Sebuah fenomena unik terjadi di panggung Saudi Pro League musim 2025/2026 yang baru saja berakhir. Al Hilal harus rela melepas gelar juara meski mereka mencatatkan rekor luar biasa tanpa satu pun kekalahan sepanjang musim.
Skuad asuhan Simone Inzaghi tersebut menutup kompetisi dengan kemenangan tipis 1-0 saat bertandang ke markas Al Feiha. Gol penentu dalam laga tersebut dicetak oleh Sultan Ahmed Mandash.
Dominasi Tanpa Kekalahan Al Hilal
Tambahan tiga poin di laga pamungkas membuat Al Hilal mengoleksi total 84 poin dari 34 pertandingan. Secara statistik, mereka mencatatkan 25 kemenangan dan sembilan hasil imbang tanpa sekalipun tumbang.
Namun, pencapaian impresif tersebut belum cukup untuk membawa mereka ke podium juara. Mereka harus finis di posisi runner-up karena selisih poin yang sangat tipis dari sang rival utama.
Berikut adalah ringkasan perbandingan performa dua tim papan atas tersebut :
| Kategori Statistik | Al Nassr (Juara) | Al Hilal (Runner-up) |
|---|---|---|
| Poin Akhir | 86 Poin | 84 Poin |
| Jumlah Kemenangan | 28 Menang | 25 Menang |
| Hasil Imbang | 2 Imbang | 9 Imbang |
| Jumlah Kekalahan | 4 Kalah | 0 Kalah |
Data di atas menunjukkan bahwa Al Nassr lebih unggul dalam mengonversi pertandingan menjadi kemenangan. Meski sempat kalah empat kali, agresivitas tim asuhan Cristiano Ronaldo tersebut memberikan raihan poin yang lebih tinggi.
Peran Krusial Cristiano Ronaldo
Al Nassr yang diperkuat megabintang Cristiano Ronaldo berhasil mengunci gelar juara dengan total 86 poin. Meskipun sempat menelan empat kekalahan, koleksi 28 kemenangan mereka menjadi kunci utama dalam mengungguli Al Hilal.
Persaingan sengit antara kedua tim mencapai puncaknya pada pekan ke-33 saat keduanya bertemu di Riyadh. Pertandingan yang berakhir imbang 1-1 tersebut menjadi momen krusial yang menentukan arah trofi.
Pada laga tersebut, Al Hilal sebenarnya memiliki peluang emas untuk memangkas jarak poin dan menyalip Al Nassr. Namun, Al Nassr tampil sangat tangguh dan hampir mengunci gelar lebih awal di pertandingan itu.
Asa Al Hilal sempat terjaga berkat gol penyeimbang di masa injury time yang memaksa penentuan juara berlanjut hingga pekan terakhir. Ketegangan menyelimuti kedua kubu sebelum pertandingan penutup dimulai.
Memasuki pekan terakhir, Al Nassr sukses menunjukkan mentalitas juara mereka dengan mengatasi tekanan yang ada. Mereka menghancurkan Damac dengan skor telak 4-1 untuk memastikan trofi Liga Arab Saudi resmi menjadi milik mereka.
Kegagalan Al Hilal ini menjadi catatan pahit dalam sejarah sepak bola Arab Saudi. Pasalnya, sangat jarang sebuah tim yang tidak pernah kalah dalam satu musim penuh justru gagal keluar sebagai juara liga.