MAKASSAR INIKATA.co.id — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Sulawesi Selatan menggelar rapat pembahasan program dan anggaran Tahun 2026, Senin (2/2/2026).
Rapat ini menjadi forum strategis untuk mematangkan perencanaan kegiatan lembaga di tengah keterbatasan anggaran, dengan tetap mengedepankan efektivitas dan keberlanjutan program pengawasan pemilu.
Ketua Bawaslu Sulsel, Mardiana Rusli, menegaskan bahwa kondisi minim anggaran tidak boleh menghambat kinerja lembaga.
Ia menyatakan seluruh jajaran dituntut lebih adaptif dengan mengoptimalkan kegiatan nonbudgeter serta memperkuat kolaborasi antardivisi dan bagian.
“Karena itu, penting perencanaan kegiatan yang terukur dan memiliki output yang jelas,” ujarnya.
Ia juga menekankan perlunya pemisahan yang tegas antara kegiatan rutin dan kegiatan program agar perencanaan serta pelaksanaannya lebih terarah dan selaras dengan prioritas kelembagaan.
Selain itu, Mardiana menyoroti peran Humas serta Subbagian Data dan Informasi dalam mendukung akuntabilitas lembaga.
“Setiap kegiatan harus terkoordinasi dengan baik agar terdokumentasi dan dipublikasikan secara optimal sebagai bentuk keterbukaan informasi kepada publik,” ujar perempuan yang akrab disapa Ana itu.
Penguatan kapasitas sumber daya manusia juga menjadi fokus utama Bawaslu Sulsel ke depan.
Melalui pelatihan teknis, pembinaan tata naskah dinas, serta pelibatan pegawai baru, diharapkan profesionalisme dan soliditas lembaga semakin meningkat dalam menghadapi tantangan pengawasan pemilu tahun 2026.(**)
