Petenis unggulan Italia, Jannik Sinner, baru saja mengukir prestasi gemilang dalam ajang Internazionali BNL d’Italia 2026. Sinner sukses menaklukkan lawannya, Alexei Popyrin, dengan skor sangat meyakinkan yakni 6-2 dan 6-0.
Kemenangan telak ini tidak hanya membawanya melaju ke babak berikutnya, tetapi juga memperpanjang rekor kemenangannya di level ATP Masters 1000. Sinner kini tercatat telah memenangkan 30 pertandingan secara berturut-turut di turnamen kasta tersebut.
Menyamai Rekor Novak Djokovic
Pencapaian luar biasa ini membuat petenis berusia 24 tahun tersebut menyamai rekor legenda tenis dunia, Novak Djokovic. Keduanya kini sejajar dengan catatan 30 kemenangan beruntun di turnamen ATP Masters 1000.
Sebelumnya, Djokovic mencatatkan rekor serupa pada rentang waktu antara turnamen Paris 2014 hingga Montreal 2015. Namun, Djokovic masih memegang rekor tertinggi sepanjang masa dengan 31 kemenangan beruntun yang diraih pada tahun 2011.
Dominasi Sinner dalam pertandingan melawan Popyrin di Roma terlihat sangat mencolok sejak set pertama dimulai. Petenis tuan rumah ini langsung berhasil mematahkan servis lawannya tepat pada gim pembuka laga tersebut.
Berikut adalah ringkasan performa dan pencapaian Jannik Sinner dalam laga tersebut:
- Berhasil mematahkan servis lawan sejak gim pertama pertandingan dimulai.
- Hanya mencatatkan satu kesalahan sendiri (unforced error) pada pukulan backhand.
- Menyelesaikan pertandingan dalam durasi singkat, yakni hanya selama 65 menit.
- Memperbaiki rekor pertemuan melawan Alexei Popyrin menjadi 3-1.
Sinner mengakui bahwa kondisi cuaca cukup memengaruhi permainannya, namun ia mampu beradaptasi dengan sangat baik. "Saya merasa angin sedang bertiup searah dengan saya hari ini," ungkap Sinner seperti yang dikutip dari laman resmi ATP.
Strategi permainan yang fleksibel menjadi kunci keberhasilan petenis peringkat atas dunia ini untuk mendominasi lawan. Ia mengombinasikan pukulan drop shot yang akurat dengan pukulan keras dari garis belakang lapangan.
"Saya tidak merasa perlu banyak melakukan perubahan strategi besar," jelas Sinner mengenai pendekatannya di lapangan. Namun, ia menambahkan bahwa saat melawan arah angin, ia sengaja mencoba memukul bola dengan sedikit lebih datar.
Melampaui Rekor Roger Federer
Keberhasilan meraih kemenangan ke-30 ini secara otomatis membuat Sinner melampaui rekor legenda Swiss, Roger Federer. Federer sebelumnya memegang catatan 29 kemenangan beruntun di level Masters 1000 antara tahun 2005 hingga 2006.
Selain mengejar rekor individu, Sinner juga mencetak sejarah baru sebagai pemain pertama yang mampu menyapu bersih gelar juara. Ia memenangkan lima turnamen Masters 1000 berturut-turut mulai dari Monte Carlo, Miami, Indian Wells, Paris, hingga Madrid Open.
Statistik perbandingan rekor kemenangan beruntun di ATP Masters 1000:
| Nama Petenis | Jumlah Kemenangan Beruntun | Status Rekor |
|---|---|---|
| Novak Djokovic | 31 Kemenangan | Rekor Tertinggi (2011) |
| Jannik Sinner | 30 Kemenangan | Menyamai Rekor Djokovic (Aktif) |
| Novak Djokovic | 30 Kemenangan | Periode 2014-2015 |
| Roger Federer | 29 Kemenangan | Dilampaui oleh Sinner |
Tabel di atas menunjukkan betapa impresifnya konsistensi yang ditunjukkan oleh Jannik Sinner di panggung tenis dunia saat ini. Catatan kemenangannya masih berpotensi terus bertambah seiring berjalannya turnamen di Roma.
Sinner tercatat belum pernah merasakan kekalahan di level Masters 1000 sejak ia memutuskan mundur di Shanghai Masters pada Oktober lalu. Saat itu, ia terpaksa berhenti di babak ketiga ketika dijadwalkan menghadapi Tallon Griekspoor.
Kini, perhatian penggemar tenis tertuju pada langkah Sinner selanjutnya di babak 16 besar Internazionali BNL d’Italia. Ia dijadwalkan akan berhadapan dengan Andrea Pellegrino yang saat ini menduduki peringkat 155 dunia.
Pertandingan mendatang akan menjadi pembuktian apakah Sinner mampu melampaui rekor 31 kemenangan milik Djokovic. Dukungan publik tuan rumah di Roma tentu akan menjadi motivasi tambahan bagi Sinner untuk terus mengukir sejarah baru.