Super League 2026 Tetap Gunakan 11 Pemain Asing, Aturan U-23 Resmi Dihapus

Super League 2026 Tetap Gunakan 11 Pemain Asing, Aturan U-23 Resmi Dihapus
Foto: Super League 2026 Tetap Gunakan 11 Pemain Asing, Aturan U-23 Resmi Dihapus.
Ukuran teks

Pihak I.League selaku operator kompetisi sepak bola tertinggi di tanah air telah memberikan kepastian mengenai aturan pemain untuk musim mendatang. Kebijakan mengenai kuota pemain asing dipastikan tidak akan mengalami perubahan untuk gelaran Super League 2026/2027.

Keputusan ini berarti klub-klub peserta masih diberikan keleluasaan untuk diperkuat oleh banyak pemain impor. Di sisi lain, sebuah perubahan signifikan terjadi pada aturan pemain muda yang selama ini menjadi kewajiban bagi setiap tim.

Kuota Pemain Asing Tetap Bertahan

Wajah kompetisi sepak bola Indonesia pada musim depan diprediksi masih akan didominasi oleh kehadiran talenta luar negeri. I.League memutuskan untuk tetap memberlakukan regulasi 11 pemain asing bagi setiap klub yang berkompetisi.

Meskipun boleh mengontrak hingga 11 pemain, namun hanya 9 nama yang diizinkan masuk ke dalam daftar susunan pemain di setiap pertandingan. Dari jumlah tersebut, maksimal hanya 7 pemain asing yang diperbolehkan merumput secara bersamaan di lapangan hijau.

Direktur Kompetisi I.League, Asep Saputra, menegaskan bahwa kebijakan ini telah melalui proses koordinasi dengan federasi. "Hal ini sudah kami sampaikan dan bicarakan bersama PSSI bulan lalu bahwa regulasi musim depan tidak ada perubahan," jelas Asep kepada awak media.

Langkah ini tetap diambil meskipun sebelumnya sempat muncul berbagai kritik dari berbagai pihak. Sebagian kalangan menilai banyaknya pemain asing dapat membatasi ruang berkembang bagi para pemain lokal di kompetisi domestik.

Penghapusan Kewajiban Pemain U-23

Berbeda dengan aturan pemain asing yang tetap, regulasi terkait pemain di bawah usia 23 tahun (U-23) resmi ditiadakan. Pada musim-musim sebelumnya, setiap klub wajib menurunkan minimal satu pemain U-23 sebagai starter selama sedikitnya 45 menit.

Aturan tersebut awalnya dirancang guna menjamin menit bermain bagi bakat muda untuk kepentingan tim nasional. Namun, mulai musim depan, kewajiban untuk memainkan pemain muda sejak menit awal tersebut tidak lagi diberlakukan oleh operator.

Berikut adalah poin utama perubahan regulasi untuk musim depan:

  • Setiap klub tetap diperbolehkan mengontrak maksimal 11 pemain asing.
  • Hanya 9 pemain asing yang boleh masuk daftar susunan pemain (DSP) per pertandingan.
  • Maksimal 7 pemain asing yang diizinkan bermain di lapangan dalam waktu bersamaan.
  • Kewajiban memainkan pemain U-23 selama 45 menit pertama resmi dihapuskan.

Menurut Asep, penghapusan aturan U-23 merupakan hasil dari proses diskusi panjang dengan berbagai pihak terkait. Ia menyebutkan bahwa dalam penyusunan regulasi, pihaknya selalu mendengarkan masukan dari pemangku kepentingan yang memiliki kompetensi di bidangnya.

Tantangan Berat Bagi Pemain Lokal

Keputusan untuk tetap mempertahankan jumlah pemain asing yang besar diprediksi akan membuat persaingan internal tim semakin sengit. Jika sebuah klub memaksimalkan kuota 7 pemain asing di lapangan, maka hanya tersisa 4 slot untuk pemain lokal.

Kondisi ini diperkirakan akan menuntut pemain asli Indonesia untuk bekerja lebih keras demi mendapatkan tempat utama. Di satu sisi, klub menjadi lebih fleksibel dalam menyusun strategi, namun di sisi lain, jam terbang pemain lokal senior terancam semakin tergerus.

Terkait status regulasi ini, Asep menambahkan bahwa draf aturan tersebut saat ini masih dalam tahap finalisasi sebelum disahkan. Ia mengibaratkan draf ini sebagai rancangan undang-undang yang tinggal menunggu waktu untuk diresmikan secara tertulis.

Pihak I.League berjanji akan segera merilis dokumen regulasi resmi tersebut agar bisa dipelajari oleh seluruh klub dan masyarakat luas. Evaluasi terhadap penyelenggaraan kompetisi pun dipastikan akan terus dilakukan demi kemajuan sepak bola nasional.

Artikel terkait

Rekomendasi