5 Arc One Piece Tanpa Roronoa Zoro, Alasan di Baliknya Mengejutkan Penggemar

5 Arc One Piece Tanpa Roronoa Zoro, Alasan di Baliknya Mengejutkan Penggemar
Foto: 5 Arc One Piece Tanpa Roronoa Zoro, Alasan di Baliknya Mengejutkan Penggemar. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Roronoa Zoro dikenal luas sebagai kru pertama sekaligus sosok tangan kanan yang paling setia bagi Monkey D. Luffy. Dalam banyak petualangan bajak laut Topi Jerami, kehadiran Zoro seolah menjadi elemen wajib yang melengkapi dinamika kelompok tersebut.

Zoro bukan sekadar rekan bertarung yang mengandalkan kekuatan fisik semata untuk menumbangkan musuh. Ia sering kali menjadi kompas moral bagi Luffy, memberikan teguran keras dan mengajarkan bagaimana bersikap sebagai seorang kapten yang dihormati.

Meskipun memiliki peran yang sangat krusial, ternyata perjalanan panjang One Piece tidak selalu menampilkan sosok pendekar tiga pedang ini di sisi Luffy. Ada momen-momen tertentu di mana sang kapten harus berjuang keras tanpa didampingi oleh wakilnya tersebut.

Ketidakhadiran Zoro biasanya disebabkan oleh situasi mendesak atau strategi tertentu yang membuat kru Topi Jerami harus berpencar. Berikut adalah ulasan mengenai lima alur cerita atau arc dalam One Piece yang tidak melibatkan kehadiran Roronoa Zoro.

1. Alur Cerita Amazon Lily

Peristiwa tragis di Kepulauan Sabaody menjadi titik balik di mana seluruh kru Topi Jerami harus terpisah satu sama lain. Setelah kekalahan telak dari Bartholomew Kuma, Luffy hanya bisa terpaku melihat teman-temannya menghilang secara misterius.

Kuma sebenarnya melakukan hal tersebut dengan tujuan tersembunyi, yakni melindungi mereka dari ancaman besar Angkatan Laut. Di saat Luffy terlempar jauh ke Amazon Lily, Zoro justru mendarat di sebuah tempat yang sangat berbeda, yaitu Pulau Kuraigana.

Beberapa fakta menarik mengenai keberadaan Zoro selama alur cerita ini berlangsung:

  • Zoro dikirim ke Pulau Kuraigana karena lokasi tersebut merupakan kediaman dari rival terbesarnya, Dracule Mihawk.
  • Setelah mendengar kabar mengenai peristiwa Perang Puncak yang melibatkan kaptennya, Zoro memutuskan untuk menekan harga dirinya.
  • Ia meminta bantuan kepada Mihawk agar bersedia melatihnya menjadi pendekar pedang yang jauh lebih kuat dari sebelumnya.
  • Keputusan ini diambil agar Zoro bisa menjadi pendukung yang lebih tangguh bagi Luffy di masa depan.

Fokus cerita pada fase ini memang sepenuhnya tertuju pada upaya Luffy untuk memahami situasi dunia yang semakin kacau. Tanpa Zoro di sisinya, Luffy mulai menyadari betapa beratnya tanggung jawab yang harus ia pikul sendirian.

2. Alur Cerita Impel Down

Keadaan semakin mendesak ketika Luffy menerima kabar bahwa kakaknya, Portgas D. Ace, akan segera dieksekusi di Marineford. Tanpa membuang waktu, Luffy segera menyusun rencana nekat untuk menyusup ke penjara paling ketat di dunia, Impel Down.

Luffy berhasil masuk ke penjara bawah tanah tersebut berkat bantuan dari Boa Hancock yang memanfaatkan gelarnya sebagai Shichibukai. Sementara aksi infiltrasi yang berbahaya ini berlangsung, Zoro masih berada di Pulau Kuraigana dan belum mengetahui rencana tersebut.

Meskipun harus berjuang tanpa dukungan pedang Zoro, Luffy tetap mendapatkan bantuan dari pihak-pihak tak terduga:

  • Luffy bertemu kembali dengan sahabat lamanya, Bon Clay, yang rela berkorban demi keselamatannya.
  • Ia juga mendapatkan dukungan penuh dari tokoh penting Revolusioner seperti Emporio Ivankov serta mantan Shichibukai, Jinbe.
  • Menariknya, musuh-musuh lama seperti Buggy si Badut dan Crocodile juga memutuskan untuk bekerja sama demi bisa keluar dari penjara.

Kehadiran para sekutu baru ini membuktikan bahwa Luffy memiliki karisma alami untuk menarik orang lain membantunya. Walau Zoro absen, misi penyelamatan tersebut tetap berjalan dengan penuh ketegangan dan drama yang emosional.

