Cristiano Ronaldo kembali menjadi pusat perhatian publik setelah timnya, Al Nassr, gagal meraih gelar juara di ajang bergengsi. Bukan hanya soal hasil pertandingan, namun perilaku sang bintang usai laga berakhir menjadi pemicu perbincangan hangat.
Dalam partai final AFC Champions League Two 2026 yang berlangsung di Riyadh pada Minggu (17/5/2026) dini hari WIB, Al Nassr harus mengakui keunggulan Gamba Osaka. Gol tunggal yang dicetak oleh Deniz Hummet di babak pertama memastikan kemenangan wakil asal Jepang tersebut.
Kekalahan tipis 0-1 ini terasa semakin pahit karena Ronaldo dilaporkan menghilang saat prosesi pengalungan medali runner-up. Ketika para pemain Al Nassr lainnya naik ke podium, kapten tim tersebut justru tidak terlihat batang hidungnya.
Sikap ini kontras dengan apa yang ditunjukkan rekan-rekan setimnya yang tetap menghargai prosesi penyerahan medali perak. Mereka tetap berada di lapangan untuk menyaksikan perayaan juara Gamba Osaka sebagai bentuk sportivitas.
Perbandingan Sikap dengan Lionel Messi
Tindakan Ronaldo ini seketika memicu perbandingan dengan rival abadinya, Lionel Messi, saat menghadapi situasi serupa. Publik teringat kembali pada momen final Leagues Cup tahun 2025 yang melibatkan Inter Miami.
Kala itu, Inter Miami harus menelan kekalahan telak 0-3 dari Seattle Sounders di partai puncak. Meski gagal membawa timnya juara, Messi menunjukkan sikap yang berbeda jauh dengan apa yang dilakukan Ronaldo saat ini.
Berikut adalah beberapa poin perbedaan sikap Messi saat kalah di final :
- Messi tetap ikut serta dalam barisan pemain saat prosesi pengalungan medali perak.
- Ia mengenakan medali tersebut dan tidak langsung meninggalkan area pertandingan.
- Bintang asal Argentina itu tetap berdiri di lapangan untuk menghormati perayaan juara Seattle Sounders.
- Sikap ini dinilai lebih ksatria karena menunjukkan rasa hormat yang besar terhadap pencapaian tim lawan.
Aksi Messi tersebut mendapat pujian luas karena dianggap sebagai contoh nyata sportivitas seorang kapten sejati. Ia memilih tetap hadir meski sedang dalam suasana kecewa akibat kegagalan di partai final.
Ambisi Ronaldo di Liga Arab Saudi
Hingga saat ini, Cristiano Ronaldo masih terus berjuang untuk mempersembahkan gelar mayor pertamanya bagi Al Nassr. Sejak bergabung pada awal tahun 2023, trofi bergengsi masih sulit diraih oleh megabintang asal Portugal tersebut.
Kesempatan terakhir Ronaldo untuk menutup musim ini dengan prestasi ada di ajang Saudi Pro League. Al Nassr saat ini masih memimpin perburuan gelar juara liga domestik dengan persaingan yang sangat ketat.
Rangkuman posisi Al Nassr di papan atas klasemen saat ini :
| Aspek Kompetisi | Keterangan Statistik |
|---|---|
| Peringkat Al Nassr | Posisi 1 (Puncak Klasemen) |
| Jumlah Poin | 83 Poin |
| Jumlah Laga | 33 Pertandingan |
| Selisih dengan Al Hilal | Unggul 2 Poin |
Data di atas menunjukkan bahwa Al Nassr memiliki peluang sangat besar untuk mengunci gelar juara di pekan terakhir. Mereka hanya menyisakan satu pertandingan krusial untuk menentukan nasib trofi musim ini.
Pertandingan penentuan melawan Damac dijadwalkan berlangsung pada Jumat (22/5) pukul 01.00 WIB. Ronaldo diharapkan mampu memimpin timnya meraih kemenangan demi mengamankan posisi puncak dari kejaran Al Hilal.
Jika berhasil menang, Ronaldo akhirnya akan mengangkat trofi liga pertamanya di Arab Saudi. Keberhasilan ini tentu diharapkan bisa menutupi kekecewaan besar setelah kegagalan pahit di kompetisi Asia sebelumnya.