Ini Dia 5 Tim Penantang Tak Terduga di Liga Champions 2026/2027! Ada Nama Populer di Dalamnya

Ini Dia 5 Tim Penantang Tak Terduga di Liga Champions 2026/2027! Ada Nama Populer di Dalamnya
Foto: Ini Dia 5 Tim Penantang Tak Terduga di Liga Champions 2026/2027! Ada Nama Populer di Dalamnya. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Kompetisi kasta tertinggi antarklub Eropa, Liga Champions musim 2026/2027, diprediksi akan berlangsung jauh lebih sengit dibandingkan edisi sebelumnya. Persaingan antar tim papan atas dipastikan memanas karena setiap klub memiliki ambisi besar untuk memperebutkan trofi paling bergengsi tersebut.

Sebelum memasuki musim baru, fokus dunia sepak bola saat ini tertuju pada partai puncak Liga Champions 2025/2026. Laga final tersebut mempertemukan raksasa Inggris, Arsenal, melawan juara bertahan asal Prancis, Paris Saint-Germain (PSG).

Pertandingan bersejarah ini dijadwalkan berlangsung di Puskás Aréna, Budapest, Hongaria, pada hari Sabtu, 30 Mei 2026. Banyak pengamat menilai Arsenal memiliki peluang sedikit lebih besar karena mereka baru saja sukses mengamankan gelar juara Premier League.

Namun, sorotan tidak hanya tertuju pada tim-tim raksasa yang sudah sering menjadi langganan juara. Untuk musim 2026/2027, perhatian juga tertuju pada kemunculan beberapa tim yang dianggap sebagai kuda hitam.

Tim-tim kejutan ini berhasil mengamankan tiket kualifikasi dan siap memberikan perlawanan sengit bagi klub-klub unggulan. Kehadiran mereka diprediksi akan menjadi batu sandungan serius yang bisa mengubah peta persaingan di lapangan hijau.

Melansir laporan dari Planetfootball, setidaknya ada lima tim yang dinilai berpotensi menciptakan kejutan besar pada kompetisi mendatang. Berikut adalah daftar klub tersebut beserta latar belakang performa mereka yang mengesankan:

1. RC Lens (Prancis)

Klub asal Prancis, Lens, menjelma menjadi kekuatan baru yang menakutkan berkat komposisi pemain yang unik. Tim ini diperkuat oleh deretan bintang seperti Allan Saint-Maximin, Florian Thauvin, Arthur Masuaku, Odsonne Edouard, hingga Malang Sarr.

Kehadiran para mantan pemain Liga Inggris yang sebelumnya sempat kurang diperhitungkan justru memberikan energi baru bagi skuat Lens. Performa impresif mereka bahkan mampu memberikan tekanan luar biasa kepada PSG dalam persaingan gelar Ligue 1 yang berlangsung ketat hingga bulan Mei.

Keberhasilan lolos ke kasta tertinggi UEFA ini merupakan pencapaian keempat dalam sejarah panjang klub. Meskipun tiga partisipasi sebelumnya selalu terhenti di fase grup, musim kali ini diyakini akan memberikan hasil yang jauh berbeda.

Catatan statistik Lens pada tiga edisi sebelumnya tergolong sangat unik dan seimbang secara angka. Mereka selalu menutup kampanye Eropa dengan perolehan dua kemenangan, dua hasil imbang, dan dua kekalahan.

2. Real Betis (Spanyol)

Real Betis berhasil memastikan satu tempat di Liga Champions musim depan berkat kebijakan koefisien UEFA yang menguntungkan Spanyol. Spanyol mendapatkan jatah lima wakil setelah Rayo Vallecano melaju ke final Liga Konferensi dengan menyingkirkan Strasbourg.

Selama bertahun-tahun, Betis memang kerap berada di bawah bayang-bayang rival sekota mereka, Sevilla. Sementara Sevilla mengoleksi tujuh trofi Liga Europa, Betis terus berupaya membangun reputasi mereka sendiri di kancah internasional.

Situasi kini berbalik karena Sevilla sedang mengalami masalah manajemen yang membuat mereka terjerembab dalam persaingan zona degradasi. Sebaliknya, Real Betis justru sukses mengamankan posisi kelima di klasemen akhir La Liga dan siap memamerkan kekuatan mereka.

Ini adalah kali kedua Betis mencicipi atmosfer Liga Champions setelah penantian panjang selama lebih dari 20 tahun. Terakhir kali mereka berkompetisi di sini, Betis sempat mengejutkan dunia dengan mengalahkan Chelsea asuhan Jose Mourinho, meski akhirnya tetap tersingkir di grup.

