Arsenal tidak hanya berhasil mengakhiri puasa gelar dengan mengangkat trofi Premier League musim 2025/2026. Klub asal London Utara tersebut juga dipastikan mendapatkan guyuran dana dalam jumlah yang sangat fantastis.
Keberhasilan skuat asuhan Mikel Arteta ini membawa mereka pada pendapatan yang nilainya mencapai triliunan rupiah. Hal ini menjadi pelengkap prestasi gemilang mereka di atas lapangan hijau musim ini.
Kepastian gelar juara didapat setelah rival terdekat mereka, Manchester City, hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Bournemouth. Hasil imbang tersebut membuat posisi Arsenal di puncak klasemen tidak mungkin lagi terkejar oleh tim manapun.
The Gunners saat ini telah mengoleksi 82 poin yang sudah cukup untuk mengunci takhta juara. Meski pihak Premier League tidak memberikan hadiah uang tunai secara khusus untuk sang jawara, posisi akhir klasemen tetap menjadi penentu utama pembagian pendapatan liga.
Melalui sistem distribusi hak siar dan pembayaran berdasarkan prestasi, Arsenal berhak mengantongi porsi terbesar dibandingkan klub lainnya. Jika dikonversi ke dalam mata uang rupiah, total pendapatan mereka diperkirakan menembus angka Rp3,9 triliun.
Angka yang luar biasa ini bahkan masih berpeluang untuk terus bertambah seiring berjalannya waktu. Penambahan tersebut bisa bersumber dari berbagai bonus sponsor serta kesepakatan komersial lainnya yang dipicu oleh status juara mereka.
Sumber Pendapatan dari Hak Siar dan Prestasi
Sebagai kontestan sekaligus juara Premier League, Arsenal tetap menerima pembayaran dasar yang nilainya sama dengan klub peserta lainnya. Nilai dari pembayaran tetap tersebut menyentuh angka £96,9 juta atau setara dengan Rp2,1 triliun.
Distribusi dana dasar ini berasal dari tiga sektor utama yang dikelola secara kolektif oleh pihak liga. Rinciannya mencakup hak siar domestik, hak siar internasional, serta pendapatan komersial pusat.
Berikut adalah rincian pembagian dana dasar yang diterima oleh setiap klub Premier League:
- Hak siar domestik yang dialokasikan sebesar £29,8 juta bagi masing-masing klub.
- Hak siar internasional dengan nilai mencapai £59,2 juta untuk setiap peserta.
- Pendapatan komersial pusat yang dibagikan secara merata sebesar £7,9 juta per klub.
Pembagian dasar ini bersifat identik bagi seluruh klub tanpa melihat posisi akhir mereka di klasemen. Namun, lonjakan pendapatan yang signifikan bagi Arsenal berasal dari variabel pembayaran prestasi sebagai pemuncak klasemen.
Arsenal diproyeksikan akan menerima bonus merit sekitar £53,1 juta atau sekitar Rp1,16 triliun karena berhasil finis di urutan pertama. Selain itu, mereka juga mendapat keuntungan besar dari seringnya pertandingan mereka ditayangkan secara langsung.
Sebagai kandidat juara utama musim ini, antusiasme penonton terhadap laga-laga Arsenal sangatlah tinggi di televisi domestik. Hal ini membuat pendapatan fasilitas TV mereka diperkirakan berada di kisaran £26 juta hingga £28 juta, atau setara Rp569 miliar hingga Rp613 miliar.
Total Pendapatan yang Melampaui Rekor Musim Lalu
Jika semua komponen pendapatan tersebut digabungkan, total pemasukan Arsenal dari liga diprediksi mencapai £176 juta hingga £178 juta. Jika dihitung dengan kurs saat ini, nominal tersebut setara dengan Rp3,85 triliun hingga Rp3,9 triliun.
Pencapaian finansial ini jelas melampaui pendapatan yang mereka peroleh pada musim lalu. Saat finis sebagai runner-up di musim sebelumnya, The Gunners "hanya" mengantongi sekitar £171,5 juta.
Bahkan angka pendapatan Arsenal musim ini diperkirakan akan mengalahkan perolehan Liverpool saat menjadi juara di musim sebelumnya. Kala itu, Liverpool menerima total distribusi sebesar £174,9 juta dari Premier League.
Perbandingan estimasi pendapatan liga musim ini dengan catatan sebelumnya:
| Kategori Pendapatan | Estimasi Nilai (Rupiah) |
|---|---|
| Bonus Merit Juara | Rp1,16 Triliun |
| Fasilitas Siaran TV | Rp569 - Rp613 Miliar |
| Total Proyeksi Liga | Rp3,85 - Rp3,9 Triliun |
| Pendapatan Runner-up Musim Lalu | Sekitar £171,5 Juta |
Tabel di atas menunjukkan betapa signifikannya kenaikan pendapatan yang dirasakan Arsenal berkat kesuksesan menjadi juara. Hal ini membuktikan bahwa kesuksesan di lapangan berjalan selaras dengan keuntungan di sisi bisnis.
Satu hal yang menarik adalah angka Rp3,9 triliun tersebut belum mencakup bonus eksternal dari para sponsor utama. Mitra komersial besar seperti Adidas dan Emirates biasanya memiliki klausul bonus khusus bagi klub yang berhasil meraih gelar juara.
Dengan resminya Arsenal sebagai kampiun Premier League 2025/2026, arus kas masuk dari mitra komersial dipastikan akan mengalir deras. Prestasi ini sekaligus mengukuhkan posisi Arsenal sebagai salah satu kekuatan finansial terbesar di dunia sepak bola saat ini.