Kabar mengejutkan datang dari Manchester City menjelang akhir musim ini. Sang manajer, Pep Guardiola, dipastikan akan kehilangan sosok yang dianggap sebagai "tangan kanan" sekaligus kepercayaan lamanya.
Lorenzo Buenaventura, yang menjabat sebagai pelatih kebugaran, dikabarkan akan segera meninggalkan posisinya. Kepergian sosok penting ini memicu spekulasi besar mengenai masa depan kepemimpinan Guardiola di Stadion Etihad.
Sosok Penting di Balik Kesuksesan Guardiola
Melansir laporan dari The Athletic, Buenaventura bukanlah staf biasa bagi Guardiola. Keduanya telah membangun kerja sama yang sangat erat sejak masa kejayaan mereka di Barcelona.
Selama lebih dari 15 tahun, pelatih berusia 63 tahun ini selalu mendampingi Guardiola. Ia setia mengikuti ke mana pun Pep melatih, mulai dari Barcelona, Bayern Munich, hingga berlabuh di Manchester City.
Buenaventura memiliki peran vital dalam menerjemahkan filosofi permainan Guardiola ke dalam aspek fisik pemain. Berkat tangan dinginnya, para pemain mampu menjaga kondisi tubuh untuk menjalankan skema taktik yang menuntut intensitas tinggi.
Hingga saat ini, belum ada informasi pasti mengenai langkah karier Buenaventura selanjutnya. Kepergiannya tentu meninggalkan lubang besar dalam struktur kepelatihan yang selama ini sangat solid.
Eksodus Staf Pelatih Manchester City
Ternyata bukan hanya Buenaventura yang akan segera mengemasi barang-barangnya dari klub. Manchester City juga harus bersiap kehilangan pelatih kiper senior mereka, Xabi Mancisidor.
Mancisidor dijadwalkan hengkang setelah kontraknya berakhir pada musim panas mendatang. Berbeda dengan Buenaventura, ia telah berada di City sejak 2013 saat masih di bawah kepemimpinan Manuel Pellegrini.
Berikut adalah rangkuman profil singkat dua staf penting yang akan meninggalkan Manchester City:
- Lorenzo Buenaventura: Pelatih kebugaran yang telah bekerja bersama Guardiola selama 15 tahun di tiga klub besar berbeda.
- Xabi Mancisidor: Pelatih kiper berpengalaman yang sudah mengabdi di Manchester City selama lebih dari satu dekade.
Kehilangan dua pilar di balik layar ini menjadi tantangan berat bagi manajemen klub. Kehadiran mereka selama ini menjadi kunci konsistensi performa para pemain di level tertinggi.
Masa Depan Guardiola Menjadi Tanda Tanya
Kepergian para staf kepercayaan ini semakin memperkuat rumor bahwa era Pep Guardiola di Manchester City mungkin segera berakhir. Banyak pihak menilai ini adalah pertanda transisi besar di dalam internal klub.
Meskipun kontrak resminya baru akan berakhir pada tahun 2027, kemungkinan Guardiola hengkang lebih awal tetap terbuka lebar. Situasi ini membuat para penggemar merasa cemas terhadap keberlanjutan dominasi The Citizens.
Keputusan akhir kini sepenuhnya berada di tangan pelatih asal Spanyol tersebut. Apakah ia akan tetap bertahan untuk membangun ulang stafnya atau memilih menyudahi perjalanannya musim ini?
Para pengamat sepak bola kini menanti pengumuman resmi terkait arah kebijakan Manchester City di musim depan. Jika Guardiola benar-benar pergi, Liga Inggris dipastikan akan kehilangan salah satu pelatih terbaiknya.