Pelatih Carlo Ancelotti secara resmi memasukkan nama Neymar ke dalam skuad tim nasional Brasil untuk ajang Piala Dunia 2026. Keputusan ini cukup menarik perhatian mengingat performa sang pemain yang dinilai sedang tidak dalam kondisi puncaknya.
Tim Samba nampaknya masih sangat menggantungkan harapan pada kemampuan magis Neymar di lapangan hijau. Sejak debutnya di Piala Dunia 2014, pemain ini memang selalu menjadi poros utama sekaligus tulang punggung serangan Brasil.
Dalam tiga edisi Piala Dunia yang telah dilaluinya, pencapaian terbaik Neymar adalah membawa Brasil hingga ke babak semifinal pada tahun 2014. Namun, menjelang turnamen tahun 2026, posisinya di tim nasional sempat menjadi tanda tanya besar bagi publik.
Rentetan cedera yang dialami serta penurunan performa di level klub menjadi alasan kuat mengapa ia sempat terpinggirkan. Meski demikian, Ancelotti memiliki pertimbangan lain untuk tetap memboyong mantan pemain Barcelona tersebut ke Amerika Utara.
Harapan pada Pengalaman dan Sosok Senior
Ancelotti diyakini masih sangat membutuhkan kehadiran Neymar sebagai sosok pemimpin di ruang ganti. Selain sihir di kaki, pengalaman jam terbang tinggi Neymar diharapkan mampu membimbing para pemain muda Brasil lainnya.
Keputusan pemanggilan ini tergolong kontroversial jika hanya melihat statistik individu Neymar sepanjang musim ini. Tercatat, ia hanya mampu mengemas 6 gol dan memberikan 4 assist dari total 15 pertandingan yang ia jalani.
Berikut adalah perbandingan statistik Neymar dengan dua pemain Brasil yang justru tidak dipanggil Ancelotti:
| Nama Pemain | Klub | Jumlah Gol Musim Ini |
|---|---|---|
| Neymar Jr | Al Hilal | 6 Gol |
| Antony | Real Betis | 14 Gol |
| Joao Pedro | Chelsea | 20 Gol |
Data di atas memperlihatkan bahwa torehan gol Neymar jauh tertinggal dibandingkan Joao Pedro yang bersinar di Chelsea atau Antony di Real Betis. Namun, Ancelotti tampaknya memiliki visi taktis berbeda yang tidak hanya berpatokan pada angka di papan skor.
Persaingan Ketat di Skuad Utama
Meskipun namanya sudah dipastikan masuk dalam daftar skuad, Neymar tidak mendapatkan jaminan posisi utama secara otomatis. Ia kini harus berjuang ekstra keras untuk bersaing dengan para penyerang muda yang sedang naik daun.
Pada posisi sayap kiri, Neymar akan berhadapan langsung dengan nama-nama besar seperti Vinicius Jr., Gabriel Martinelli, hingga Raphinha. Para pemain ini memiliki kecepatan dan kebugaran fisik yang saat ini mungkin lebih unggul dibandingkan sang senior.
Ada beberapa skema posisi yang mungkin diterapkan Ancelotti untuk memaksimalkan peran Neymar:
- Menempatkan Neymar sebagai pemain sayap kiri untuk mengeksploitasi sisi lapangan.
- Menggeser posisi Neymar menjadi pengatur serangan atau playmaker di belakang striker utama.
- Mendorong Neymar lebih ke depan sebagai penyerang lubang guna memanfaatkan insting golnya.
Strategi fleksibel dari Ancelotti diharapkan mampu menyatukan bakat mentah para pemain muda dengan kematangan bermain yang dimiliki Neymar. Publik kini menanti apakah "sihir" lama Neymar masih bisa membawa Brasil meraih trofi juara dunia yang telah lama dirindukan.