Bawaslu Sulsel Gandeng Gusdurian dan IPNU Perkuat Demokrasi

MAKASSAR INIKATA.co.id — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Sulawesi Selatan menjalin kolaborasi strategis dengan komunitas Gusdurian Makassar dan Pengurus Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Sulsel untuk memperkuat pengawasan partisipatif dalam pemilu dan pemilihan.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan perjanjian Pendidikan Pengembangan Pengawasan Partisipatif pada Pemilu dan Pemilihan di Makassar, Sabtu (31/1/2026).

Kolaborasi ini bertujuan memastikan generasi muda, khususnya Gen Z, tidak hanya menjadi penonton dalam kontestasi politik, tetapi juga berperan aktif menjaga integritas demokrasi, termasuk di ruang digital.

Anggota Bawaslu Sulsel, Alamsyah, menegaskan komunitas pemuda harus menjadi kekuatan moral di garis depan pengawasan.

“Pemuda adalah penggerak demokrasi. Namun, tantangan ke depan tidak mudah, mulai dari dinamika regulasi, rendahnya literasi digital, hingga lompatan teknologi yang bisa menjadi celah manipulasi demokrasi,” ujar Alamsyah.

Koordinator Gusdurian Makassar, Faturrahman Marzuki, menekankan pentingnya pengawasan pemilu yang tumbuh secara organik di masyarakat.

Menurutnya, nilai-nilai pluralisme yang dibawa Gusdurian menjadi kunci agar persaingan politik tidak berubah menjadi konflik horizontal.

Sementara itu, Megawati, perwakilan pemuda yang hadir, menepis anggapan bahwa Gen Z adalah generasi yang rapuh.

Ia mencontohkan peran pemuda dalam berbagai gerakan global yang digerakkan melalui media sosial.

“Gen Z punya cara sendiri. Media sosial kami gunakan bukan hanya untuk ekspresi, tetapi juga sebagai alat perlawanan organik. Melalui pengawasan partisipatif ini, kami ingin membuktikan bahwa pemuda mampu menjadi pengendali demokrasi digital yang tangguh,” tegasnya.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *