Persaingan sengit di papan bawah klasemen Liga Italia musim 2025/2026 menyajikan drama yang luar biasa hingga detik-detik terakhir pertandingan. Tiga tim yang terlibat dalam pertarungan hidup-mati, yakni Cagliari Calcio, US Lecce, dan US Cremonese, saling kejar-mengejar hasil untuk mengamankan posisi mereka.
Situasi di klasemen sempat berubah hampir setiap menit mengikuti alur gol yang tercipta di berbagai stadion. Namun, saat peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan dibunyikan, susunan klasemen ternyata kembali ke posisi semula seperti sebelum laga dimulai.
Cagliari Amankan Posisi, Lecce Menang Lewat Drama Menit Akhir
Cagliari menjadi tim pertama yang berhasil melepaskan diri dari tekanan besar ancaman degradasi musim ini. Berkat kemenangan tipis 2-1 saat menjamu Torino FC, tim berjuluk Rossoblu tersebut dipastikan bertahan di kasta tertinggi Liga Italia.
Kepastian ini didapat satu pekan lebih awal sebelum kompetisi resmi berakhir, sehingga para pendukung Cagliari bisa bernapas lega. Sementara itu, Lecce juga meraih hasil positif yang sangat krusial melalui kemenangan dramatis 3-2 atas US Sassuolo.
Lecce berhasil mengunci tiga poin berkat gol penentu yang tercipta pada menit ke-96, yang mengubah suasana pertandingan secara drastis. Di sisi lain, Cremonese tetap memelihara asa untuk bertahan hidup setelah membawa pulang kemenangan 1-0 dari markas Udinese Calcio.
Meskipun meraih poin penuh, hasil yang didapatkan tim-tim pesaing membuat posisi Cremonese tidak beranjak di klasemen sementara. Lecce masih mempertahankan keunggulan satu poin di atas Cremonese menjelang pekan penentu Serie A musim ini.
Rangkuman hasil pertandingan pekan krusial Liga Italia bagian bawah:
- Cagliari vs Torino: Skor berakhir 2-1 untuk kemenangan tuan rumah yang memastikan posisi aman bagi Cagliari.
- Sassuolo vs Lecce: Pertandingan berakhir 2-3 di mana gol kemenangan tim tamu dicetak pada masa injury time.
- Udinese vs Cremonese: Skor tipis 0-1 untuk keunggulan Cremonese yang menjaga peluang mereka tetap ada.
Hasil-hasil di atas menunjukkan betapa ketatnya persaingan antar tim yang berjuang menghindari zona merah musim ini. Setiap gol yang tercipta sangat memengaruhi mentalitas dan posisi tim dalam perburuan poin klasemen.
Detail Pertandingan Cagliari dan Lecce
Cagliari sebenarnya hanya memerlukan hasil imbang untuk memastikan diri tetap berada di Serie A musim depan. Namun, pasukan yang dipimpin oleh Fabio Pisacane tampil lebih maksimal dan berhasil meraih poin penuh di hadapan pendukungnya sendiri.
Gol pertama Cagliari diciptakan melalui tendangan jarak jauh yang sangat indah oleh Obrador pada menit ke-37. Bola yang mengarah ke sudut gawang Torino tersebut menjadi gol perdana sang pemain selama berkarier di kompetisi Liga Italia.
Kegembiraan pendukung tuan rumah sempat terhenti sejenak ketika Torino menyamakan kedudukan hanya dua menit berselang. Sebastiano Esposito berhasil mencetak gol melalui tendangan mendatar yang terukur setelah menerima umpan dari Gaetano.
Sebelum babak pertama usai, Yerry Mina muncul sebagai pahlawan dengan mencetak gol kemenangan bagi Cagliari. Ia berhasil menyambar bola muntah hasil tepisan kiper Torino yang sebelumnya menahan tembakan keras dari Zappa.
Drama yang tidak kalah seru juga tersaji di markas Sassuolo saat menjamu tim tamu, Lecce. Lecce sempat memimpin dua gol lebih dulu melalui aksi gemilang Walid Cheddira pada menit ke-14 dan ke-25.
Sassuolo yang tidak mau malu di kandang sendiri mencoba bangkit dan sukses menyamakan skor menjadi 2-2 di babak kedua. Andrea Pinamonti menjadi aktor kebangkitan Sassuolo lewat golnya yang tercipta pada menit ke-83 pertandingan tersebut.
Ketika banyak pihak mengira pertandingan akan berakhir dengan skor imbang, Lecce justru mencetak gol dramatis pada menit ke-96. Nikola Stulic menjadi bintang kemenangan setelah melakukan gerakan balik badan di dalam kotak penalti dan melepaskan tendangan keras.
Nasib Cremonese dan Persiapan Pekan Terakhir
US Cremonese sempat memiliki harapan besar untuk keluar dari zona degradasi setelah unggul 1-0 atas Udinese. Gol cepat diciptakan oleh striker veteran Jamie Vardy saat pertandingan baru berjalan sembilan menit.
Mantan penyerang Leicester City tersebut memanfaatkan kesalahan koordinasi lini belakang Udinese dengan sangat tenang. Ia berhasil mencocor bola muntah hasil tangkapan kiper lawan yang tidak sempurna untuk menjadi satu-satunya gol di laga itu.
Udinese sendiri tampil di bawah performa terbaik mereka dan kesulitan untuk memberikan ancaman serius ke gawang Cremonese. Hingga wasit meniup peluit panjang, keunggulan tim tamu tetap bertahan meski Udinese terus mencoba menekan.
Namun, kebahagiaan para pemain Cremonese berubah menjadi rasa kecewa setelah mendengar hasil akhir dari pertandingan Lecce. Kemenangan dramatis yang diraih Lecce membuat upaya maksimal Cremonese di markas Udinese belum cukup untuk menggeser posisi klasemen.
Saat ini, Lecce masih berada satu strip tepat di atas zona degradasi dengan keunggulan poin yang sangat tipis. Cremonese pun kini terpaksa harus menjalani laga hidup-mati di pekan pamungkas untuk menentukan nasib mereka di Serie A.
Jadwal pertandingan penentu pada pekan terakhir Liga Italia:
| Tim Bertanding | Lawan | Status Lawan |
|---|---|---|
| US Lecce | Genoa CFC | Sudah Aman dari Degradasi |
| US Cremonese | Como 1907 | Sedang Berjuang untuk Liga Champions |
Tabel di atas memperlihatkan bahwa tantangan yang dihadapi Cremonese jauh lebih berat dibandingkan dengan Lecce. Lecce akan menghadapi Genoa yang sudah tidak memiliki kepentingan besar, sementara Cremonese harus bertemu Como 1907 yang sangat ambisius.
Kondisi ini membuat pekan terakhir Serie A musim 2025/2026 akan menjadi panggung pertaruhan mental yang luar biasa. Seluruh mata pecinta sepak bola Italia dipastikan akan tertuju pada nasib kedua tim ini dalam memperebutkan satu tiket bertahan.