5 Perseteruan Rekan Setim Terpanas dalam Sepak Bola, Ibrahimovic Vs Onyewu Paling Ikonik

5 Perseteruan Rekan Setim Terpanas dalam Sepak Bola, Ibrahimovic Vs Onyewu Paling Ikonik
Foto: Ilustrasi 5 Perseteruan Rekan Setim Terpanas dalam Sepak Bola, Ibrahimovic Vs Onyewu Paling Ikonik.
Ukuran teks

Keributan antar rekan satu tim dalam dunia sepak bola profesional bukanlah fenomena baru, terutama di kompetisi elite Eropa yang penuh tekanan. Konflik internal ini sering kali pecah secara tiba-tiba, bahkan melibatkan nama-nama besar yang memiliki reputasi mendunia.

Baru-baru ini, Real Madrid menjadi pusat perhatian akibat kabar perselisihan panas antara dua gelandang andalan mereka, Federico Valverde dan Aurelien Tchouameni. Insiden ini menambah daftar panjang drama ruang ganti yang mewarnai perjalanan klub-klub papan atas.

Kabar yang beredar menyebutkan bahwa Valverde harus mendapatkan penanganan medis cukup serius pada bagian kepala akibat bentrokan tersebut. Muncul dua versi cerita terkait penyebab cederanya pemain asal Uruguay tersebut di area latihan.

Versi pertama menyebutkan bahwa kepala Valverde tidak sengaja terbentur meja saat terjadi ketegangan di antara keduanya. Namun, laporan lain mengeklaim cedera tersebut merupakan dampak langsung dari pukulan yang dilayangkan oleh Tchouameni.

Terlepas dari penyebab pastinya, suasana di markas Los Blancos dikabarkan kian memanas akibat kejadian yang sangat disayangkan ini. Situasi semakin sulit mengingat Real Madrid baru saja tersingkir dari Liga Champions dan sedang tertinggal dari Barcelona di La Liga.

Perseteruan antara Valverde dan Tchouameni ini ternyata hanya satu dari sekian banyak konflik internal brutal dalam sejarah sepak bola. Berikut adalah deretan perselisihan antar rekan setim yang pernah menggemparkan publik menurut catatan Planet Football.

1. Zlatan Ibrahimovic Vs Oguchi Onyewu

Zlatan Ibrahimovic dikenal sebagai pemain dengan karakter keras yang tidak segan beradu fisik dengan rekan setimnya sendiri. Ia pernah mengancam akan mematahkan kaki Rafael van der Vaart dan terlibat baku hantam dengan Jonathan Zebina.

Namun, perselisihan paling hebat yang pernah ia alami terjadi saat berseragam AC Milan dengan bek asal Amerika Serikat, Oguchi Onyewu. Keduanya terlibat perkelahian yang sangat brutal dalam sebuah sesi latihan tim.

Dalam otobiografinya, Ibrahimovic mendeskripsikan kejadian tersebut sebagai momen yang sangat gila dan dipenuhi emosi kemarahan. Ia mengaku sempat menanduk Onyewu sebelum keduanya saling serang secara membabi buta.

Ibrahimovic menceritakan bahwa mereka berguling-guling di tanah sambil saling melepaskan pukulan serta tendangan yang sangat keras. Suasana saat itu terasa seperti pertarungan hidup dan mati bagi kedua pemain bertubuh besar tersebut.

2. Emmanuel Adebayor Vs Nicklas Bendtner

Emmanuel Adebayor merupakan pemain lain yang kerap terlibat masalah disiplin dan konflik fisik dengan rekan setimnya. Sebelum sempat bersitegang dengan Kolo Toure di Manchester City, ia memiliki sejarah kelam di Arsenal.

Salah satu insiden yang paling diingat adalah perselisihannya dengan striker asal Denmark, Nicklas Bendtner, pada tahun 2008 silam. Kejadian memalukan ini berlangsung di tengah pertandingan resmi melawan Tottenham Hotspur.

Adebayor dilaporkan melakukan aksi tandukan ke arah wajah Bendtner saat Arsenal tertinggal telak dengan skor 5-1. Akibat tindakan kasar tersebut, hidung Bendtner mengalami luka serius hingga darah mengucur deras ke bajunya.

Insiden ini terjadi di babak semifinal Piala Liga dan menjadi sorotan tajam bagi publik sepak bola Inggris saat itu. Perselisihan tersebut membuktikan betapa rapuhnya keharmonisan skuat The Gunners di bawah tekanan hasil buruk.

3. Graeme Hogg Vs Craig Levein

Kejadian yang dialami Graeme Hogg dan Craig Levein mungkin menjadi salah satu momen paling aneh dalam sejarah klub Hearts. Pasalnya, perkelahian brutal antara keduanya justru pecah dalam sebuah pertandingan persahabatan pramusim.

