Tunggal putra Indonesia, Alwi Farhan, baru saja menorehkan sejarah baru dalam perjalanan karier profesionalnya di dunia bulu tangkis internasional.
Pebulu tangkis muda ini berhasil mengamankan tiket semifinal turnamen level BWF Super 750 untuk pertama kalinya pada ajang Singapore Open 2026.
Kepastian tersebut didapat setelah Alwi menundukkan perlawanan sengit wakil Jepang, Kodai Naraoka. Pertandingan tersebut berakhir dengan kemenangan dua gim langsung bagi Alwi, yakni 21-12 dan 21-17.
Melalui rilis resmi PBSI pada Sabtu (30/5), Alwi mengungkapkan rasa syukurnya atas kemenangan krusial tersebut. Ia merasa senang karena berhasil membalas kekalahan sebelumnya sekaligus menembus semifinal pertama di level Super 750.
Perjuangan Melawan Tekanan Mental
Meski menang telak, pemuda berusia 21 tahun ini mengaku sempat merasakan tekanan mental yang cukup berat sebelum memasuki lapangan.
Hal ini dipicu oleh kemenangannya atas unggulan pertama dunia, Shi Yu Qi, pada babak sebelumnya yang justru menjadi beban pikiran tersendiri.
Alwi sempat merasa terjebak dalam ekspektasi bahwa mengalahkan pemain peringkat satu dunia berarti ia harus bisa menang melawan siapa pun setelahnya.
Namun, ia segera menyadari bahwa performa apik di hari sebelumnya bukanlah jaminan untuk bermain bagus di pertandingan hari ini.
Ia mencoba mengontrol emosinya agar tidak mengalami penurunan performa atau antiklimaks saat menghadapi lawan yang berbeda.
Alwi mengaku berusaha untuk menerima keadaan dan terus berjuang meskipun sempat merasa kesulitan di tengah lapangan.
Tantangan Berat di Babak Semifinal
Langkah Alwi menuju babak final akan diuji oleh tunggal putra asal Prancis, Alex Lanier, yang secara peringkat berada di atas dirinya.
Berdasarkan catatan pertemuan, Lanier masih mendominasi keunggulan atas Alwi dalam beberapa turnamen terakhir yang mereka jalani.
Berikut adalah fakta menarik terkait pertemuan Alwi Farhan melawan Alex Lanier:- Kedua pemain tercatat sudah bertemu sebanyak lima kali sejak level junior hingga senior.
- Alex Lanier saat ini unggul secara statistik dengan memenangkan tiga pertandingan di antaranya.
- Pertemuan terakhir mereka terjadi pada ajang Thomas Cup 2026, di mana Alwi harus mengakui keunggulan Lanier.
Data tersebut menunjukkan bahwa pertandingan ini menjadi kesempatan emas bagi Alwi untuk menyamakan kedudukan dalam rekor pertemuan mereka.
Menjelang laga perebutan tiket final tersebut, Alwi menegaskan komitmennya untuk tetap tenang dan fokus pada setiap poin yang diperebutkan.
Ia menyadari bahwa tekanan di babak semifinal akan jauh lebih besar dibandingkan babak-babak sebelumnya.
Oleh karena itu, strategi fokus poin demi poin menjadi kunci utama baginya untuk bisa meredam permainan Alex Lanier nanti.