Tragedi 20 Tahun Silam Terulang, Arsenal Unggul Lalu Kalah Mengejutkan di 2026

Tragedi 20 Tahun Silam Terulang, Arsenal Unggul Lalu Kalah Mengejutkan di 2026
Foto: Tragedi 20 Tahun Silam Terulang, Arsenal Unggul Lalu Kalah Mengejutkan di 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Arsenal kembali merasakan kepahitan yang mendalam di partai puncak kompetisi paling bergengsi di Eropa. Memori kelam 20 tahun silam seolah terulang kembali saat mereka harus menelan kekalahan di final Liga Champions.

Klub asal London Utara ini memang memiliki sejarah yang cukup pelik dalam turnamen tersebut. Hingga saat ini, Arsenal baru mencatatkan dua kali penampilan di laga final, namun keduanya harus berakhir dengan kekecewaan yang serupa.

Kegagalan Pertama di Era Arsene Wenger

Momen final pertama terjadi pada musim 2005/2006 saat Arsenal masih berada di bawah asuhan pelatih legendaris, Arsene Wenger. Kala itu, skuat Meriam London dipenuhi pemain bintang seperti Thierry Henry, Dennis Bergkamp, dan talenta muda Cesc Fabregas.

Laju Arsenal menuju final saat itu sangat meyakinkan dengan status tak terkalahkan. Ambisi besar untuk mencetak sejarah baru di level Eropa pun melambung tinggi di kalangan para pendukung setianya.

Pada laga final melawan Barcelona, Arsenal sempat memimpin lebih dulu melalui sundulan Sol Campbell di babak pertama. Namun, keunggulan tersebut sirna setelah Barcelona membalikkan keadaan di babak kedua lewat gol Samuel Eto'o dan Juliano Belletti.

Kekalahan tipis 1-2 tersebut memupus mimpi Arsenal untuk mengangkat trofi Si Kuping Besar untuk pertama kalinya. Drama keunggulan yang berujung kekalahan ini ternyata menjadi luka yang membekas lama di benak para penggemar.

Dejavu Tragis di Musim 2025/2026

Dua dekade berselang, Arsenal kembali mendapatkan kesempatan emas untuk mencatatkan nama mereka dalam sejarah Liga Champions. Di bawah kendali Mikel Arteta, tim ini datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah sebelumnya sukses merajai Liga Inggris.

Harapan publik London Utara sempat membuncah ketika Kai Havertz berhasil mencetak gol cepat di menit keenam. Gol tersebut membawa Arsenal memimpin atas Paris Saint-Germain (PSG) hingga babak pertama berakhir.

Namun, skenario pahit kembali terjadi di paruh kedua pertandingan. Ousmane Dembele berhasil menyamakan kedudukan melalui titik putih, yang membuat laga harus dilanjutkan hingga babak adu penalti.

Nasib sial menghampiri Arsenal dalam drama tos-tosan tersebut. Mereka harus menyerah dari PSG dengan skor 3-4 setelah tendangan Gabriel Magalhaes gagal menemui sasaran.

Berikut adalah rincian statistik kegagalan Arsenal di dua partai final Liga Champions:
Musim Lawan Pencetak Gol Arsenal Skor Akhir Status Akhir
2005/2006 Barcelona Sol Campbell 1-2 Runner-up
2025/2026 PSG Kai Havertz 1-1 (3-4 Pen) Runner-up

Tabel di atas merangkum bagaimana Arsenal selalu berhasil mencetak gol pembuka di dua final berbeda namun tetap gagal meraih gelar juara. Hasil ini mempertegas kutukan "unggul lebih dulu namun menangis di akhir" bagi tim Meriam London.

Kekalahan terbaru ini menjadi pukulan telak bagi Bukayo Saka dan rekan-rekannya yang telah berjuang maksimal sepanjang musim. Mimpi besar untuk merajai Eropa sekali lagi harus tertunda di saat sejarah nyaris tercipta.

Artikel terkait

Rekomendasi