Pelatih Real Madrid, Alvaro Arbeloa, akhirnya memberikan klarifikasi terkait pernyataan kontroversial Kylian Mbappe. Mbappe sebelumnya mengaku hanya dianggap sebagai pilihan penyerang keempat di dalam skuad Los Blancos.
Komentar tersebut mencuat setelah Real Madrid meraih kemenangan 2-0 atas Real Oviedo di Stadion Santiago Bernabeu, Jumat dini hari WIB. Mbappe yang baru pulih dari cedera paha masuk sebagai pemain pengganti pada menit ke-69.
Kepulangan Mbappe ke lapangan justru diwarnai oleh cemoohan dari sebagian pendukung tuan rumah. Penonton tampak kecewa atas absennya sang bintang dalam laga krusial El Clasico pekan lalu saat Madrid kehilangan gelar juara.
Dalam pertandingan melawan Oviedo tersebut, Arbeloa lebih memilih memasang tiga penyerang lain sejak awal. Ketiga nama tersebut adalah Vinicius Junior, Franco Mastantuono, dan Gonzalo Garcia.
Daftar lini serang Real Madrid yang diturunkan sebagai starter saat melawan Oviedo:
- Vinicius Junior
- Franco Mastantuono
- Gonzalo Garcia
Komposisi lini depan inilah yang memicu rasa tidak puas bagi Mbappe karena dirinya baru dimainkan di pertengahan babak kedua.
Klarifikasi Alvaro Arbeloa Atas Pernyataan Mbappe
Mbappe sempat meluapkan perasaannya kepada media mengenai situasi yang ia hadapi di internal tim. Ia menyatakan bahwa Arbeloa secara terang-terangan menyebut posisinya berada di belakang pemain lain.
"Pelatih memberi tahu bahwa saya adalah penyerang keempat dalam tim ini," ungkap Mbappe menirukan ucapan sang pelatih. Namun, pernyataan pemain asal Prancis tersebut langsung dibantah keras oleh Alvaro Arbeloa.
Arbeloa mengaku terkejut dan menduga ada kesalahpahaman komunikasi antara dirinya dengan Mbappe. Ia menegaskan tidak pernah melabeli Mbappe sebagai pilihan terakhir di lini serang timnya.
"Saya berharap memiliki empat striker hebat, tapi kenyataannya tidak demikian. Saya rasa dia mungkin salah dalam menafsirkan pembicaraan kami," ujar Arbeloa melalui laporan Managing Madrid.
Ringkasan poin pembelaan dari Alvaro Arbeloa:
- Keputusan mencadangkan Mbappe murni demi menjaga kondisi fisik sang pemain pasca-cedera.
- Arbeloa memiliki otoritas penuh untuk menentukan komposisi pemain demi kebaikan tim secara keseluruhan.
- Mbappe tidak dijadikan starter karena laga tersebut dianggap bukan pertandingan yang berisiko tinggi.
- Pelatih menjamin tempat utama bagi Mbappe pada pertandingan yang akan digelar hari Minggu mendatang.
Penjelasan di atas menunjukkan bahwa sang pelatih hanya mencoba bersikap logis dan berhati-hati dalam mengelola menit bermain bintangnya. Arbeloa tidak ingin mengambil risiko yang bisa memperburuk kondisi kesehatan Mbappe menjelang sisa kompetisi.
Arbeloa juga mengaku sangat memahami perasaan kecewa yang dirasakan oleh setiap pemain profesional yang tidak tampil sejak awal. Baginya, rasa tidak puas adalah hal wajar bagi pemain ambisius yang selalu ingin berkontribusi di lapangan.
Meski situasi sempat memanas, Arbeloa memastikan hubungan profesional di tim tetap terjaga. Ia meminta publik tidak membesar-besarkan masalah yang menurutnya hanya berasal dari salah pengertian tersebut.