Kabar mengenai proyek pengerjaan ulang Assassin’s Creed IV: Black Flag akhirnya resmi dikonfirmasi melalui ajang showcase terbaru yang tampil memukau. Game bertajuk Assassin’s Creed Black Flag Resynced ini dikembangkan dari nol oleh Ubisoft, membenarkan rumor yang selama ini beredar di kalangan penggemar.
Namun, di balik pengumuman tersebut, muncul kabar bahwa versi remake ini tidak akan menyertakan mode Multiplayer maupun DLC Freedom Cry seperti pada versi originalnya. Hal ini memicu pertanyaan dari para pemain yang mengharapkan konten serupa hadir kembali dengan grafis modern.
Fokus Utama pada Perjalanan Edward Kenway
Menanggapi spekulasi tersebut, Paul Fu selaku Director Assassin’s Creed Black Flag Resynced memberikan penjelasan melalui laporan eksklusif dari GamesRadar+. Ia mengonfirmasi bahwa tim pengembang memang sengaja tidak memasukkan mode multiplayer dan ekspansi Freedom Cry ke dalam game ini.
Keputusan besar ini diambil karena tim ingin memberikan fokus penuh pada satu aspek utama, yaitu petualangan epik Edward Kenway di wilayah Karibia. Pihak pengembang merasa konsentrasi pada cerita utama akan memberikan hasil yang lebih maksimal bagi pengalaman pemain nantinya.
Meskipun beberapa konten lama absen, Paul Fu menegaskan bahwa Black Flag Resynced bukan sekadar peningkatan grafis atau remake biasa. Game ini dibangun sepenuhnya dari awal dengan menyuntikkan berbagai konten cerita baru serta sistem gameplay yang jauh lebih segar.
Beberapa hal baru yang ditawarkan dalam versi remake ini meliputi:
- Pembangunan aset game dari nol untuk kualitas visual terkini.
- Penambahan konten cerita baru yang belum pernah ada sebelumnya.
- Penerapan fitur-fitur modern serta sistem gameplay yang telah diperbarui.
Fu menggambarkan proyek ini sebagai sebuah interpretasi tahun 2026 atas legenda versi aslinya yang sangat ikonik. Dengan pendekatan ini, diharapkan pemain bisa merasakan sensasi nostalgia sekaligus pengalaman baru yang relevan dengan standar game masa kini.
Nasib Mode Multiplayer dan Game Original
Keputusan untuk meniadakan mode multiplayer dinilai cukup masuk akal dari sisi pengembangan bisnis dan teknis. Mengalokasikan sumber daya untuk membangun kembali mode PvP yang belum tentu diminati secara masif dianggap sebagai langkah yang kurang efisien bagi tim.
Dengan fokus penuh pada kisah Edward, game ini berpotensi menghadirkan narasi yang lebih matang dan mendalam. Developer ingin memastikan bahwa elemen-elemen yang dicintai dari versi 2013 tetap terjaga, namun tetap relevan untuk dimainkan saat ini.
Bagi para penggemar yang tetap ingin menikmati keseruan mode multiplayer, Ubisoft memberikan solusi yang cukup adil. Pemain masih dapat memainkan mode tersebut melalui versi original Assassin’s Creed IV: Black Flag yang dirilis pada tahun 2013 lalu.
Hingga saat ini, versi original tersebut menjadi satu-satunya entri dalam seri Assassin’s Creed yang server PvP resminya masih terus aktif. Hal ini memberikan kesempatan bagi pemain lama maupun baru untuk tetap merasakan pengalaman kompetitif di dunia bajak laut tersebut.