Eden Hazard mengungkapkan sebuah fakta menarik mengenai perjalanan kariernya yang kurang mulus di Real Madrid. Mantan bintang asal Belgia ini mengaku sebenarnya sempat merasa enggan untuk mewarisi nomor punggung tujuh yang sangat ikonik di klub tersebut.
Hazard berlabuh di Santiago Bernabeu pada tahun 2019 dengan ekspektasi yang sangat tinggi dari para penggemar Los Blancos. Real Madrid rela merogoh kocek hingga 100 juta euro karena performa gemilangnya selama membela Chelsea dinilai sangat menjanjikan.
Setibanya di ibu kota Spanyol, manajemen Madrid langsung memberikan nomor punggung tujuh kepada sang pemain. Nomor tersebut dianggap sakral karena sebelumnya dikenakan oleh sang legenda, Cristiano Ronaldo, sebelum sempat berpindah ke tangan Mariano Diaz.
Ambisi Nomor Punggung yang Berujung Penolakan
Dalam pengakuannya, Hazard secara jujur menyebutkan bahwa dirinya tidak pernah berambisi untuk mengenakan nomor keramat milik Ronaldo tersebut. Sejak awal, ia justru lebih mengincar nomor punggung 10 yang sudah menjadi identitasnya di Chelsea maupun tim nasional Belgia.
Hazard bahkan sempat berharap Luka Modric, pemilik nomor 10 di Real Madrid saat itu, bersedia merelakan nomor tersebut untuknya. Namun, harapannya tidak terwujud karena Modric tetap mempertahankan nomor punggungnya, sehingga Hazard tidak memiliki pilihan lain.
"Pada awalnya saya sama sekali tidak ingin mengambil nomor tujuh milik Cristiano," ungkap Hazard mengenai keraguannya kala itu.
Ia menambahkan bahwa ia mengira Modric akan memberikan nomor 10 kepadanya, namun kenyataan berkata lain. Akhirnya, Hazard pun terpaksa menggunakan nomor punggung tujuh selama masa baktinya di Real Madrid.
Statistik yang Mengecewakan di Real Madrid
Keputusannya mengenakan nomor warisan Ronaldo ternyata tidak membawa keberuntungan bagi pemain bertalenta ini. Sama seperti Mariano Diaz, Hazard dinilai gagal memikul beban berat yang datang bersama nomor punggung legendaris tersebut.
Performanya merosot tajam jika dibandingkan dengan masa kejayaannya di Liga Inggris. Faktor cedera yang berkepanjangan dan kesulitan adaptasi membuat Hazard hanya menjadi penghuni bangku cadangan di bawah asuhan berbagai pelatih.
Berikut adalah ringkasan performa Eden Hazard selama empat musim berseragam Real Madrid:
- Mencetak total 7 gol selama empat musim berkompetisi.
- Gagal menembus skuad utama secara reguler akibat masalah kebugaran.
- Mengalami penurunan nilai pasar yang drastis dibandingkan saat dibeli.
- Memutuskan untuk pensiun dari dunia sepak bola profesional setelah musim 2022/2023.
Catatan tersebut menunjukkan betapa sulitnya tantangan yang dihadapi Hazard di Liga Spanyol. Padahal, ia datang dengan status sebagai salah satu pemain terbaik dunia saat itu.
Perjalanan karier Hazard di Madrid berakhir dengan keputusan gantung sepatu yang mengejutkan banyak pihak. Meskipun prestasinya di Spanyol tidak sebanding dengan harganya, ia tetap dikenang sebagai salah satu talenta paling berbakat yang pernah merumput di Eropa.