Penantian panjang selama hampir setengah abad bagi Aston Villa akhirnya resmi berakhir. Klub berjuluk The Villans tersebut kembali merasakan nikmatnya mengangkat trofi di kompetisi bergengsi Eropa.
Kepastian gelar ini didapat setelah mereka menumbangkan Freiburg dengan skor telak 3-0 pada laga final Liga Europa. Pertandingan puncak tersebut berlangsung di Tupras Stadyumu pada Kamis (21/5/2026) dini hari WIB.
Dominasi Villa di Partai Final
Kemenangan meyakinkan wakil Inggris ini sudah mulai terlihat sejak babak pertama bergulir. Youri Tielemans dan Emiliano Buendia masing-masing menyumbangkan satu gol untuk membawa Villa unggul lebih awal.
Keunggulan tersebut semakin lengkap di babak kedua melalui aksi Morgan Rogers. Gol Rogers sekaligus mengunci kemenangan mutlak tim asuhan Unai Emery di Istanbul.
Daftar pencetak gol kemenangan Aston Villa di final Liga Europa 2025/2026:
- Youri Tielemans: Membuka keunggulan pada babak pertama.
- Emiliano Buendia: Menggandakan keunggulan sebelum turun minum.
- Morgan Rogers: Menutup pesta gol kemenangan pada babak kedua.
Keberhasilan ini menjadi tonggak sejarah baru bagi publik Villa Park setelah sekian lama tidak merayakan gelar juara.
Mengakhiri Dahaga Gelar 44 Tahun
Gelar Liga Europa ini memiliki makna yang sangat mendalam bagi sejarah perjalanan klub. Pasalnya, ini adalah trofi Eropa pertama mereka sejak terakhir kali memenangi Piala Champions pada tahun 1982.
Kala itu, Villa menjadi raja Eropa setelah menaklukkan raksasa Jerman, Bayern Munich, dengan skor tipis 1-0. Menariknya, skuat legendaris tersebut saat itu diperkuat oleh Peter Withe yang pernah melatih Timnas Indonesia.
Berikut adalah perbandingan dua pencapaian trofi Eropa terbesar dalam sejarah Aston Villa:
| Tahun | Kompetisi | Lawan di Final | Skor Akhir |
|---|---|---|---|
| 1982 | Piala Champions | Bayern Munich | 1 - 0 |
| 2026 | Liga Europa | SC Freiburg | 3 - 0 |
Tabel di atas merangkum momen bersejarah saat Aston Villa berhasil menguasai kompetisi di tingkat benua biru.
Ungkapan Kebahagiaan Morgan Rogers
Prestasi ini juga mengakhiri puasa gelar Villa di semua kompetisi setelah terakhir kali meraih Piala Liga Inggris pada 1996. Setelah melewati masa-masa sulit, termasuk sempat terdegradasi, keberhasilan ini terasa sangat emosional.
Morgan Rogers mengungkapkan rasa bangganya bisa menjadi bagian dari sejarah klub yang bermarkas di Birmingham tersebut. Ia menyebut kerja keras seluruh elemen tim akhirnya membuahkan hasil yang manis.
"Kami bekerja sangat keras untuk bisa sampai ke titik ini dan tampil maksimal. Hasil ini adalah momen yang sangat membahagiakan bagi para penggemar dan juga klub," ujar Rogers melansir laman resmi UEFA.
Rogers juga menceritakan instruksi khusus dari manajer yang memintanya untuk bermain efektif di kotak penalti. Meskipun merasa lelah secara fisik, ia mengaku rasa lelah itu hilang setelah berhasil mempersembahkan trofi bagi para pendukung setianya.