6 Pesepak Bola Dunia yang Telat Bersinar: Dulu Terpuruk, Kini Jadi Legenda 2026

6 Pesepak Bola Dunia yang Telat Bersinar: Dulu Terpuruk, Kini Jadi Legenda 2026
Foto: 6 Pesepak Bola Dunia yang Telat Bersinar: Dulu Terpuruk, Kini Jadi Legenda 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Dunia sepak bola sering kali memuja para talenta muda yang sudah bersinar sejak usia belasan tahun. Nama-nama besar seperti Lionel Messi, Cristiano Ronaldo, Kylian Mbappe, hingga Erling Haaland adalah contoh nyata pemain yang langsung mencuri perhatian dunia di awal karier mereka.

Bahkan, Messi dan Ronaldo masih mampu menunjukkan performa luar biasa meski usia mereka sudah tidak lagi muda. Messi saat ini menjadi bintang utama di Major League Soccer (MLS) bersama Inter Miami, sementara Ronaldo tetap produktif mencetak gol di Liga Arab Saudi bersama Al Nassr.

Di sisi lain, publik sepak bola juga memprediksi bahwa karier Mbappe dan Haaland akan bertahan lama hingga mereka memutuskan pensiun nanti. Keyakinan ini muncul melihat konsistensi keduanya yang tetap tajam meski saat ini masing-masing baru menginjak usia 27 dan 25 tahun.

Namun, tidak semua pesepak bola memiliki garis nasib yang sama dengan para bintang tersebut. Ada kategori pemain yang justru baru mencapai puncak performa atau baru dikenal luas ketika usia mereka sudah mendekati angka 30 tahun.

Para pemain ini sering kali dianggap telat panas karena kemampuan terbaik mereka baru matang di usia senja bagi ukuran atlet profesional. Meski terlambat populer, karier mereka terbukti sangat awet dan mereka tetap menjadi sosok krusial bagi klub maupun negaranya hingga gantung sepatu.

Berikut adalah ulasan mendalam mengenai enam pesepak bola top dunia yang terlambat bersinar, namun tetap tampil gemilang hingga akhir masa jayanya.

Deretan Pemain yang Mencapai Puncak Karier di Usia Matang

Daftar pesepak bola yang membuktikan bahwa usia hanyalah angka dalam mencapai kesuksesan tertinggi :

  • Jamie Vardy
  • Marco Materazzi
  • Andrea Pirlo
  • Luka Modric
  • Antonio Di Natale
  • Zlatan Ibrahimovic

Daftar di atas menunjukkan bahwa kematangan seorang pemain tidak selalu terjadi di usia awal 20-an, melainkan bisa muncul di pengujung karier.

1. Jamie Vardy

Kisah Jamie Vardy adalah salah satu dongeng paling luar biasa dalam sejarah sepak bola modern Inggris. Ia merupakan segelintir pemain yang berhasil menembus kasta tertinggi Premier League setelah merangkak dari kompetisi amatir atau non-liga.

Vardy memulai lompatan besarnya saat pindah dari Fleetwood Town ke Leicester City pada tahun 2012, yang kala itu masih berada di divisi kedua. Di musim promosi, ia menyumbangkan 16 gol yang membantu Leicester naik ke kasta utama sepak bola Inggris.

Setelah sempat melewati masa adaptasi yang sulit di musim perdana Premier League, Vardy justru meledak di musim berikutnya. Ia mencetak 24 gol dan menjadi aktor kunci saat Leicester City secara mengejutkan berhasil menjuarai Liga Inggris.

2. Marco Materazzi

Marco Materazzi dikenal sebagai bek tangguh yang sangat dihormati, baik di level klub domestik maupun di kancah internasional. Keunikan dari kariernya adalah ia baru mencatatkan debut bersama tim nasional Italia pada usia 28 tahun.

Sebelum bergabung dengan Inter Milan, Materazzi lebih banyak menghabiskan waktunya membela klub-klub kecil. Ia bahkan sempat merantau ke Everton di Liga Inggris, namun periode tersebut tergolong buruk karena ia menerima 3 kartu merah dalam 33 laga.

Nasibnya berubah drastis saat membela Inter Milan selama sepuluh musim, di mana ia meraih gelar Serie A dan Liga Champions. Puncaknya, ia menjadi bagian penting skuad Italia saat menjuarai Piala Dunia 2006 dan meraih gelar treble winner bersama Inter.

