Alasan Mengejutkan Mengapa Inggris Juara Piala Dunia 2026 Tidak Realistis

Alasan Mengejutkan Mengapa Inggris Juara Piala Dunia 2026 Tidak Realistis
Foto: Alasan Mengejutkan Mengapa Inggris Juara Piala Dunia 2026 Tidak Realistis. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Tim nasional Inggris kembali menatap Piala Dunia 2026 dengan menyandang status sebagai salah satu kandidat kuat juara. Meski memiliki komposisi skuad yang sangat mentereng, target mengangkat trofi justru dinilai sebagai sesuatu yang kurang masuk akal.

Pada turnamen yang dijadwalkan mulai bergulir pada 11 Juni mendatang, Inggris tergabung di Grup L. Pasukan Tiga Singa akan bersaing memperebutkan tiket ke babak gugur melawan Kroasia, Ghana, dan Panama.

Komposisi Skuad Inggris di Bawah Kendali Thomas Tuchel

Di bawah arahan pelatih Thomas Tuchel, Inggris membawa kombinasi pemain muda berbakat dan pemain veteran berpengalaman. Sektor penyerangan menjadi perhatian utama dengan Harry Kane yang tetap menjadi tumpuan di usia 32 tahun.

Kane akan didukung oleh para talenta muda yang sedang berada di masa emasnya seperti Bukayo Saka, Anthony Gordon, dan Noni Madueke. Selain itu, lini depan Inggris masih memiliki opsi tajam lainnya pada sosok Marcus Rashford, Ollie Watkins, serta Ivan Toney.

Daftar pemain kunci di lini tengah timnas Inggris berdasarkan usia mereka :

  • Jordan Henderson: Pemain paling senior di lini tengah yang kini telah menginjak usia 35 tahun.
  • Pilar Muda (Bawah 25 Tahun): Diisi oleh deretan talenta masa depan seperti Jude Bellingham, Elliott Anderson, Kobbie Mainoo, dan Morgan Rogers.
  • Pilar Matang (27 Tahun): Declan Rice dan Eberechi Eze menjadi penyeimbang utama di lini tengah Inggris.

Kehadiran para pemain tersebut menunjukkan kedalaman skuad yang luar biasa di setiap lini. Hal ini jugalah yang membuat publik Inggris selalu menaruh harapan setinggi langit setiap kali turnamen besar tiba.

Ekspektasi Juara yang Dinilai Tidak Realistis

Mantan pemain sayap timnas Inggris, John Barnes, memberikan sudut pandang berbeda mengenai peluang negaranya. Ia berpendapat bahwa menuntut Inggris untuk keluar sebagai juara dunia adalah ekspektasi yang terlalu berlebihan.

Menurut Barnes, sejarah menunjukkan bahwa Inggris selalu memiliki ekspektasi yang tidak masuk akal sejak dulu kala. Meski begitu, ia memahami bahwa para penggemar memang cenderung sulit bersikap objektif jika berkaitan dengan tim nasionalnya.

Berikut adalah ringkasan pandangan John Barnes mengenai target realistis bagi Inggris :

Indikator Penjelasan
Status Kegagalan Inggris dianggap gagal jika tidak mampu mencapai fase-fase akhir turnamen.
Target Realistis Mencapai babak perempat final atau semifinal sesuai dengan posisi di peringkat dunia.
Potensi Tim Skuad saat ini sangat mumpuni untuk melaju jauh dalam kompetisi.

Barnes menekankan bahwa tidak memenangi Piala Dunia bukanlah sebuah aib bagi tim asuhan Thomas Tuchel. Baginya, konsistensi menembus babak perempat final atau semifinal sudah membuktikan bahwa tim ini tetap berada di jajaran elite sepak bola dunia.

Hingga saat ini, trofi Piala Dunia 1966 masih menjadi satu-satunya gelar bergengsi yang pernah diraih oleh Inggris. Kutukan panjang inilah yang terus membebani pundak setiap generasi pemain yang mengenakan seragam kebanggaan Tiga Singa.

Artikel terkait

Rekomendasi