Manchester City terus memberikan tekanan kepada Arsenal dalam perburuan gelar juara Liga Inggris setelah sukses menaklukkan Crystal Palace. Kemenangan meyakinkan 3-0 pada Kamis (14/5) dini hari WIB ini membawa The Citizens semakin menempel ketat posisi puncak klasemen.
Phil Foden menjadi bintang lapangan yang mendapatkan sanjungan khusus dari sang manajer, Pep Guardiola. Pemain asal Inggris tersebut menunjukkan performa luar biasa meski tidak bermain di posisi aslinya.
Sihir Phil Foden Bongkar Pertahanan Rapat Palace
Sepanjang babak pertama, Crystal Palace menerapkan strategi bertahan total atau low block yang sangat solid. Kondisi ini membuat para pemain Manchester City kesulitan menembus barisan pertahanan lawan yang sangat disiplin.
Guardiola mengakui bahwa taktik lawan sangat mirip dengan gaya bermain mereka saat bertemu di final Piala FA musim lalu. Namun, kebuntuan tersebut akhirnya pecah berkat kreativitas yang ditunjukkan oleh Foden.
Gelandang lincah ini mencatatkan dua assist penting yang berbuah gol dari kaki Antoine Semenyo dan Omar Marmoush. Man City pun berhasil menutup paruh pertama dengan keunggulan dua gol tanpa balas.
Pep Guardiola memberikan apresiasi terhadap kemampuan individu Phil Foden yang mampu mengubah jalannya pertandingan:
- Foden memiliki visi bermain yang luar biasa di ruang yang sangat sempit.
- Pemain ini mampu menghadirkan keajaiban yang tidak ada dalam instruksi taktik maupun sesi latihan video.
- Fleksibilitas perannya membantu tim tetap dinamis meski lawan bertahan dengan sangat rapat.
- Keunikan instingnya saat mendekati kotak penalti lawan menjadi senjata rahasia bagi tim.
Guardiola merasa sangat puas karena kualitas individu pemainnya mampu melampaui strategi papan taktik. Ia menegaskan bahwa dalam laga yang sulit, talenta alami pemain seperti Foden adalah pembeda utama.
Adaptasi Peran Baru dan Rotasi Pemain
Satu hal yang membuat Guardiola sangat terkesan adalah keberanian Foden menempati posisi baru. Pada laga ini, Foden diinstruksikan untuk bermain lebih ke belakang sebagai gelandang bertahan.
Meskipun bukan posisi alaminya, ia sukses membantu Bernardo Silva dalam menjaga kedalaman lini tengah. Guardiola memuji disiplin Foden yang tetap bisa memberikan ancaman saat mendekati area penalti lawan.
Keputusan rotasi pemain ini diambil bukan tanpa alasan yang kuat. Manchester City harus menjaga kebugaran skuad karena jadwal padat yang menanti di depan mata.
Berikut adalah jadwal krusial yang harus dihadapi Manchester City dalam waktu dekat:
| Kompetisi | Lawan | Waktu Pertandingan |
|---|---|---|
| Final Piala FA | Chelsea | Akhir Pekan Ini |
| Liga Inggris (Pekan 37) | Bournemouth | 3 Hari Setelah Final |
Daftar di atas menunjukkan betapa padatnya agenda The Citizens demi mengejar trofi di berbagai kompetisi. Rotasi pemain yang tepat menjadi kunci utama Guardiola untuk tetap kompetitif di akhir musim.
Kemenangan atas Palace ini mempertegas bahwa Man City belum menyerah dalam mengejar Arsenal. Performa gemilang Foden di laga ini kemungkinan besar akan membuatnya kembali menjadi pilihan utama di sisa musim.
Setelah mencetak dua gol di babak pertama, Man City melengkapi kemenangan mereka lewat gol Savinho di babak kedua. Hasil akhir 3-0 ini menjadi modal berharga bagi mentalitas tim menjelang partai final melawan Chelsea.