Kekalahan memalukan yang dialami AC Milan saat bertamu ke markas Sassuolo tidak hanya memberikan luka pada posisi mereka di klasemen sementara.
Hasil buruk ini juga memicu gelombang kemarahan dari para pendukung setia yang merasa kecewa dengan performa buruk tim kesayangan mereka.
Bertanding di Mapei Stadium pada Minggu (3/5/2026), tim berjuluk Rossoneri tersebut dipaksa menyerah dengan skor akhir 0-2 dalam laga lanjutan kompetisi Serie A.
Tuan rumah berhasil mengunci kemenangan berkat gol cepat yang dilesakkan Domenico Berardi dan gol tambahan yang dicetak oleh Armand Lauriente.
Langkah Milan untuk mengejar ketertinggalan semakin berat setelah bek andalan mereka, Fikayo Tomori, menerima kartu merah pada menit ke-24.
Kondisi ini memaksa anak asuh Paulo Fonseca bermain hanya dengan sepuluh orang di lapangan selama lebih dari satu jam pertandingan.
Ketegangan justru semakin memuncak setelah wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan di stadion Città del Tricolore tersebut.
Para pemain Milan yang berniat menyapa suporter justru disambut dengan hujan ejekan dan cemoohan yang sangat keras dari tribun penonton.
Melihat situasi yang sangat tidak kondusif, para penggawa AC Milan awalnya memilih untuk bertahan di area tengah lapangan pertandingan.
Sang kapten, Mike Maignan, sempat berusaha mengajak rekan-rekan setimnya untuk tetap menghampiri tribun sebagai bentuk apresiasi kepada fans.
Namun, karena derasnya suara protes dan ejekan yang memekakkan telinga, para pemain akhirnya mengurungkan niat tersebut secara mendadak.
Skuad Milan kemudian memutuskan untuk langsung berbalik arah dan segera masuk ke dalam ruang ganti tanpa menyapa para pendukungnya.
Tren Negatif dan Ancaman di Klasemen
Hasil mengecewakan di markas Sassuolo ini memperpanjang catatan buruk Milan yang sedang berada dalam tren performa yang menurun drastis.
Dalam lima pertandingan terakhir di kancah domestik, klub raksasa Italia ini tercatat hanya mampu mengumpulkan total empat poin saja.
Posisi mereka di papan atas klasemen Serie A kini berada dalam ancaman serius dan berpotensi besar untuk terus merosot ke bawah.
Jika Juventus berhasil memenangkan laga di tempat lain, maka posisi Milan dipastikan akan langsung tergeser dari urutan yang ada sekarang.
Selain masalah pertahanan yang rapuh, lini serang AC Milan juga menunjukkan masalah besar berupa ketajaman yang mendadak tumpul secara signifikan.
Mereka kembali memperlihatkan inkonsistensi di depan gawang setelah dalam beberapa laga terakhir selalu gagal mengonversi peluang menjadi gol.
Di sisi lain, Sassuolo tampil sangat disiplin dan efisien dalam memanfaatkan setiap celah yang ditinggalkan oleh barisan pertahanan lawan.
Permainan kolektif yang ditunjukkan tim tuan rumah terbukti mampu meredam ambisi tim besar sekelas AC Milan sepanjang jalannya laga.
Milan kini memiliki tugas berat untuk segera bangkit dari keterpurukan saat mereka dijadwalkan menjamu Atalanta pada pertandingan pekan depan.
Setelah itu, mereka akan menutup sisa musim kompetisi tahun ini dengan menghadapi tantangan berat dari klub Genoa serta Cagliari.
Analisis Statistik Pertandingan
Berdasarkan data statistik yang dihimpun, Sassuolo memang layak memenangkan pertandingan karena mampu mengendalikan jalannya laga dengan sangat dominan.
Tim tuan rumah mencatatkan penguasaan bola sebesar 58 persen, sedangkan AC Milan hanya mampu menguasai sisa bola sebanyak 42 persen.
Berikut adalah rincian perbandingan performa kedua tim di lapangan :- Penguasaan Bola: Sassuolo mendominasi dengan 58% berbanding 42% milik AC Milan.
- Expected Goals (xG): Sassuolo mencatat angka 1,57 sementara AC Milan hanya berada di angka 0,27.
- Jumlah Tembakan: Tuan rumah melepaskan 13 tembakan, berbanding jauh dengan Milan yang hanya membuat 7 tembakan.
- Peluang Emas: Sassuolo berhasil menciptakan dua peluang besar, sedangkan AC Milan sama sekali tidak memilikinya.
Data di atas memperlihatkan betapa buruknya intensitas serangan yang dibangun oleh para pemain Milan sepanjang dua babak pertandingan berjalan.
Keunggulan statistik ini menegaskan bahwa Sassuolo tidak hanya menang skor, tetapi juga unggul secara kualitas permainan dari segala lini.
Ringkasan Perbandingan Statistik Laga :
| Kategori Statistik | Sassuolo | AC Milan |
|---|---|---|
| Skor Akhir | 2 | 0 |
| Penguasaan Bola | 58% | 42% |
| Total Tembakan | 13 | 7 |
| Kartu Merah | 0 | 1 |
| Peluang Besar | 2 | 0 |
Tabel statistik ini menunjukkan dominasi total yang dilakukan oleh Sassuolo terhadap AC Milan yang bermain dengan sepuluh orang sejak babak pertama.
Kekalahan ini menjadi sinyal peringatan bagi manajemen dan staf pelatih Milan untuk segera mengevaluasi performa tim sebelum musim berakhir.