Pertarungan sengit untuk menghindari zona degradasi akan menjadi fokus utama Tottenham Hotspur di pekan terakhir Premier League. Pada hari Minggu (24/5/2026), mereka dijadwalkan menjamu Everton dalam sebuah laga yang sangat krusial.
Manajer Spurs, Roberto de Zerbi, memberikan pandangan yang cukup mengejutkan mengenai urgensi pertandingan tersebut. Ia menilai laga kontra Everton ini memiliki beban yang jauh lebih berat dibandingkan laga final Liga Europa musim lalu.
Pertaruhan Harga Diri di Pekan Terakhir
Spurs baru saja melewatkan kesempatan emas untuk mengamankan posisi mereka di liga saat berhadapan dengan Chelsea. Kekalahan 1-2 dalam pertandingan tersebut memaksa nasib klub ditentukan hingga detik terakhir kompetisi.
Saat ini, tim berjuluk The Lilywhites itu tertahan di peringkat ke-17 klasemen sementara Liga Inggris. Mereka baru mengumpulkan 38 poin dari total 37 pertandingan yang telah dijalani sepanjang musim ini.
Posisi Tottenham Hotspur saat ini sangat rentan karena hanya unggul tipis dua poin dari West Ham United. West Ham yang berada di urutan ke-18 tentu mengincar kemenangan demi menggeser Spurs dari zona aman.
Berikut adalah ringkasan situasi klasemen papan bawah menjelang laga pamungkas:
- Peringkat 17: Tottenham Hotspur dengan raihan 38 poin.
- Peringkat 18: West Ham United dengan raihan 36 poin.
- Lawan Spurs: Menghadapi Everton di stadion kandang.
- Lawan West Ham: Bertandang ke markas Leeds United.
Poin-poin di atas menunjukkan betapa tipisnya jarak antara bertahan di kasta tertinggi atau turun ke divisi bawah. Hal inilah yang mendasari pernyataan emosional dari Roberto de Zerbi jelang laga penentu.
Lebih Berharga daripada Sebuah Trofi
Roberto de Zerbi menegaskan bahwa bagi Tottenham, hari Minggu nanti adalah sebuah final yang sebenarnya. Ia membandingkannya dengan kemenangan mereka atas Manchester United di final Liga Europa tahun lalu di Bilbao.
Menurut pelatih asal Italia tersebut, pertandingan kali ini tidak lagi sekadar memperebutkan gelar juara. Ia menganggap ada sesuatu yang jauh lebih fundamental yang sedang mereka pertaruhkan di lapangan hijau.
"Minggu nanti adalah laga final yang sesungguhnya bagi Tottenham. Ini lebih penting daripada laga di Bilbao melawan Man United musim lalu, inilah momen paling krusial bagi kita," ujar De Zerbi sebagaimana dikutip dari ESPN.
De Zerbi menambahkan bahwa timnya saat ini sedang berjuang demi menjaga sejarah panjang dan martabat klub. Baginya, kebanggaan sebuah tim memiliki nilai yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan tambahan trofi di lemari juara.
Fokus utama tim dalam menghadapi tekanan di akhir musim ini:
- Mempertahankan martabat dan harga diri klub di hadapan pendukung.
- Menjaga sejarah panjang Tottenham agar tetap berada di kasta tertinggi Premier League.
- Meningkatkan fokus mental pemain untuk mencapai target bertahan.
- Bekerja keras di sesi latihan terakhir sebelum hari pertandingan tiba.
Setiap pemain di dalam skuad dikabarkan telah mencurahkan seluruh energi mereka selama 45 hari terakhir untuk satu tujuan tunggal. De Zerbi meyakini bahwa seluruh elemen tim memiliki keinginan yang sama kuatnya untuk menyelamatkan Spurs dari degradasi.
Kini, publik sepak bola tinggal menunggu apakah motivasi tinggi yang diusung De Zerbi mampu membawa Tottenham keluar dari tekanan. Hasil di hari Minggu nanti akan menjadi penentu masa depan klub London Utara tersebut di Premier League.