Kemenangan telak West Ham dengan skor 3-0 atas Leeds United pada pekan pemungkas Premier League ternyata tidak cukup menyelamatkan mereka. Tim asal London ini dipastikan terdegradasi ke Championship setelah tertinggal dua poin dari Tottenham yang berada di zona aman.
Kegagalan ini memicu gelombang kritik tajam terhadap kebijakan transfer manajemen sepanjang musim. Banyak pihak menilai klub telah melakukan kesalahan fatal dalam menyusun komposisi pemain hingga akhirnya harus turun kasta.
Dampak Buruk Pertahanan dan Lini Serang
Sepanjang musim ini, performa lini belakang West Ham menjadi rapor merah yang sangat mencolok. Mereka menutup kompetisi dengan selisih gol minus 19 setelah gawang mereka dibobol lawan sebanyak 65 kali.
Upaya perbaikan skuad di tengah musim juga dianggap sudah terlambat dan kurang maksimal. Axel Disasi baru didatangkan dari Chelsea dengan status pinjaman pada hari terakhir bursa transfer Januari untuk menambal pertahanan.
Sektor penyerangan pun setali tiga uang karena minimnya kontribusi pemain baru yang diharapkan menjadi mesin gol. Pablo Felipe yang dibeli mahal seharga Rp499 miliar dari Gil Vicente justru gagal mencetak satu gol pun sejak mendarat di Inggris.
Penyesalan Melewatkan Rayan dan Osula
Manajemen West Ham kini tengah dihantui penyesalan setelah sempat menolak dua pemain yang justru tampil gemilang di klub lain. Berdasarkan laporan The Guardian, tim berjuluk The Hammers ini awalnya memiliki peluang emas untuk merekrut talenta muda Brasil, Rayan.
Rayan akhirnya dipinang Bournemouth dari Vasco da Gama dengan nilai transfer sekitar Rp587 miliar. Pemain berusia 19 tahun tersebut langsung meledak dengan koleksi lima gol dan dua assist di kasta tertinggi Liga Inggris.
Daftar pemain incaran yang gagal direkrut West Ham dan tampil impresif:
- Rayan: Penyerang muda Brasil yang sukses mencetak 5 gol untuk Bournemouth setelah kepindahannya gagal ke West Ham.
- William Osula: Striker asal Denmark yang tampil tajam bersama Newcastle dengan catatan 6 gol dalam 8 laga terakhir.
Keputusan melewatkan peminjaman William Osula dari Newcastle juga menjadi sorotan tajam. Osula yang tampil produktif setelah jeda internasional Maret kini bahkan menjadi incaran serius Aston Villa untuk bursa transfer musim panas mendatang.
Konflik Internal dan Masa Depan Klub
Masalah yang menimpa West Ham tidak hanya terjadi di atas lapangan, tetapi juga merembet ke internal tim. Petinggi klub dikabarkan merasa resah dengan cara pelatih Nuno Espirito Santo memperlakukan James Ward-Prowse.
Ward-Prowse dipaksa berlatih sendirian oleh Nuno sebelum akhirnya dipinjamkan ke Burnley pada paruh kedua musim. Meski dewan klub sempat merasa tidak nyaman dengan situasi ini, mereka tetap memilih mendukung penuh keputusan sang manajer baru.
Ringkasan data performa dan transfer West Ham:
| Kategori Data | Keterangan Statistik |
|---|---|
| Jumlah Kebobolan | 65 Gol dalam 38 Pertandingan |
| Selisih Gol Akhir | Minus 19 |
| Harga Pablo Felipe | 21 Juta Poundsterling (Rp499 Miliar) |
| Biaya Pinjam Axel Disasi | 1,7 Juta Poundsterling (Rp40,4 Miliar) |
Tabel di atas merangkum statistik krusial yang menggambarkan rapuhnya pertahanan serta besarnya investasi yang belum membuahkan hasil. Data tersebut menjadi landasan kuat mengapa strategi transfer klub musim ini dianggap gagal total.
Kini, West Ham harus bersiap menghadapi tantangan berat untuk bisa segera kembali ke kasta tertinggi Premier League. Evaluasi total terhadap kebijakan transfer dan pembenahan stabilitas ruang ganti dipastikan akan menjadi prioritas utama mereka musim depan.