Penunjukan tuan rumah untuk ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XXIII tahun 2032 mulai menemui titik terang. Provinsi Banten dan Lampung muncul sebagai calon tunggal untuk menyelenggarakan pesta olahraga terbesar di Indonesia tersebut secara bersama-sama.
Kabar mengenai pencalonan tunggal ini disampaikan langsung oleh Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Marciano Norman. Pernyataan tersebut muncul di sela-sela Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan Musyawarah Olahraga Nasional Luar Biasa (Musornaslub) KONI di Jakarta, Kamis (21/5).
Banten dan Lampung Jadi Calon Tunggal
Marciano menjelaskan bahwa hingga saat ini hanya ada dua provinsi yang mengajukan diri secara resmi. Ia mengonfirmasi bahwa Banten dan Lampung telah mendaftarkan diri sebagai calon tuan rumah bersama untuk gelaran enam tahun mendatang.
Keputusan resmi mengenai penetapan kedua provinsi ini akan diambil dalam forum musyawarah tersebut. Meskipun hanya ada satu paket calon, prosedur formal melalui Musornaslub tetap dilakukan untuk melegitimasi penunjukan tuan rumah PON ke-23.
Gubernur Banten, Andra Soni, serta Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, turut hadir dalam agenda penting tersebut. Keduanya secara terbuka menyatakan komitmen dan kesiapan daerah masing-masing untuk menyukseskan PON 2032.
Rencana urutan tuan rumah PON dalam beberapa tahun ke depan adalah sebagai berikut:
- PON 2024: Diselenggarakan di Aceh dan Sumatera Utara yang saat ini sedang berjalan atau baru saja selesai.
- PON 2028: Akan dilaksanakan di dua provinsi bersaudara, yakni Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
- PON 2032: Direncanakan berlangsung di Provinsi Banten dan Lampung sebagai tuan rumah bersama.
Penetapan tuan rumah jauh-jauh hari dilakukan agar provinsi terkait memiliki waktu yang cukup untuk membangun infrastruktur. Hal ini mencakup pembangunan stadion, renovasi fasilitas olahraga, hingga penyiapan sarana akomodasi bagi para atlet.
Sinergi demi Prestasi Olahraga Nasional
Selain membahas masalah tuan rumah, Rakernas KONI Pusat kali ini juga menekankan pentingnya kolaborasi antarlembaga. Marciano berharap momentum ini dapat memperkuat hubungan antara KONI, Komite Olimpiade Indonesia (KOI), dan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).
Menurut Marciano, persatuan antara pemerintah dan organisasi cabang olahraga adalah kunci utama dalam meraih prestasi. Tanpa adanya kebersamaan yang solid, target-target besar dalam dunia olahraga nasional akan sangat sulit untuk diwujudkan.
Pertemuan ini menjadi wadah penting untuk menyelaraskan visi antara para pemangku kepentingan olahraga di Indonesia. Sinergi ini diharapkan tidak hanya sukses secara penyelenggaraan acara, tetapi juga melahirkan atlet-atlet baru yang kompetitif di level internasional.