Pepijn Lijnders secara resmi mengakhiri masa pengabdiannya di Manchester City setelah bekerja bersama Josep Guardiola selama kurang dari satu musim. Mantan asisten Jurgen Klopp tersebut memilih untuk hengkang demi kembali menetap bersama keluarganya di Belanda.
Keputusan besar ini diambil saat manajemen Manchester City mulai menyusun struktur staf baru untuk menghadapi perubahan di kursi kepelatihan. Langkah Lijnders diikuti oleh beberapa staf penting lainnya, termasuk Kolo Toure, Lorenzo Buenaventura, Manel Estiarte, dan Xabi Mancisidor.
Lijnders mengakui bahwa sejak awal komitmennya di Etihad Stadium memang tidak dirancang sebagai proyek jangka panjang. Ia dan pihak keluarga telah sepakat bahwa menetap di Inggris dalam waktu lama bukan lagi menjadi prioritas utama mereka.
Momen ini juga mengungkap kembali kisah di balik bergabungnya Lijnders ke City, termasuk tiga misi khusus yang diminta Guardiola untuk membangkitkan performa tim. Guardiola kabarnya menghubungi Lijnders secara langsung pada Mei tahun lalu untuk membicarakan rencana masa depan klub.
Ambisi Guardiola dan Restu Jurgen Klopp
Dalam percakapan tersebut, Guardiola memaparkan ambisinya untuk merombak skuat Manchester City demi tantangan terakhir sebelum masa jabatannya usai. Sebelum mendekati Lijnders, Guardiola bahkan telah meminta restu terlebih dahulu kepada Jurgen Klopp.
Guardiola juga bersikap transparan mengenai durasi kontraknya yang hanya tersisa dua tahun lagi saat itu. Hal ini mempertegas bahwa keterlibatan Lijnders memang dimaksudkan untuk periode yang singkat namun intens.
Kepada media AD, Lijnders menceritakan bahwa dirinya langsung tertarik saat Pep menawarkan kesempatan untuk membangun kembali kekuatan Manchester City. Ia tidak merasa keberatan meski proyek tersebut hanya berlangsung selama sisa masa kontrak sang manajer.
Tiga Syarat Utama Staf Pilihan Guardiola
Saat mencari asisten baru, Josep Guardiola rupanya memiliki kriteria yang sangat spesifik untuk menunjang taktiknya di lapangan. Ia tidak sekadar mencari pendamping, melainkan sosok yang bisa memberikan dampak nyata pada gaya bermain tim.
Berikut adalah tiga hal utama yang dicari Guardiola dalam diri staf pelatihnya:- Ide-Ide Baru: Seseorang yang berani memberikan perspektif berbeda dan mampu menantang pola pikirnya dalam meramu strategi.
- Gaya Bermain Agresif: Kemampuan untuk menerapkan skema permainan yang lebih menekan guna menghadapi intensitas fisik Premier League.
- Inovasi Latihan: Kreativitas dalam menyusun sesi latihan di lapangan agar para pemain terus berkembang secara teknis maupun taktis.
Lijnders memberikan kesaksian bahwa Guardiola adalah sosok manajer yang sangat memperhatikan detail dalam setiap persiapan pertandingan. Menurutnya, Pep bisa menghabiskan waktu dari pagi hingga malam hanya untuk memastikan rencana laga tersusun dengan sempurna.
Alasan Keluarga Menjadi Faktor Kunci
Meski sebenarnya mendapat tawaran untuk melanjutkan peran dalam struktur baru di City, Lijnders tetap teguh pada pendiriannya untuk pulang. Faktor pendidikan dan tumbuh kembang anak-anak menjadi alasan utama di balik keputusannya tersebut.
Ia menegaskan bahwa dirinya dan sang istri ingin memberikan tempat tinggal yang stabil dan permanen bagi anak-anak mereka di tanah kelahiran. Tanpa dukungan penuh dari keluarga untuk menetap di Inggris, ia merasa tidak mungkin menjalani musim kedua.
Pihak Manchester City pun telah menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada seluruh staf yang meninggalkan klub pada musim panas ini. Manajemen mendoakan kesuksesan bagi perjalanan karier mereka selanjutnya di tempat yang baru.