Craig Levein melayangkan pukulan telak yang membuat hidung rekan setimnya, Graeme Hogg, mengalami patah tulang. Kejadian ini terjadi saat tim mereka sedang tertinggal satu gol dari lawan mereka, Raith Rovers.

Wasit yang memimpin laga tersebut langsung mengambil tindakan tegas dengan mengusir kedua pemain dari lapangan pertandingan. Uniknya, Hogg tetap menerima kartu merah meskipun ia sedang berada di atas tandu medis.

Dampak dari perkelahian ini sangat berat, di mana Hogg dijatuhi hukuman larangan bertanding sebanyak sepuluh laga. Sementara itu, Levein menerima sanksi 12 pertandingan serta dicopot dari jabatannya sebagai kapten tim.

4. David Batty Vs Graeme Le Saux

Blackburn Rovers mengalami periode yang sulit saat berkompetisi di Liga Champions musim 1995 setelah mereka menjuarai Liga Inggris. Rasa frustrasi para pemain memuncak saat mereka melakoni laga tandang melawan Spartak Moscow.

Dalam pertandingan yang berakhir dengan kekalahan 0-3 tersebut, David Batty dan Graeme Le Saux justru saling serang di lapangan. Kejadian ini menjadi bahan ejekan bagi pelatih tim lawan setelah pertandingan berakhir.

Oleg Romantsev, pelatih Spartak, melontarkan komentar satir dengan mengatakan bahwa timnya bermain melawan 11 orang yang siap bertarung bersama. Sebaliknya, ia melihat Blackburn justru saling bertarung satu sama lain selama laga berlangsung.

Kegagalan Blackburn di kancah Eropa musim itu seolah diperparah dengan rusaknya hubungan antar pemain inti mereka. Perkelahian di depan ribuan pasang mata tersebut menjadi simbol keruntuhan mentalitas juara yang mereka miliki.

5. Ricardo Fuller Vs Andy Griffin

Kejadian unik lainnya melibatkan Ricardo Fuller dan kapten timnya sendiri, Andy Griffin, saat Stoke City melawan West Ham. Ketegangan bermula setelah Griffin gagal mengawal lawan yang berujung pada terciptanya gol penyeimbang.

Fuller yang merasa tidak puas memberikan teguran keras kepada Griffin, namun sang kapten justru memberikan balasan verbal. Hal ini memicu emosi Fuller hingga ia menampar wajah kaptennya sendiri di tengah lapangan hijau.

Wasit langsung memberikan kartu merah kepada Fuller atas tindakan tidak sportif tersebut sebelum laga dimulai kembali. Komentator pertandingan bahkan terkejut melihat aksi berani Griffin yang menyuruh Fuller segera keluar dari lapangan.

Meskipun kejadian tersebut terlihat sangat parah, pelatih Tony Pulis mengungkapkan bahwa hubungan keduanya membaik setelah emosi mereda. Menurutnya, insiden itu murni karena letupan dua karakter yang sama-sama berapi-api dalam pertandingan.

Beberapa data poin penting dari sejarah perselisihan pemain di lapangan:
  • Zlatan Ibrahimovic mencatatkan lebih dari tiga insiden fisik serius dengan rekan setimnya di klub yang berbeda.
  • Sanksi larangan bertanding terlama akibat perkelahian sesama rekan tim dipegang oleh Craig Levein dengan 12 laga.
  • Perselisihan antara Adebayor dan Bendtner tetap menjadi salah satu momen paling berdarah di kompetisi domestik Inggris.
  • Konflik di Real Madrid tahun 2026 melibatkan cedera kepala serius yang membutuhkan penanganan medis intensif.

Daftar perseteruan di atas menunjukkan bahwa intensitas kompetisi sepak bola tingkat tinggi sering kali memicu gesekan personal. Meskipun merugikan tim secara keseluruhan, insiden-insiden ini telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari sejarah drama lapangan hijau.

Berikut adalah ringkasan singkat mengenai detail sanksi dan dampak dari beberapa perselisihan pemain setim yang telah dibahas sebelumnya.

Pemain yang Terlibat Klub / Tahun Dampak / Sanksi
Ibrahimovic vs Onyewu AC Milan (2010) Perkelahian fisik brutal di tempat latihan
Adebayor vs Bendtner Arsenal (2008) Cedera hidung dan pendarahan di lapangan
Hogg vs Levein Hearts (1994) Skorsing 10-12 laga dan pencopotan kapten
Fuller vs Griffin Stoke City (2008) Kartu merah langsung bagi penampar

Data tersebut menggambarkan bahwa tindakan emosional di lapangan selalu membawa konsekuensi berat, baik bagi pemain maupun keutuhan tim. Sejarah membuktikan bahwa manajemen klub harus bekerja ekstra keras untuk menjaga stabilitas ruang ganti dari ego para pemain bintang.

Artikel terkait

Rekomendasi