Satu hal yang cukup disayangkan adalah anak asuh Manuel Pellegrini tidak bisa menggunakan Stadion Benito Villamarin untuk laga kandang. Karena proses renovasi yang baru selesai pada 2028, Isco dan kawan-kawan akan bermarkas sementara di Stadion La Cartuja.

3. Viking FK (Norwegia)

Kejutan besar datang dari Liga Norwegia di mana dominasi Bodo/Glimt akhirnya berhasil dipatahkan oleh Viking FK. Padahal, Bodo/Glimt sempat mencuri perhatian dunia lewat kemenangan sensasional atas tim raksasa seperti Manchester City dan Inter Milan.

Viking FK, yang merupakan mantan klub pemain Timnas Indonesia Shayne Pattynama, tampil sangat konsisten sepanjang musim 2025. Keberhasilan mereka memuncaki klasemen liga domestik menjadi modal penting untuk melangkah ke panggung Eropa.

Status sebagai juara liga tidak lantas membuat langkah mereka mudah karena perjalanan di Eropa dimulai dari bawah. Viking FK tetap diwajibkan melewati babak play-off yang menggunakan sistem dua leg untuk bisa masuk ke fase grup utama.

4. NEC Nijmegen (Belanda)

NEC Nijmegen menjadi tim lain yang memiliki keterkaitan emosional dengan publik sepak bola Indonesia. Klub ini pernah diperkuat oleh Calvin Verdonk sebelum sang pemain memutuskan untuk melanjutkan kariernya bersama Lille di Prancis.

Kesuksesan Nijmegen tidak lepas dari tangan dingin sang pelatih, Dick Schreuder, yang merupakan kakak dari mantan manajer Ajax. Dalam musim debutnya, Dick melakukan keajaiban dengan membawa tim ini finis di peringkat ketiga klasemen akhir Eredivisie.

Pencapaian ini sangat fenomenal mengingat Dick sebelumnya hanya menangani klub seperti PEC Zwolle dan tim kasta bawah Spanyol, Castellon. Nijmegen sendiri memiliki catatan sejarah yang sangat minim di kompetisi antarklub Eropa sejauh ini.

Selama ini mereka hanya sesekali tampil di kompetisi minor seperti Piala Intertoto. Musim depan, lagu kebangsaan Liga Champions dipastikan akan menggema di Goffertstadion, stadion mungil yang hanya berkapasitas sekitar 12.000 penonton.

5. Aarhus (Denmark)

Aarhus Gymnastikforening atau yang lebih dikenal dengan Aarhus, melengkapi daftar tim kejutan yang patut diwaspadai. Mereka baru saja merengkuh gelar juara Liga Denmark untuk keenam kalinya dalam sejarah klub.

Gelar juara kali ini terasa sangat istimewa karena diraih setelah penantian panjang selama 40 tahun lamanya. Kisah Aarhus dianggap sangat mirip dengan fenomena Viking FK yang mampu memutarbalikkan prediksi banyak pihak.

Informasi Mengenai Format Kompetisi Terbaru :

  • Sistem liga tunggal akan menggantikan fase grup tradisional untuk memberikan lebih banyak pertandingan menarik.
  • Jumlah peserta yang bertambah memungkinkan klub-klub dari liga menengah untuk mendapatkan slot kompetisi.
  • Perolehan poin koefisien liga sangat menentukan kuota tambahan bagi negara-negara dengan performa terbaik di Eropa.
  • Setiap tim akan menghadapi lawan dengan level kekuatan yang bervariasi sejak babak awal kompetisi dimulai.

Format baru ini diharapkan memberikan peluang lebih besar bagi tim-tim debutan seperti Aarhus untuk bersaing. Publik sepak bola kini menanti apakah tim-tim ini hanya akan menjadi pelengkap atau justru menciptakan sejarah baru.

Kehadiran para pemain diaspora dan mantan bintang liga top Eropa menambah warna tersendiri dalam kompetisi musim depan. Hal ini membuktikan bahwa peta kekuatan sepak bola Eropa saat ini sudah mulai merata dan tidak lagi didominasi oleh nama-nama besar saja.

Dengan persiapan matang dan strategi yang tepat, kelima tim di atas berpotensi besar untuk melaju jauh. Liga Champions 2026/2027 dipastikan akan menyuguhkan drama dan kejutan yang layak untuk dinantikan oleh seluruh penggemar sepak bola di dunia.

Artikel terkait

Rekomendasi