3. Alur Cerita Marineford

Arc Marineford sering kali dianggap sebagai salah satu puncak cerita paling legendaris dalam sejarah One Piece sebelum masa jeda dua tahun. Namun, yang menarik adalah seluruh kru Topi Jerami, termasuk Zoro, justru sama sekali tidak terlibat dalam pertempuran besar ini.

Alasan utamanya adalah posisi geografis mereka yang masih terjebak di berbagai pulau yang sangat jauh dari lokasi peperangan. Setelah perjuangan melelahkan di Impel Down gagal membebaskan Ace, Luffy tetap maju menuju Marineford demi menyelamatkan kakaknya.

Dalam kancah pertempuran yang dikenal sebagai Perang Puncak ini, Luffy akhirnya bergabung dengan aliansi besar Bajak Laut Whitebeard. Meskipun ia dikelilingi oleh banyak petarung hebat yang melindunginya dari serangan para Admiral, nasib tragis tetap tidak bisa dihindari.

Luffy harus merasakan kesedihan yang mendalam karena gagal menyelamatkan nyawa kakaknya di depan matanya sendiri. Absennya Zoro dan kru lainnya membuat momen kehilangan ini terasa jauh lebih memilukan bagi sang kapten.

4. Alur Cerita Pasca-Perang (Post-War)

Sesuai dengan namanya, alur cerita ini menggambarkan dampak besar dan kekacauan yang terjadi setelah berakhirnya pertempuran di Marineford. Cerita pada bagian ini lebih banyak mengeksplorasi masa lalu Luffy melalui kilas balik kebersamaannya dengan Ace dan Sabo.

Karena fokus utamanya adalah masa kecil Luffy, maka wajar jika kru Topi Jerami tidak mendapatkan porsi tampil yang banyak. Namun, Zoro sempat muncul secara singkat sebelum cerita sepenuhnya masuk ke dalam alur kenangan masa kecil sang kapten.

Berikut adalah poin penting mengenai peran Zoro dalam masa transisi setelah perang tersebut berakhir:

  • Luffy mengirimkan pesan rahasia melalui berita surat kabar yang memerintahkan krunya untuk berlatih selama dua tahun.
  • Zoro yang menerima pesan tersebut segera memahami maksud sang kapten untuk menunda pertemuan mereka kembali.
  • Demi meningkatkan kemampuannya, Zoro memohon kepada Dracule Mihawk untuk menjadi gurunya secara langsung.
  • Langkah ini menunjukkan dedikasi Zoro yang luar biasa demi mewujudkan impian kaptennya menjadi Raja Bajak Laut.

Masa ini menjadi periode penting bagi perkembangan karakter masing-masing anggota kru secara individu. Tanpa interaksi langsung, hubungan antara Luffy dan Zoro tetap terjalin melalui ambisi yang sama untuk menjadi lebih kuat.

5. Alur Cerita Whole Cake Island

Setelah melewati masa latihan selama dua tahun, seluruh kru Topi Jerami akhirnya kembali bersatu di Kepulauan Sabaody. Mereka kemudian melanjutkan perjalanan ke Dunia Baru dengan target yang sangat ambisius, yaitu menggulingkan kekuasaan Yonko Kaido.

Kelompok ini sempat berkumpul kembali di Zou setelah sebelumnya sempat terpisah di Dressrosa. Namun, kedamaian itu tidak bertahan lama karena Sanji tiba-tiba dibawa pergi secara paksa menuju Pulau Whole Cake untuk urusan keluarga.

Kondisi ini memaksa Luffy untuk membagi timnya menjadi dua kelompok demi menyelesaikan dua misi yang berbeda sekaligus. Sebagian kru mendampingi Luffy menuju wilayah kekuasaan Big Mom untuk menyelamatkan Sanji dari pernikahan politik yang tidak diinginkan.

Di sisi lain, Zoro bersama sisa anggota kru lainnya langsung bergerak menuju Negeri Wano untuk mempersiapkan perlawanan terhadap Kaido. Keputusan ini membuat Zoro kembali absen dalam salah satu konflik besar yang dihadapi oleh Luffy.

Apa yang pernah disampaikan oleh Mihawk tentang kemampuan Luffy memang terbukti sangat akurat dalam perjalanan ini. Mihawk menyebutkan bahwa Luffy memiliki kekuatan paling berbahaya di lautan, yaitu kemampuan untuk membuat orang di sekitarnya menjadi sekutu.

Hal ini terlihat jelas saat Luffy mampu menghadapi tantangan berat di Whole Cake Island meskipun tanpa kehadiran pendekar pedang andalannya. Zoro mungkin tidak selalu ada secara fisik, namun kepercayaan yang ia berikan kepada kaptennya selalu menjadi kekuatan tersendiri bagi Luffy.

Artikel terkait

Rekomendasi