Perdana Menteri Inggris, Sir Keir Starmer, secara resmi turun tangan dalam menanggapi polemik hak siar pertandingan final Liga Champions musim ini. Laga puncak yang mempertemukan Arsenal melawan Paris Saint-Germain (PSG) tersebut memicu perdebatan karena tidak ditayangkan secara gratis.
Starmer mendesak pihak TNT Sports agar bersedia membuka akses siaran tanpa biaya bagi seluruh masyarakat di Inggris. Ia berharap para pecinta sepak bola bisa menikmati pertandingan bergengsi tersebut melalui saluran televisi nasional.
Pertandingan final Liga Champions dijadwalkan berlangsung di Budapest pada Sabtu, 30 Mei 2026 mendatang. Namun, untuk pertama kalinya dalam 34 tahun, partai final kompetisi antarklub tertinggi di Eropa ini tidak tersedia di saluran televisi gratis.
Situasi ini terjadi setelah TNT Sports bersama HBO Max memutuskan untuk mengubah kebijakan penyiaran mereka. Perubahan aturan ini berlaku untuk seluruh pertandingan final kompetisi antarklub Eropa pada musim ini.
Sejak pertama kali memegang hak siar pertandingan Eropa pada tahun 2015, TNT Sports biasanya selalu menggratiskan laga final. Tradisi ini sebenarnya sudah ada sejak lama, di mana sebelumnya stasiun televisi ITV rutin menyiarkan final Liga Champions secara gratis.
Kini, para penggemar sepak bola di Inggris diwajibkan untuk merogoh kocek jika ingin menonton pertandingan tersebut. Mereka harus berlangganan layanan streaming atau saluran berbayar dengan tarif yang sudah ditentukan.
Rincian biaya langganan yang harus dibayarkan oleh penonton di Inggris adalah sebagai berikut:
- Layanan HBO Max dibanderol dengan harga 4,99 paun atau sekitar Rp100 ribu per bulan.
- Saluran premium TNT Sports dikenakan biaya sebesar 31,99 paun atau setara Rp650 ribu per bulan.
Kebijakan komersial yang baru ini dikabarkan juga memicu kekecewaan dari pihak UEFA selaku penyelenggara kompetisi. Hal ini dianggap bisa membatasi jangkauan penonton untuk menyaksikan momen bersejarah dalam sepak bola Eropa.
Desakan untuk Meninjau Ulang Kebijakan
Keir Starmer menyoroti bahwa kebijakan ini merupakan preseden buruk sejak format Liga Champions diperkenalkan pada 1992. Sebelumnya, aturan berbayar ini sudah mulai diterapkan pada final Liga Europa saat Aston Villa meraih gelar juara.
Sebagai bentuk protes, Starmer mengirimkan surat terbuka kepada manajemen TNT Sports untuk meminta peninjauan kembali. Ia merasa prihatin karena akses menonton gratis bagi suporter Inggris kini telah dihilangkan.
Dalam suratnya, Starmer menekankan bahwa Liga Champions adalah kompetisi klub terbesar di dunia yang punya nilai emosional tinggi. Inggris sendiri merupakan negara dengan tradisi sepak bola yang sangat kuat dan mendalam.
Starmer memang dikenal sebagai penggemar berat Arsenal, klub yang akan berlaga di partai final tersebut. Ia bahkan sempat memberikan ucapan selamat secara terbuka saat Arsenal berhasil menjuarai Premier League musim ini.
Kepentingan Suporter Lebih Utama
Meski berstatus pendukung The Gunners, pria berusia 63 tahun ini menegaskan bahwa aksinya bukan semata-mata soal tim favoritnya. Ia berpendapat bahwa pertandingan sebesar ini harus tetap bisa diakses oleh semua lapisan masyarakat.
Starmer menginginkan agar sebanyak mungkin warga Inggris dapat menyaksikan wakil negaranya bertarung di final bersejarah. Terlebih lagi, ini merupakan pencapaian pertama bagi tim Inggris untuk kembali ke final dalam dua dekade terakhir.
Ia menambahkan bahwa sepak bola adalah momen kebersamaan bagi keluarga dan orang-orang yang berkumpul di tempat umum. Masyarakat kelas pekerja tidak seharusnya dibebani biaya tambahan hanya untuk menikmati hiburan olahraga favorit mereka.
Prioritas utama menurut Starmer adalah menempatkan kepentingan suporter di atas keuntungan bisnis semata. Sebelumnya, ia juga sempat mendesak FIFA agar harga tiket Piala Dunia dibuat lebih terjangkau bagi publik.
Oleh karena itu, ia meminta TNT Sports memikirkan jutaan penggemar yang menanti tayangan ini di rumah. Ia berharap ada solusi agar laga pekan depan tersebut bisa disaksikan tanpa hambatan finansial.
Respons dari Pihak Penyelenggara Siaran
Menanggapi desakan dari Perdana Menteri, pihak TNT Sports akhirnya memberikan pernyataan resmi mereka. Mereka berargumen bahwa paket langganan yang disediakan saat ini sudah memberikan nilai manfaat yang sepadan.
Juru bicara TNT Sports menyatakan rasa bangganya bisa menjadi pemegang hak siar kompetisi UEFA sepanjang musim di Inggris. Keberhasilan klub-klub Inggris mencapai partai puncak dianggap sebagai bukti kekuatan sepak bola domestik.
Beberapa poin pembelaan yang disampaikan oleh pihak TNT Sports meliputi:
- Harga berlangganan HBO Max mulai dari 4,99 paun dianggap masih sangat terjangkau bagi publik.
- Biaya tersebut sudah mencakup akses ke berbagai konten hiburan lain di luar pertandingan sepak bola.
- Perusahaan menganggap penawaran ini adalah nilai terbaik untuk menyaksikan rangkaian penutup kompetisi musim ini.
Pernyataan ini mengisyaratkan bahwa kecil kemungkinan kebijakan tersebut akan berubah dalam waktu dekat. Para penggemar di Inggris kini harus bersiap menghadapi kenyataan bahwa era siaran gratis untuk laga final mulai berakhir.