Dilantik Ketua Umum, Azhar Arsyad Kembali Dipercaya Pimpin PKB Sulsel

MAKASSAR INIKATA.co.id — Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar (Cak Imin), resmi melantik Azhar Arsyad sebagai Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKB Sulawesi Selatan periode 2026–2031. 

Pelantikan berlangsung di Movenpick Hotel Jakarta City Centre, Jakarta Pusat, Selasa (3/2/2026).

Azhar dilantik bersama 37 pengurus DPW PKB provinsi se-Indonesia. Ini menjadi kali ketiga Azhar memimpin PKB Sulsel sejak pertama kali menjabat pada 2013.

Dalam kepengurusan kali ini, Azhar didampingi Muhammad Hekal sebagai sekretaris dan Dahlan sebagai bendahara, dengan total 50 pengurus DPW PKB Sulsel.

Untuk jajaran Dewan Syuro, KH Anwar Sadat bin Malik ditunjuk sebagai ketua, sementara Wahyuddin Kessa dipercaya sebagai sekretaris.

Pada Pemilu Legislatif 2024 lalu, PKB mencatatkan kinerja positif di Sulsel dengan menempati peringkat lima besar dari 18 partai politik dan mengamankan satu kursi Wakil Ketua DPRD Sulsel.

Menatap kontestasi politik 2029, Azhar menyampaikan sejumlah agenda strategis, termasuk upaya merekrut tokoh masyarakat yang siap bekerja untuk kepentingan rakyat.

“Sebagaimana partai pada umumnya, PKB tentu mengajak tokoh masyarakat bergabung. Namun, kami lebih mengutamakan mereka yang mau bergerak dan bekerja bersama untuk kepentingan rakyat,” ujar Azhar.

Menurutnya, dinamika politik di Sulsel cenderung pragmatis dan berorientasi jangka pendek. Karena itu, PKB berupaya mengedepankan politik jangka panjang tanpa meninggalkan idealisme sebagai partai yang didirikan oleh ulama.

“PKB tetap berusaha menang pemilu, tanpa kehilangan idealisme sebagai partai untuk kepentingan bangsa,” tegas mantan anggota DPRD Sulsel tersebut.

Azhar juga menekankan bahwa PKB harus menjadi sarana yang sehat bagi masyarakat dalam memperbaiki iklim dan kualitas politik melalui fungsi representasi rakyat.

Menghadapi persaingan politik yang semakin ketat menjelang 2029, Azhar menilai kondisi tersebut justru menjadi pertanda baik bagi demokrasi.

Menurutnya, pembenahan partai-partai politik akan memberikan lebih banyak pilihan kepada masyarakat.

“Ini akan menjadi penilaian publik tentang partai mana yang benar-benar berjuang untuk rakyat dan mana yang hanya hadir secara simbolik atau menjelang pemilu,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan pesan dari DPP PKB agar DPW PKB Sulsel mengedepankan politik kehadiran.

“Artinya, di mana masyarakat menderita, di situlah PKB harus hadir,” kata Azhar.

Selain itu, PKB Sulsel diminta menata ulang struktur daerah pemilihan (dapil), khususnya Dapil Sulsel III yang meliputi Pinrang, Sidrap, Enrekang, Tana Toraja, Toraja Utara, Luwu, Luwu Utara, Luwu Timur, dan Palopo, agar kepentingan masyarakat di wilayah tersebut dapat terwakili di tingkat pusat.

Sementara itu, kader muda PKB, Fahrizal Arrahman Husain, berharap kepengurusan baru mampu meningkatkan perolehan kursi PKB di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

“Sebagai kader muda, saya berharap PKB semakin eksis di Sulsel di bawah kepemimpinan Kak Azhar, terutama dalam peningkatan kursi legislatif,” ujarnya.

Ia juga berharap PKB dapat mempertahankan kursi pimpinan DPRD yang telah diraih serta melahirkan kader yang mampu menduduki jabatan eksekutif, baik sebagai wali kota, bupati, maupun gubernur di masa depan.

Ketua DPC PKB Parepare, Andi Muh Fudail, turut berharap kepengurusan DPW PKB Sulsel yang baru dapat menjadi pengayom bagi pengurus daerah.

“Jadilah pemimpin yang membuat kami bangga dan percaya diri dalam menjalankan tanggung jawab kepartaian,” kata Fudail.

Ia menilai kepemimpinan Azhar selama ini telah memberikan arahan yang manusiawi dan profesional kepada kader serta pengurus di daerah.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *