Arsenal Dikritik Selebrasi ke Final UCL, Arsene Wenger: Itu Sangat Wajar

Arsenal Dikritik Selebrasi ke Final UCL, Arsene Wenger: Itu Sangat Wajar
Foto: Ilustrasi Arsenal Dikritik Selebrasi ke Final UCL, Arsene Wenger: Itu Sangat Wajar.
Ukuran teks

Arsenal berhasil mengamankan satu tempat di partai puncak Liga Champions musim 2025/2026 setelah menumbangkan Atletico Madrid dengan keunggulan agregat tipis 2-1. Keberhasilan ini dipastikan melalui kemenangan 1-0 pada laga leg kedua di Emirates Stadium berkat sumbangan gol dari Bukayo Saka, menyusul hasil imbang 1-1 yang diraih sebelumnya di markas lawan.

Keriuhan luar biasa menyelimuti Emirates Stadium pada Rabu dini hari WIB sesaat setelah wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan penentu tersebut. Seluruh pemain tim berjuluk The Gunners itu merayakan pencapaian besar ini dengan penuh emosi bersama ribuan pendukung setia yang memadati tribun stadion.

Jadwal Final dan Pembelaan dari Arsene Wenger

Kemenangan krusial ini mengantarkan Arsenal menuju laga final yang dijadwalkan berlangsung di Puskas Arena pada 30 Mei mendatang guna menghadapi pemenang antara Paris Saint-Germain atau Bayern Munchen. Meskipun atmosfer perayaan sangat meriah, muncul suara-suara sumbang yang melontarkan kritik terhadap gaya selebrasi tim asal London Utara tersebut.

Arsene Wenger, sosok legendaris yang pernah lama menangani Arsenal, pasang badan membela aksi para pemain yang dianggap sebagian orang terlalu berlebihan dalam merayakan kemenangan. Wenger menegaskan bahwa ekspresi kegembiraan tersebut merupakan hal yang sangat manusiawi dan wajar mengingat besarnya perjuangan yang telah dilakukan.

Eks manajer berkebangsaan Prancis itu menyatakan bahwa rasa bahagia tersebut sangat pantas dirasakan, namun ia juga mengingatkan agar fokus tim segera beralih pada misi utama memenangkan trofi. Wenger memuji determinasi para pemain Arsenal yang dinilainya tampil lebih gigih dan lebih tegas dalam setiap duel fisik dibandingkan dengan penggawa Atletico Madrid.

Menurut analisis Wenger, lini pertahanan Arsenal bermain sangat disiplin dengan tidak memberikan celah sedikit pun bagi lawan yang sedang berupaya keras mengejar ketertinggalan gol selama babak kedua. Ketegasan taktik tersebut dianggap sebagai kunci utama yang membuat langkah Atletico Madrid terhenti di tangan anak asuh Mikel Arteta.

Kontroversi Komentar Wayne Rooney

Di sisi lain, kritik tajam justru datang dari legenda Manchester United, Wayne Rooney, yang merasa perayaan tersebut dilakukan terlalu dini seolah-olah mereka sudah menggenggam gelar juara. Rooney berpendapat bahwa selebrasi besar seharusnya disimpan hingga mereka benar-benar mengangkat trofi Liga Champions setelah memenangi partai final nanti.

Meskipun mengakui bahwa Arsenal memang layak melaju ke final, Rooney tetap merasa bahwa intensitas euforia di lapangan malam itu tampak melampaui batas kewajaran. Menanggapi komentar tersebut, Arsene Wenger tetap teguh pada pendiriannya bahwa setiap pencapaian menuju puncak kompetisi tertinggi Eropa layak mendapatkan apresiasi besar.

Statistik Pertandingan Arsenal vs Atletico Madrid

Kategori Pertandingan Detail Informasi
Skor Leg 1 (Madrid) Atletico Madrid 1 - 1 Arsenal
Skor Leg 2 (London) Arsenal 1 - 0 Atletico Madrid
Pencetak Gol Penentu Bukayo Saka
Skor Agregat Akhir Arsenal 2 - 1 Atletico Madrid
Lokasi Final Puskas Arena, Budapest
Tanggal Final 30 Mei 2026

Visi Mikel Arteta dan Ambisi Gelar Ganda

Mikel Arteta mencatatkan sejarah baru sebagai manajer Arsenal pertama setelah era kepemimpinan Wenger yang mampu membawa klub melangkah hingga ke partai final Liga Champions. Dalam keterangannya, Arteta mengungkapkan betapa emosionalnya momen kebersamaan antara seluruh staf klub dan para pendukung dalam merayakan hasil manis tersebut.

Ia memberikan pujian khusus kepada para suporter yang telah memberikan dukungan energi luar biasa, bahkan sejak sebelum pertandingan dimulai di luar area stadion. Arteta merasa bahwa semangat yang ditularkan oleh para pendukung menjadi faktor pembeda yang membuat kemenangan di Emirates Stadium terasa jauh lebih istimewa bagi timnya.

Selain fokus pada Liga Champions, Arsenal saat ini juga tengah berjuang keras di kompetisi domestik dengan keunggulan lima poin di atas Manchester City dalam perburuan gelar Premier League. Jika berhasil menjaga konsistensi, mereka berpeluang besar untuk mengakhiri puasa gelar liga yang telah berlangsung selama 22 tahun terakhir.

Sebelum melakukan perjalanan ke Hungaria untuk laga final, The Gunners harus terlebih dahulu menyelesaikan kewajiban mereka di kancah domestik melawan West Ham United. Fokus tim kini terbagi antara menjaga dominasi di Liga Inggris dan mempersiapkan strategi terbaik untuk menghadapi partai puncak di level Eropa.

Artikel terkait

Rekomendasi