turnamen di Jakarta pekan depan menjadi kesempatan krusial bagi mereka untuk menebus hasil di Singapura.

Artikel terkait

Rekomendasi