Perayaan gelar juara Liga Spanyol musim 2025/2026 yang diraih Barcelona berlangsung sangat meriah pada Selasa (12/5) dini hari WIB. Ribuan pendukung setia memenuhi jalanan untuk menyambut parade bus terbuka yang membawa para pemain Blaugrana.
Di tengah kegembiraan pesta juara tersebut, sosok Lamine Yamal kembali menjadi pusat perhatian publik. Pemain muda berbakat berusia 18 tahun ini melakukan aksi yang memicu perbincangan luas di media sosial.
Yamal terlihat mengambil bendera Palestina dari seorang suporter yang hadir di pinggir jalan. Tanpa ragu, ia sempat mengibarkan bendera tersebut dengan bangga dari atas bus parade yang sedang melaju.
Video yang memperlihatkan momen Yamal mengibarkan bendera tersebut langsung tersebar luas dan menjadi viral. Langkah ini dinilai banyak pihak sebagai pesan kuat yang ingin disampaikan sang pemain di tengah euforia juara.
Banyak warganet yang memberikan apresiasi dan menganggap tindakan tersebut sebagai bentuk solidaritas nyata bagi Palestina. Di sisi lain, beberapa netizen melihatnya sebagai ekspresi pribadi sang pemain di momen perayaan yang emosional.
Sindiran Tajam untuk Real Madrid
Selain soal bendera Palestina, Lamine Yamal juga memancing reaksi keras dari pendukung rival abadi mereka, Real Madrid. Ia kedapatan mengenakan atribut yang secara eksplisit menyinggung klub berjuluk Los Blancos tersebut.
Wonderkid Barcelona ini memamerkan sebuah kaus dengan tulisan yang cukup provokatif di hadapan kamera. Tulisan tersebut berbunyi, "Terima kasih Tuhan aku bukan seorang Madridista."
Aksi ini dianggap sebagai sindiran langsung yang ditujukan kepada para penggemar Real Madrid. Tindakan Yamal tersebut seolah menambah panas tensi rivalitas antara kedua klub raksasa Spanyol tersebut.
Beberapa poin utama terkait aksi Lamine Yamal dalam parade juara Barcelona antara lain:
- Mengibarkan bendera Palestina sebagai bentuk dukungan moral di atas bus terbuka.
- Mengenakan kaus dengan tulisan anti-Madrid yang memancing reaksi pendukung lawan.
- Menjadi simbol penting bagi generasi muda Barcelona dalam perayaan gelar musim ini.
- Memicu perdebatan panas serta dukungan luas di berbagai platform media sosial.
Rangkaian aksi berani Yamal ini menunjukkan betapa besarnya pengaruh sang pemain muda, baik di dalam maupun di luar lapangan hijau. Meski masih remaja, ia tidak segan mengekspresikan pandangan politik dan identitas klubnya secara terbuka.
Perayaan juara ini pun tidak hanya menjadi momen selebrasi prestasi olahraga semata. Kejadian ini membuktikan bahwa sepak bola sering kali menjadi panggung bagi pesan-pesan sosial dan persaingan identitas yang mendalam.