Federasi Futsal Indonesia (FFI) tengah bersiap melakukan transformasi besar dengan mengagendakan perubahan nama organisasi dalam kongres terbaru. Langkah ini menjadi sorotan utama dalam Kongres FFI yang berlangsung di Jakarta Pusat pada Selasa (12/5) siang.
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, secara resmi membuka acara tersebut dan menekankan pentingnya persatuan serta visi yang luas bagi kemajuan futsal. Ia berharap seluruh elemen futsal di Tanah Air terus meningkatkan wawasan agar prestasi olahraga ini semakin berkembang.
Sinergi Tanpa Gengsi Antar Organisasi
Erick Thohir juga menyoroti pentingnya keterbukaan antara PSSI dan organisasi futsal untuk saling belajar satu sama lain. Menurutnya, PSSI tidak menutup diri untuk mencontoh keberhasilan yang telah dicapai oleh sektor futsal selama ini.
Ia menegaskan bahwa dalam hubungan keluarga besar sepak bola, tidak boleh ada rasa gengsi antar organisasi. Baginya, setiap anggota harus berani melakukan koreksi dan menjalin komunikasi yang transparan demi kemajuan bersama.
Terkait perubahan nama, Erick menjelaskan bahwa penyesuaian ini diperlukan karena FFI merupakan bagian integral dari PSSI sebagai anggota asosiasi. Struktur ini mengikuti standar FIFA, di mana futsal bernaung di bawah payung besar federasi sepak bola nasional.
Penggunaan istilah "federasi" pada FFI dianggap kurang tepat karena PSSI merupakan satu-satunya federasi tunggal sepak bola di Indonesia. Meski menghormati independensi organisasi futsal, Erick menegaskan bahwa peta jalan atau roadmap tetap harus disepakati bersama.
Visi Masa Depan Futsal Indonesia
Ketua FFI, Michael Victor Sianipar, menyatakan komitmennya untuk menyelaraskan langkah organisasi dengan kebijakan PSSI. Hal ini termasuk rencana penggantian nama organisasi yang akan diputuskan melalui kesepakatan resmi di dalam kongres.
Michael berharap sinergi ini tidak hanya terjadi di level pusat, tetapi juga merambah hingga ke pengurus di tingkat daerah. Penyelarasan ini dianggap penting agar gerak organisasi menjadi lebih solid dan terarah dalam mencapai target besar.
Rencana besar futsal Indonesia dalam waktu dekat meliputi:
- Penyelarasan nama organisasi agar sesuai dengan statuta dan struktur FIFA.
- Peningkatan koordinasi antara pengurus futsal pusat dan daerah di seluruh Indonesia.
- Persiapan pengajuan diri atau bidding sebagai tuan rumah ajang internasional bergengsi.
- Penyusunan roadmap bersama PSSI untuk meningkatkan prestasi atlet di kancah dunia.
Beberapa poin di atas merupakan agenda strategis yang dibahas untuk memperkuat posisi futsal Indonesia di mata dunia. Salah satu ambisi yang paling mencolok adalah keinginan Indonesia untuk menjadi tuan rumah gelaran akbar Piala Dunia Futsal.
Target Menjadi Tuan Rumah Piala Dunia 2028
Indonesia menunjukkan keseriusan untuk bersaing dalam proses pemilihan tuan rumah Piala Dunia Futsal 2028 mendatang. Michael mengungkapkan bahwa komunikasi intensif dengan PSSI telah dilakukan untuk meneruskan niat ini kepada FIFA.
Ambisi ini juga mendapat dukungan penuh dari Erick Thohir yang berharap Indonesia bisa sukses dalam proses bidding tersebut. Kehadiran turnamen level dunia di tanah air diharapkan menjadi katalisator bagi perkembangan industri dan prestasi futsal nasional.
| Agenda Utama | Tujuan Strategis |
|---|---|
| Perubahan Nama FFI | Menyesuaikan struktur organisasi sesuai standar FIFA dan PSSI. |
| Sinergi Program | Menyatukan visi antara PSSI dan FFI dalam satu peta jalan. |
| Bidding Piala Dunia 2028 | Mewujudkan mimpi Indonesia menjadi tuan rumah turnamen futsal tertinggi. |
Tabel tersebut merangkum langkah-langkah konkret yang diambil dalam kongres guna memperkuat ekosistem olahraga dalam negeri. Dengan perubahan struktur dan visi ini, futsal Indonesia diharapkan memiliki fondasi yang lebih kokoh untuk bersaing di level internasional.