Langkah pasangan ganda putra Indonesia, Bagas Maulana dan Muh Putra Erwiansyah, harus terhenti lebih awal di ajang Thailand Open 2026. Mereka menyerah di babak pertama setelah melalui pertarungan sengit melawan wakil India.
Bagas/Putra takluk dari unggulan pertama turnamen, Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty, melalui drama tiga gim. Pertandingan yang berlangsung di Bangkok pada Selasa tersebut berakhir dengan skor 19-21, 23-21, dan 10-21.
Jalannya Pertandingan Bagas/Putra vs Rankireddy/Shetty
Pada gim pembuka, pasangan Indonesia sebenarnya mampu memberikan perlawanan yang sangat solid. Namun, mereka justru kehilangan momentum di poin-poin kritis sehingga gim pertama direbut oleh lawan.
Bagas/Putra bangkit pada gim kedua dengan bermain lebih tenang demi menjaga peluang kemenangan. Upaya tersebut membuahkan hasil positif saat mereka memenangi gim kedua dengan skor tipis 23-21.
Memasuki gim penentuan, dominasi Rankireddy/Shetty mulai terlihat sejak awal permainan. Pasangan India ini terus menekan dan menjaga keunggulan hingga akhirnya menutup gim ketiga dengan skor meyakinkan 21-10.
Berikut adalah ringkasan skor pertandingan babak pertama tersebut:
| Gim | Skor Bagas/Putra | Skor Rankireddy/Shetty | Status |
|---|---|---|---|
| Pertama | 19 | 21 | Kalah |
| Kedua | 23 | 21 | Menang |
| Ketiga | 10 | 21 | Kalah |
Data di atas menunjukkan bagaimana pasangan Indonesia sempat memberikan tekanan besar sebelum akhirnya kesulitan mengimbangi lawan di gim terakhir.
Evaluasi dan Catatan Debut Bagas/Putra
Seusai laga, Bagas Maulana mengungkapkan rasa syukurnya karena dapat menyelesaikan pertandingan tanpa mengalami cedera serius. Ia mengakui bahwa servis flick dari Chirag Shetty menjadi ancaman yang sangat menyulitkan pertahanan mereka.
Bagas juga menyoroti kegagalan mereka mengawali gim ketiga dengan baik sebagai faktor utama kekalahan. Menurutnya, tertinggal sejak awal membuat mereka kesulitan untuk mengejar poin dan membalikkan keadaan.
Beberapa poin evaluasi penting bagi pasangan baru Indonesia ini meliputi:
- Peningkatan fokus saat menghadapi servis lawan yang berbahaya.
- Pentingnya konsistensi permainan agar tidak kecolongan start di gim penentuan.
- Penguatan koordinasi sebagai pasangan baru di level turnamen yang lebih tinggi.
- Peningkatan tenaga dan ketahanan fisik untuk mengimbangi pemain top dunia.
Poin-poin di atas menjadi catatan penting yang akan mereka bawa untuk menghadapi turnamen internasional berikutnya.
Di sisi lain, Muh Putra Erwiansyah mengaku memetik banyak pelajaran berharga dari debutnya di level senior ini. Ia merasa suasana dan tekanan di turnamen tingkat atas sangat berbeda dibandingkan kategori junior.
Putra menegaskan komitmennya untuk terus memperbaiki diri, terutama dalam menjaga fokus dan tenaga selama pertandingan berlangsung. Baginya, arahan dari Bagas sebagai pemain yang lebih senior sangat membantu proses adaptasinya di lapangan.