Pep Guardiola secara mengejutkan mengakui bahwa masa baktinya di Manchester City berjalan jauh lebih lama dari perkiraan awalnya. Pelatih asal Spanyol tersebut awalnya hanya berencana untuk menangani klub tersebut selama tiga tahun saja.
Keputusan Guardiola untuk menyudahi masa jabatannya pada akhir musim ini akan mengakhiri perjalanan luar biasa selama satu dekade di Etihad Stadium. Selama sepuluh tahun terakhir, ia telah mentransformasi City menjadi kekuatan dominan di sepak bola Inggris.
Dominasi Sepuluh Tahun yang Tak Terduga
Di bawah arahan Guardiola, Manchester City berhasil mengoleksi total 20 trofi bergengsi. Prestasi ini mencakup enam gelar juara Premier League dan pencapaian bersejarah di Liga Champions.
Durasi sepuluh tahun ini menjadi rekor tersendiri bagi Guardiola selama berkarier sebagai pelatih profesional. Masa jabatannya di City jauh melampaui durasi kepelatihannya di klub-klub besar sebelumnya.
Berikut adalah perbandingan durasi kepelatihan Pep Guardiola di berbagai klub :
| Klub | Durasi Melatih | Keterangan |
|---|---|---|
| Barcelona | 4 Tahun | Klub yang membesarkan namanya |
| Bayern Munich | 3 Tahun | Dominasi di Bundesliga |
| Manchester City | 10 Tahun | Masa jabatan terlama |
Tabel di atas menunjukkan bahwa Manchester City menjadi pelabuhan terlama bagi manajer asal Catalunya tersebut. Ia bahkan bertahan dua kali lipat lebih lama dibandingkan masa jayanya di Barcelona.
Alasan Guardiola Bertahan Lama di Etihad
Dalam keterangannya kepada BBC, Guardiola menyatakan bahwa bertahan selama sepuluh tahun pada awalnya terasa sangat mustahil. Ia datang ke Manchester tanpa ekspektasi muluk-muluk selain rencana jangka pendek.
Guardiola mengungkapkan bahwa hubungan yang harmonis antara dirinya dan pihak klub menjadi kunci keberlanjutan kerja sama mereka. Keduanya merasa sangat nyaman untuk terus melangkah bersama di setiap musimnya.
Beberapa faktor utama yang membuatnya betah di Manchester City antara lain :
- Perasaan terlindungi oleh kebijakan dan manajemen internal klub yang solid.
- Dukungan penuh dari pemilik klub untuk merealisasikan visi permainannya.
- Raihan trofi demi trofi yang memberikan motivasi tambahan untuk terus memimpin tim.
- Sinergi yang kuat antara filosofi pelatih dan arah pengembangan klub secara jangka panjang.
Dukungan luar biasa dari pihak manajemen tidak hanya membantunya meraih berbagai gelar juara. Hal tersebut juga memberikan rasa aman bagi Guardiola untuk terus berkarya di Inggris hingga satu dekade lamanya.
Kini, perjalanan panjang tersebut akan segera berakhir dengan warisan yang sulit untuk ditandingi. Manchester City pun dikabarkan bakal memberikan penghormatan khusus bagi sang manajer atas jasa besarnya selama sepuluh tahun terakhir.