Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, tengah membangun filosofi utama untuk mengarahkan timnya. Dengan menekankan pentingnya budaya persaudaraan, Herdman berharap ini menjadi fondasi kekuatan Skuad Garuda yang lebih dari sekadar taktik. Ia menegaskan bahwa dua elemen wajib, yaitu kerangka budaya dan taktik, sangat penting demi pencapaian konsisten di level tinggi.
"Filosofi saya adalah, jika Anda ingin terus melampaui ekspektasi, penting untuk memiliki kerangka budaya lebih dahulu," papar Herdman dalam salah satu kutipannya melalui YouTube Antara TV Indonesia. "Budaya adalah fondasi pertama," tambahnya.
Budaya yang Dibangun
Pada sesi instruksi saat laga semifinal FIFA Series 2026 melawan St Kitts dan Nevis, Herdman menegaskan pentingnya budaya dalam tim. Dia ingin para pemain bersatu dengan tujuan membawa Indonesia ke Piala Dunia. Menurutnya, ini adalah misi yang dapat menyatukan semua elemen Skuad Garuda.
"Ini tentang persaudaraan dan tujuan mendalam," ujar Herdman. "280 juta alasan mengapa kami bermain adalah untuk meloloskan Indonesia ke Piala Dunia," lanjutnya. Herdman ingin seluruh elemen tim memiliki alasan kuat sehingga ini bisa berfungsi sebagai penggerak utama dalam membentuk identitas tim.
Herdman juga ingin membentuk kelompok pemimpin dalam tim. Para pemimpin ini diharapkan menjaga standar perilaku dan budaya di luar serta di dalam lapangan. "Para pemimpin itulah yang harus mendorong budaya ini setiap hari," tuturnya.
Bukan Ketenaran
Herdman menegaskan, pemain yang terpilih harus mengutamakan sepak bola dibanding ketenaran. "Penting bahwa pemain merasa dipercaya dan tahu mereka di sini bukan untuk ketenaran atau uang, tetapi untuk mengubah negara," jelasnya. Herdman berharap filosofi ini bisa mendorong Timnas Indonesia untuk mencapai cita-cita terbesar mereka, yakni tampil di Piala Dunia 2030.