Ketegangan antara Kevin De Bruyne dan mantan tim pelatih Napoli memanas setelah sang pemain melontarkan kritik pedas. Gelandang asal Belgia tersebut mengaku tidak puas dengan metode kepelatihan Antonio Conte selama berada di Naples.
De Bruyne, yang bergabung dengan status bebas transfer pada musim panas 2025, merasa gaya bermain defensif Conte sangat membatasi kemampuannya. Ia mengeluhkan posisi bermain yang tidak sesuai keinginan dan merasa lega setelah pelatih asal Italia itu meninggalkan klub.
Balasan Menohok dari Cristian Stellini
Kritik tersebut langsung direspons oleh Cristian Stellini, asisten setia Conte sejak di Juventus hingga Napoli. Stellini menilai De Bruyne gagal menunjukkan profesionalisme dan sikap sebagai pemain senior yang patut dicontoh.
Ia menyindir keputusan Napoli mendatangkan pemain berusia 33 tahun yang dianggapnya sudah melewati masa kejayaan. Menurut Stellini, De Bruyne lebih memprioritaskan estetika permainan dibandingkan kontribusi nyata untuk meraih hasil maksimal bagi tim.
Poin kritik yang disampaikan Cristian Stellini terhadap Kevin De Bruyne:
- Minim Antusiasme: De Bruyne dianggap tidak menunjukkan kegembiraan selama membela panji Napoli.
- Gagal Jadi Panutan: Sebagai pemain berpengalaman, ia dinilai gagal membimbing pemain muda dalam beradaptasi dengan lingkungan klub.
- Kurang Profesional: Stellini menyayangkan sikap De Bruyne yang lebih memilih mengeluh daripada memberikan solusi di lapangan.
Stellini bahkan memberikan saran sarkastik agar De Bruyne mencari atmosfer yang lebih ia sukai di masa depan. Ia merujuk pada kemungkinan kerja sama sang gelandang dengan Rudy Garcia di Timnas Belgia.
Belajar dari Luka Modric
Dalam wawancara dengan Corriere dello Sport, Stellini membandingkan sikap De Bruyne dengan gelandang veteran lainnya, Luka Modric. Modric yang kini membela AC Milan dinilai sebagai contoh nyata profesionalisme di Liga Italia.
Meskipun Milan menerapkan gaya sepak bola pragmatis, Modric tetap mampu beradaptasi dan menunjukkan kepemimpinan yang luar biasa. Stellini memuji pemain asal Kroasia itu karena tetap rendah hati dan tidak pernah mengkritik manajemen maupun pelatih.
Berikut adalah ringkasan perbandingan antara kedua pemain veteran tersebut di Serie A:
| Aspek Penilaian | Kevin De Bruyne (Napoli) | Luka Modric (AC Milan) |
|---|---|---|
| Sikap Terhadap Pelatih | Terbuka mengkritik taktik dan metode kerja. | Tetap patuh dan tidak pernah mengeluh secara publik. |
| Adaptasi Taktik | Kesulitan dengan sistem defensif dan pragmatis. | Mampu beradaptasi dengan gaya main tim yang pragmatis. |
| Peran di Ruang Ganti | Dinilai kurang memberikan contoh bagi pemain muda. | Menjadi teladan dan pemimpin bagi skuad muda Milan. |
Tabel di atas merangkum pandangan Stellini mengenai perbedaan mencolok dalam menyikapi profesionalisme di level tertinggi. Baginya, menjadi profesional berarti mampu meningkatkan lingkungan kerja melalui teladan positif.
Saat ini, Napoli dikabarkan akan segera mengumumkan Massimiliano Allegri sebagai pengganti Antonio Conte di kursi kepelatihan. Mengingat Allegri juga dikenal sebagai pelatih dengan pendekatan pragmatis, masa depan De Bruyne di Naples kini menjadi tanda tanya besar.