Daftar Hadiah Premier League 2025/2026: Arsenal Raup Rp1,2 T, Wolves Terkecil

Daftar Hadiah Premier League 2025/2026: Arsenal Raup Rp1,2 T, Wolves Terkecil
Foto: Daftar Hadiah Premier League 2025/2026: Arsenal Raup Rp1,2 T, Wolves Terkecil. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Kompetisi kasta tertinggi sepak bola Inggris, Premier League musim 2025/2026, telah resmi berakhir dengan klasemen akhir yang menentukan nasib seluruh tim partisipan. Fokus utama publik tidak hanya tertuju pada gelar juara atau tiket ke kompetisi Eropa, namun juga pada besaran hadiah uang fantastis yang dikantongi setiap klub.

Arsenal muncul sebagai pemenang besar setelah sukses mengamankan gelar juara Liga Inggris pertama mereka dalam kurun waktu 22 tahun terakhir. Keberhasilan skuad asuhan Mikel Arteta ini membuahkan hasil manis berupa pendapatan merit payment senilai 54 juta poundsterling atau setara dengan Rp1,2 triliun.

Angka pendapatan tersebut masih berpotensi melonjak drastis jika The Gunners mampu menumbangkan Paris Saint-Germain di laga final Liga Champions mendatang. Perolehan ini merupakan apresiasi murni atas performa impresif mereka sepanjang musim yang penuh persaingan ketat.

Meskipun hadiah berdasarkan posisi klasemen berbeda-beda, setiap klub yang berlaga di Premier League sebenarnya sudah mendapatkan jaminan pemasukan yang luar biasa besar. Setiap tim dipastikan mengantongi dana lebih dari 100 juta poundsterling dari berbagai sumber pendapatan kolektif liga.

Dana besar tersebut bersumber dari pembagian hak siar domestik serta internasional yang mencapai sekitar 90 juta poundsterling per klub. Selain itu, ada tambahan pendapatan komersial pusat senilai 7,9 juta poundsterling yang dibagikan secara merata kepada seluruh kontestan.

Di luar pembagian tetap, Premier League menerapkan sistem merit payment yang besarannya ditentukan oleh posisi akhir setiap tim di tabel klasemen. Jarak antara pemuncak klasemen dan juru kunci cukup signifikan, yakni antara 54 juta poundsterling hingga yang terkecil 2,7 juta poundsterling.

Manchester City yang harus puas berada di posisi runner-up musim ini tercatat menerima hadiah sebesar 51,3 juta poundsterling. Momen ini juga menjadi sangat emosional karena menandai akhir dari era kepemimpinan Pep Guardiola di kursi manajer The Citizens.

Di bawah Manchester City, Manchester United berhasil menempati posisi ketiga dengan perolehan hadiah sebesar 48,6 juta poundsterling. Sementara itu, posisi empat besar ditutup oleh Aston Villa yang berhak membawa pulang dana sebesar 45,9 juta poundsterling.

Hasil kurang memuaskan justru dialami oleh Liverpool yang musim sebelumnya menyandang status juara namun kini merosot ke peringkat kelima. Akibat penurunan performa ini, The Reds harus rela menerima hadiah yang lebih rendah dari musim lalu, yaitu 43,2 juta poundsterling.

Kejutan besar terjadi di zona papan tengah, di mana Bournemouth sukses mencatatkan sejarah dengan finis di posisi keenam. Capaian ini memberikan mereka hadiah 40,5 juta poundsterling sekaligus menjadi kado perpisahan manis untuk manajer Andoni Iraola.

Namun, sorotan tajam tertuju pada Sunderland yang menyandang status sebagai tim kejutan paling impresif di musim 2025/2026. Sebagai tim yang baru saja kembali promosi, Sunderland langsung melesat ke peringkat tujuh dan mengamankan tiket Eropa dengan hadiah 37,8 juta poundsterling.

Berikut adalah rincian lengkap hadiah uang berdasarkan posisi klasemen akhir Premier League :

Posisi Klasemen Nama Klub Hadiah (Merit Payment)
1 Arsenal £54 juta
2 Manchester City £51,3 juta
3 Manchester United £48,6 juta
4 Aston Villa £45,9 juta
5 Liverpool £43,2 juta
6 Bournemouth £40,5 juta
7 Sunderland £37,8 juta
8 Brighton £35,1 juta
9 Brentford £32,4 juta
10 Chelsea £29,7 juta
11 Fulham £27 juta
12 Newcastle £24,3 juta
13 Everton £21,6 juta
14 Leeds United £18,9 juta
15 Crystal Palace £16,2 juta
16 Nottingham Forest £13,5 juta
17 Tottenham Hotspur £10,8 juta
18 West Ham United £8,1 juta
19 Burnley £5,4 juta
20 Wolverhampton £2,7 juta

Tabel di atas menunjukkan distribusi dana berdasarkan prestasi klub di lapangan hijau, di mana setiap anak tangga posisi bernilai jutaan poundsterling. Arsenal memimpin daftar tersebut dengan angka tertinggi, sementara Wolverhampton berada di posisi terbawah dari sisi pembagian merit.

Kisah kontras terjadi di London Utara dan London Timur pada penghujung musim yang sangat dramatis ini. Tottenham Hotspur di bawah asuhan Roberto de Zerbi akhirnya mampu bernapas lega setelah berhasil mengamankan diri dari ancaman degradasi.

Kemenangan atas Everton di pekan terakhir memastikan Spurs bertahan di kasta tertinggi dengan finis di urutan ke-17. Atas perjuangan keluar dari zona merah tersebut, Tottenham berhak atas hadiah merit payment sebesar 10,8 juta poundsterling.

Nasib buruk justru menimpa West Ham United yang harus menerima kenyataan pahit turun kasta ke kompetisi Championship. Meski memenangi laga terakhir melawan Leeds United, poin mereka tidak cukup untuk menyelamatkan tim dari posisi ke-18 dengan hadiah 8,1 juta poundsterling.

Walaupun terdegradasi, West Ham dan dua tim terbawah lainnya masih akan mendapatkan sokongan dana berupa parachute payment. Dana bantuan ini bernilai sekitar 46 juta poundsterling atau 55 persen dari pembagian hak siar standar Liga Inggris.

Skema bantuan finansial ini dirancang untuk menjaga stabilitas keuangan klub agar tidak bangkrut saat harus berkompetisi di divisi dua yang memiliki pendapatan jauh lebih kecil. Dengan dana ini, klub diharapkan bisa segera melakukan restrukturisasi untuk kembali ke kasta tertinggi di musim berikutnya.

Rangkuman poin penting dari berakhirnya musim Premier League 2025/2026 :

  • Arsenal resmi mengakhiri puasa gelar liga selama 22 tahun dan membawa pulang Rp1,2 triliun.
  • Pep Guardiola secara resmi berpisah dengan Manchester City setelah mengantar tim finis di posisi kedua.
  • Sunderland menjadi tim promosi tersukses dengan langsung mengamankan tiket ke kompetisi Eropa.
  • Chelsea harus menerima kenyataan pahit tanpa kompetisi Eropa musim depan dan akan memulai era baru bersama Xabi Alonso.
  • West Ham United, Burnley, dan Wolverhampton terlempar ke kasta kedua meskipun mendapatkan dana bantuan degradasi.

Seluruh data dan perincian hadiah ini menegaskan bahwa Premier League tetap menjadi liga dengan perputaran uang terbesar di dunia sepak bola. Setiap posisi dalam klasemen memiliki nilai ekonomis yang sangat tinggi bagi masa depan finansial setiap klub peserta.

Artikel terkait

Rekomendasi