Arsenal Tumbang, Mimpi Treble Winner Liga Inggris di Eropa 2026 Resmi Pupus

Arsenal Tumbang, Mimpi Treble Winner Liga Inggris di Eropa 2026 Resmi Pupus
Foto: Arsenal Tumbang, Mimpi Treble Winner Liga Inggris di Eropa 2026 Resmi Pupus. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Harapan Premier League untuk menyapu bersih seluruh trofi kompetisi Eropa musim ini dipastikan kandas. Hal ini terjadi setelah Arsenal menelan kekalahan pahit di partai puncak Liga Champions.

Arsenal harus merelakan gelar juara Liga Champions 2025/2026 jatuh ke tangan Paris Saint-Germain (PSG). Tim asuhan Mikel Arteta kalah dalam drama adu penalti yang berakhir dengan skor 3-4 di Puskas Arena, Budapest, Minggu (31/5/2026) dini hari WIB.

Sebelum babak penalti dilakukan, kedua tim bermain imbang 1-1 hingga waktu normal berakhir. Kegagalan The Gunners ini membuat wakil Inggris hanya mampu membawa pulang dua trofi dari tiga kompetisi utama di Benua Biru.

Kejayaan Aston Villa dan Crystal Palace

Meski Arsenal gagal, Premier League tetap mencatatkan prestasi membanggakan melalui dua klub lainnya. Gelar pertama bagi wakil Inggris dipersembahkan oleh Aston Villa di ajang Europa League.

Aston Villa tampil dominan dan sukses melibas SC Freiburg dengan skor telak 3-0. Pertandingan final tersebut digelar di Besiktas Stadium, Istanbul, pada 20 Mei lalu.

Kesuksesan Inggris berlanjut di kompetisi kasta ketiga Eropa, yakni Conference League. Crystal Palace berhasil keluar sebagai juara setelah menaklukkan Rayo Vallecano dengan skor tipis 1-0.

Kemenangan di Red Bull Arena, Leipzig, tersebut menjadi sejarah tersendiri bagi anak asuh Oliver Glasner. Sayangnya, pencapaian luar biasa ini tidak bisa disempurnakan oleh Arsenal di Liga Champions.

Berikut adalah rangkapan hasil wakil Premier League di tiga kompetisi Eropa musim 2025/2026:

  • Liga Champions: Arsenal finis sebagai runner-up setelah kalah adu penalti 3-4 melawan PSG.
  • Europa League: Aston Villa keluar sebagai juara usai mengalahkan SC Freiburg 3-0.
  • Conference League: Crystal Palace meraih trofi juara setelah menang 1-0 atas Rayo Vallecano.

Daftar di atas menunjukkan bahwa dominasi klub Inggris sebenarnya sangat kuat, namun gagal mencapai status treble lintas kompetisi.

Catatan Historis Wakil Inggris di Eropa

Upaya untuk meraih tiga gelar sekaligus dalam semusim memang menjadi tantangan yang sangat berat bagi tim-tim Inggris. Terakhir kali Premier League benar-benar berjaya terjadi pada musim 2018/2019 silam.

Kala itu, Liverpool berhasil mengangkat trofi Liga Champions setelah mengalahkan sesama tim Inggris. Di saat yang sama, Chelsea mengamankan gelar Liga Europa dengan menumbangkan Arsenal di laga final.

Pada musim lalu, Premier League juga hampir mengulang sukses dengan meraih dua trofi Eropa. Tottenham Hotspur menjuarai Liga Europa, sementara Chelsea membawa pulang piala Conference League.

Menariknya, Arsenal juga memiliki catatan buruk melawan PSG pada musim lalu. Langkah Meriam London terhenti di babak semifinal Liga Champions setelah disingkirkan oleh raksasa asal Prancis tersebut.

Drama Kekalahan di Puskas Arena

Pertandingan final di Budapest sebenarnya sempat memberikan harapan besar bagi pendukung Arsenal. Kai Havertz berhasil membawa timnya unggul cepat melalui gol di menit ke-6.

Namun, keunggulan tersebut sirna di babak kedua setelah PSG mendapatkan hadiah penalti. Ousmane Dembele yang menjadi algojo sukses menyamakan kedudukan menjadi 1-1.

Rincian jalannya babak adu penalti antara Arsenal melawan Paris Saint-Germain:

Aspek Pertandingan Detail Informasi
Skor Waktu Normal 1-1 (Havertz 6' - Dembele 58' pen)
Skor Adu Penalti 3-4 untuk kemenangan PSG
Eksekutor Arsenal Gagal Eberechi Eze dan Gabriel Magalhaes
Eksekutor PSG Gagal Nuno Mendes
Lokasi Final Puskas Arena, Budapest

Tabel di atas memperlihatkan betapa tipisnya selisih hasil di babak adu penalti yang menentukan juara. Dua kegagalan eksekutor Arsenal menjadi kunci kemenangan bagi tim asuhan Luis Enrique.

Kemenangan ini sekaligus membuat Paris Saint-Germain berhasil mempertahankan gelar juara mereka di kancah tertinggi Eropa. Sementara itu, Arsenal harus kembali menelan pil pahit dan belajar dari kegagalan ini.

Artikel terkait

Rekomendasi