Ajax Terpuruk Musim Ini, Maarten Paes dkk Dijagokan Juara Eredivisie Tahun Depan

Ajax Terpuruk Musim Ini, Maarten Paes dkk Dijagokan Juara Eredivisie Tahun Depan
Foto: Ilustrasi Ajax Terpuruk Musim Ini, Maarten Paes dkk Dijagokan Juara Eredivisie Tahun Depan.
Ukuran teks

Ajax Amsterdam yang diperkuat penjaga gawang Timnas Indonesia, Maarten Paes, sedang melewati periode sulit pada musim 2025/2026. Tim raksasa Belanda ini dipastikan menutup musim tanpa perolehan gelar juara satu pun di lemari trofi mereka.

Kondisi ini semakin diperparah dengan posisi mereka di klasemen yang terancam gagal menembus zona kualifikasi Liga Champions. Hingga pekan ke-32, klub berjuluk De Godenzonen ini masih tertahan di peringkat kelima klasemen sementara.

Catatan performa Ajax Amsterdam hingga pekan ke-32:

  • Poin Terkumpul: 55 poin dari 32 pertandingan.
  • Selisih Poin: Tertinggal tiga angka dari FC Twente di posisi zona Liga Champions.
  • Sisa Laga: Hanya menyisakan satu pertandingan terakhir musim ini.
  • Status Gelar: Dipastikan tanpa trofi (Nirgelar).

Keterbatasan jumlah pertandingan yang tersisa membuat ambisi Maarten Paes dan kolega untuk mengejar ketertinggalan menjadi sangat berat. Mereka kemungkinan besar harus puas finis di posisi keempat untuk mengamankan tiket Liga Europa secara langsung.

Skenario terburuk lainnya adalah menetap di peringkat kelima, yang mengharuskan mereka melewati jalur play-off yang melelahkan. Situasi ini memperpanjang masa puasa gelar Ajax yang terakhir kali menjuarai Eredivisie pada musim 2021/2022 lalu.

Tren Penampilan yang Kurang Konsisten

Sepanjang musim bergulir, Ajax tampil sangat inkonsisten dan sering membuang poin pada pertandingan krusial. Tercatat mereka lebih banyak meraih hasil imbang, yakni sebanyak 13 kali, dibandingkan jumlah kemenangan yang hanya menyentuh angka 14.

Dari total laga yang telah dimainkan, skuat asuhan Óscar García ini juga sudah merasakan enam kali pahitnya kekalahan. Dalam lima pertandingan terakhir, performa mereka pun tidak menunjukkan grafik peningkatan yang signifikan.

Rincian hasil dalam lima pertandingan terakhir Ajax:

  • Kemenangan: Berhasil meraih 2 kali kemenangan.
  • Hasil Imbang: Mencatatkan 1 kali hasil seri.
  • Kekalahan: Menelan 2 kali kekalahan pahit.
  • Laga Terakhir: Tumbang dengan skor 1-2 saat menghadapi Utrecht.

Kini, fokus utama tim beralih pada pertandingan pamungkas musim ini dengan bertandang ke markas Heerenveen pada Minggu (17/5/2026). Meski dalam tekanan, pelatih interim Óscar García tetap menaruh harapan besar pada masa depan klub.

García merasa optimistis bahwa perubahan besar yang akan dilakukan manajemen bakal membuahkan hasil manis di musim mendatang. Ia bahkan berani memberikan jaminan optimisme mengenai peluang juara timnya di tahun depan.

"Saya memiliki keyakinan penuh bahwa Ajax akan kembali merebut takhta juara pada musim depan," tegas García sebagaimana dilaporkan oleh ESPN Nederland.

Evaluasi Performa dan Target Realistis

Oscar Garcia menegaskan bahwa anak asuhnya telah melupakan hasil minor saat dipermalukan oleh Utrecht pada pekan sebelumnya. Menurutnya, mengalahkan Heerenveen di laga penutup adalah harga mati yang tidak bisa ditawar lagi.

Namun, nasib Ajax tidak sepenuhnya berada di tangan mereka sendiri karena bergantung pada hasil tim lain. Mereka berharap FC Twente terpeleset di kandang PSV atau NEC gagal meraih poin penuh saat melawan Go Ahead Eagles.

Hanya dengan skenario bantuan tersebut, Maarten Paes dkk bisa terhindar dari babak play-off dan langsung lolos ke Liga Europa. Sang pelatih melihat secara teknis para pemain sebenarnya tampil cukup dominan di lapangan.

Ia menilai kualitas permainan tim sudah bagus, namun efisiensi di depan gawang menjadi kendala utama yang belum terpecahkan. Masalah operan terakhir dan akurasi tembakan dianggap sebagai penyebab kegagalan mereka meraih poin penuh melawan Utrecht.

"Kami seharusnya layak mendapatkan hasil yang lebih baik jika melihat cara bermain para pemain di lapangan," ungkap pelatih asal Spanyol tersebut.

García juga menambahkan bahwa selama kepemimpinannya, ia belum melihat ada tim lawan yang benar-benar tampil jauh lebih superior dibanding Ajax. Bahkan saat menghadapi tim penghuni tiga besar klasemen, Ajax dinilai mampu mengimbangi permainan dengan sangat baik.

Bantahan Terkait Label Kegagalan Musim Ini

Walaupun Ajax dipastikan gagal mengakhiri musim di posisi tiga besar, García menolak jika musim ini disebut sebagai kegagalan total. Ia meminta publik melihat posisi tim sebelum dirinya mengambil alih kursi kepelatihan beberapa waktu lalu.

Menurutnya, ada kegigihan luar biasa dari para pemain seperti Maarten Paes untuk tetap menjaga peluang tampil di kompetisi Eropa. Ia memberikan pembelaan bahwa situasi skuat saat ini memang sedang tidak seimbang di beberapa sektor.

Analisis komposisi skuat menurut pandangan Óscar García:

Aspek Tim Kondisi Saat Ini
Kedalaman Sektor Tertentu Menumpuk hingga memiliki empat pemain di satu posisi yang sama.
Kekosongan Sektor Lain Terdapat posisi krusial yang justru tidak memiliki satu pun pemain spesialis.
Posisi Awal Musim Sempat terjerembab di urutan kesembilan klasemen sebelum adanya perbaikan.
Target Musim Depan Memulai dari nol dan bekerja keras mengejar gelar juara.

Data statistik menunjukkan bahwa tanpa adanya perubahan strategi, Ajax sebenarnya diprediksi hanya akan finis di urutan kesembilan. Oleh karena itu, García merasa telah melakukan upaya maksimal untuk mendongkrak posisi tim ke papan atas.

Ia mengakui bahwa merombak komposisi pemain yang tidak seimbang bukanlah perkara mudah dan membutuhkan waktu. Baginya, status gagal atau tidaknya seorang pelatih bukan menjadi prioritas utama dibandingkan kemajuan kolektif tim.

García menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa semua tim akan kembali memulai persaingan dari poin nol pada musim depan. Ia percaya bahwa dengan kerja keras dan perencanaan matang, Ajax bisa kembali menjadi penguasa Eredivisie tanpa membutuhkan keajaiban.

Artikel terkait

Rekomendasi