Bintang legendaris Liverpool, Mohamed Salah, tengah menjadi pusat perhatian publik menjelang pertandingan penutup musim ini. Namun, sorotan kali ini bukan karena prestasinya, melainkan akibat komentar kontroversial yang memicu kritik dari berbagai kalangan.
Sam Allardyce, mantan manajer Everton dan Newcastle United, bahkan menyarankan agar pemilik klub melarang Salah bermain di laga terakhir melawan Brentford. Laga yang seharusnya menjadi perpisahan manis di Anfield tersebut kini terancam ternoda oleh ketegangan internal.
Kontroversi Sindiran Gaya Bermain
Salah dikabarkan akan mengakhiri masa baktinya selama sembilan tahun bersama The Reds pada akhir musim ini. Namun, langkahnya menuju pintu keluar justru diwarnai kecaman setelah ia melontarkan sindiran terbuka mengenai taktik pelatih baru, Arne Slot.
Ketegangan ini bermula saat Liverpool menelan kekalahan 2-4 dari Aston Villa pada pekan lalu. Melalui media sosial, pemain asal Mesir itu mengunggah pernyataan bernada nostalgia mengenai gaya sepak bola "heavy metal" ala Jurgen Klopp.
Banyak pihak menilai tindakan Salah tersebut sebagai kritik langsung terhadap pendekatan strategi yang diterapkan Arne Slot sepanjang musim ini. Salah dianggap tidak etis menyampaikan rasa tidak puas secara publik ketika masih berstatus sebagai pemain aktif di klub tersebut.
Sam Allardyce menjadi salah satu tokoh yang paling vokal memberikan teguran keras atas sikap sang penyerang. Ia berpendapat bahwa Salah seolah-olah menempatkan dirinya lebih besar daripada kepentingan klub secara keseluruhan.
Menurut Allardyce, komentar semacam itu seharusnya baru boleh disampaikan jika Salah sudah benar-benar resmi meninggalkan Anfield. Mengeluarkan pernyataan tersebut di saat tim masih memiliki target penting dinilai sebagai tindakan yang tidak profesional.
Penurunan Performa dan Konflik Internal
Selain masalah sikap, performa Salah di lapangan juga menjadi bahan diskusi karena dinilai mengalami penurunan drastis. Kontribusi gol dan assist-nya tidak lagi setinggi musim-musim sebelumnya, yang membuatnya mulai sering dicadangkan oleh Slot.
Allardyce juga mengingatkan kembali konflik yang sempat pecah pada akhir tahun 2025 lalu. Saat itu, Salah menunjukkan kekecewaannya secara terang-terangan setelah tidak dipasang sebagai starter dalam pertandingan melawan Leeds United.
Berikut adalah beberapa poin kritik utama yang disampaikan oleh Sam Allardyce terkait situasi Mohamed Salah :
Kritik pedas Sam Allardyce terhadap Mohamed Salah :- Salah dinilai terlalu banyak mengeluh dan kurang melakukan introspeksi diri atas performanya yang menurun.
- Tindakannya membandingkan era pelatih saat ini dengan masa lalu dianggap merusak keharmonisan tim.
- Allardyce membandingkan situasi ini dengan kedisiplinan keras di era Sir Alex Ferguson di Manchester United.
- Pemain yang berani mengkritik klub secara terbuka di masa Ferguson diyakini tidak akan pernah diberi kesempatan bermain lagi.
Penjelasan tersebut menggambarkan betapa seriusnya pelanggaran etika profesional yang dianggap telah dilakukan oleh sang ikon klub dalam perspektif pakar sepak bola Inggris.
Dukungan Kritik dari Para Legenda
Ternyata bukan hanya Allardyce yang merasa gerah dengan sikap Salah belakangan ini. Sejumlah legenda sepak bola seperti Jamie Carragher, Wayne Rooney, hingga John Arne Riise dikabarkan memiliki pandangan serupa mengenai perilaku sang pemain.
Kondisi ini membuat posisi Salah untuk tampil sebagai pemain utama melawan Brentford di akhir pekan nanti menjadi tanda tanya besar. Arne Slot diprediksi tidak ingin suasana ruang ganti terganggu oleh polemik yang terus memanas menjelang laga krusial.
Meskipun Liverpool hampir dipastikan mengamankan tiket Liga Champions musim depan, menjaga stabilitas tim tetap menjadi prioritas utama. Slot kemungkinan besar akan mengambil langkah tegas demi melindungi integritas skuatnya dari gangguan eksternal maupun internal.
Berikut adalah ringkasan singkat mengenai status dan pencapaian Mohamed Salah selama membela Liverpool :
| Kategori | Detail Informasi |
|---|---|
| Durasi Karier | Hampir 10 Tahun (9 Musim) |
| Prestasi Individu | 2x Pemain Terbaik Premier League |
| Status Klub | Legenda Hidup dan Ikon Global |
| Situasi Kontrak | Santer Dikabarkan Hengkang Akhir Musim |
Data di atas menunjukkan betapa besarnya pengaruh Salah di Anfield, namun hal tersebut tidak membuatnya kebal dari kritik atas sikapnya akhir-akhir ini.
Akhir Karier yang Terasa Kurang Sempurna
Terlepas dari segala perdebatan yang ada, posisi Mohamed Salah sebagai salah satu pemain terbaik dalam sejarah Liverpool tidak akan tergoyahkan. Ia telah mempersembahkan berbagai gelar bergengsi yang membangkitkan kembali kejayaan klub di level domestik dan Eropa.
Sangat disayangkan jika perjalanan karier yang luar biasa di Merseyside ini harus berakhir dengan suasana yang kurang harmonis. Rentetan komentar kontroversial dalam beberapa bulan terakhir justru meninggalkan kesan penuh perdebatan di kalangan pendukung setia The Reds.
Kini, publik Anfield hanya bisa menunggu apakah sang ikon akan diberikan kesempatan untuk melakukan salam perpisahan terakhir di lapangan. Ataukah polemik ini justru akan mengakhiri petualangan Salah di Liverpool dengan cara yang tidak disangka-sangka.