3. Andrea Pirlo

Andrea Pirlo sebenarnya sudah tampil luar biasa sejak era 2000-an dengan koleksi dua trofi Liga Champions di AC Milan serta gelar Piala Dunia. Namun, banyak pihak sempat meragukan kemampuannya saat usianya mulai menua.

Manajemen AC Milan bahkan membiarkannya pergi secara cuma-cuma ke Juventus karena menganggap masa puncaknya sudah lewat. Keputusan tersebut terbukti menjadi kesalahan besar bagi Milan namun menjadi berkah bagi Si Nyonya Tua.

Di bawah asuhan Antonio Conte, Pirlo justru memasuki fase terbaik dalam kariernya saat sudah memasuki usia 30-an tahun. Ia menjadi dirigen lapangan tengah yang membawa Juventus mendominasi Serie A selama bertahun-tahun sebelum akhirnya pensiun.

4. Luka Modric

Kualitas Luka Modric tidak perlu diperdebatkan lagi, terutama setelah ia berhasil memenangi gelar individu paling bergengsi, Ballon d'Or. Sebelum menjadi legenda di Real Madrid, Modric mengasah kemampuannya di Dinamo Zagreb dan Tottenham Hotspur.

Meski sudah menunjukkan bakat besar di Inggris, karier Modric baru benar-benar melejit dan diakui secara global setelah ia berseragam Los Blancos. Di Spanyol, ia mengoleksi banyak trofi La Liga hingga berkali-kali menjuarai Liga Champions.

Kematangan permainannya terlihat jelas saat ia memimpin tim nasional Kroasia melaju hingga ke babak final Piala Dunia 2018. Hingga saat ini, Modric tetap menjadi pemain vital bagi Real Madrid meski usianya sudah sangat senior bagi gelandang tengah.

5. Antonio Di Natale

Antonio Di Natale sering kali dipandang sebelah mata karena lebih banyak membela klub medioker dan jarang mencetak banyak gol di awal kariernya. Namun, ia membuktikan bahwa ketajaman seorang striker bisa muncul di usia yang sangat matang.

Saat menginjak usia 32 tahun pada musim 2009/2010, ia secara mengejutkan mencetak 29 gol untuk Udinese. Performa luar biasa ini berlanjut di musim-musim berikutnya dengan torehan gol yang selalu stabil di angka 20 hingga 29 gol per musim.

Prestasi ini membuatnya dua kali menjadi pencetak gol terbanyak di Serie A secara berturut-turut. Bahkan, pada periode 2009 hingga 2011, hanya Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo yang mampu mencetak gol lebih banyak darinya di liga-liga top Eropa.

6. Zlatan Ibrahimovic

Zlatan Ibrahimovic mungkin akan mengeklaim bahwa dirinya sudah menjadi pemain kelas dunia sejak lahir karena kepercayaan dirinya yang tinggi. Namun fakta statistik menunjukkan bahwa separuh lebih dari total gol kariernya justru tercipta setelah ia berusia 30 tahun.

Salah satu bukti ketajamannya adalah saat ia mengemas 50 gol dalam 51 pertandingan untuk PSG di usianya yang ke-35. Setelah itu, ia masih sanggup menaklukkan kerasnya Liga Inggris bersama Manchester United dengan mencetak 28 gol dalam satu musim.

Perjalanan kariernya kemudian berlanjut ke Amerika Serikat sebelum akhirnya kembali ke Eropa untuk membangkitkan AC Milan. Zlatan resmi pensiun setelah berhasil membawa Rossoneri kembali menjuarai Serie A, menutup karier panjangnya dengan catatan manis.

Ringkasan pencapaian luar biasa para pemain di usia senja :

Nama Pemain Klub/Timnas Utama Puncak Prestasi di Usia 30+
Jamie Vardy Leicester City Juara Premier League & Top Skor
Andrea Pirlo Juventus Dominasi Serie A & Gelandang Terbaik
Antonio Di Natale Udinese 2x Top Skor Serie A
Zlatan Ibrahimovic PSG / AC Milan Rekor Gol Terbanyak di Usia Tua

Data dalam tabel tersebut menegaskan bahwa para pemain ini tidak kehilangan sentuhannya meski secara fisik sudah tidak lagi berada di usia emas atlet pada umumnya.

Keenam pemain di atas menjadi inspirasi bahwa kesuksesan dalam dunia sepak bola tidak selalu datang lebih awal. Dengan dedikasi dan profesionalisme yang tinggi, seorang pemain tetap bisa memberikan kontribusi maksimal dan meraih trofi bergengsi bahkan di pengujung karier mereka.

Artikel terkait

Rekomendasi