GOWA INIKATA.co.id – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Sulawesi Selatan memperluas jejaring pengawasan partisipatif dengan menggandeng dunia akademik.
Kali ini, Bawaslu Sulsel menjajaki kerja sama kelembagaan dengan Program Studi Ilmu Politik Fakultas Ushuluddin dan Filsafat (FUF) UIN Alauddin Makassar (UINAM), Selasa (27/1/2026).
Pertemuan yang berlangsung di Ruang Senat FUF UINAM tersebut dihadiri Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia dan Organisasi Bawaslu Sulsel, Samsuar Saleh, dan disambut Ketua Program Studi Ilmu Politik UINAM, Dr. Awal Muqsith, beserta jajaran.
Awal Muqsith menyatakan kolaborasi ini merupakan kelanjutan dari hubungan baik yang sebelumnya telah terjalin dengan Bawaslu RI. Ia berharap kemitraan tersebut dapat memperkuat edukasi politik bagi mahasiswa.
“Semoga kerja sama ini dapat memperkuat kemitraan strategis, terutama dalam memberikan edukasi ilmu politik kepada mahasiswa. Kami sangat senang menerima Bawaslu Sulsel untuk kolaborasi yang berkelanjutan,” ujarnya.
Samsuar Saleh menegaskan kesiapan Bawaslu Sulsel menyesuaikan skema kerja sama dengan kebutuhan akademik UINAM.
Menurutnya, pertukaran pengetahuan secara aplikatif penting untuk memperkuat pemahaman mahasiswa tentang pengawasan pemilu.
“Kerja sama dapat berupa praktisi Bawaslu mengajar di kelas, atau mahasiswa Ilmu Politik belajar langsung di Bawaslu mengenai penanganan pelanggaran, penyelesaian sengketa, hingga tata kelola pemilu,” jelas Samsuar.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak menyepakati sejumlah agenda konkret, di antaranya program Bawaslu Mengajar, Laboratorium Demokrasi melalui kunjungan mahasiswa ke kantor Bawaslu Sulsel, kolaborasi literasi dan publikasi, serta pelaksanaan KKN tematik pengawasan pemilu.
Sebagai langkah lanjutan, Bawaslu Sulsel dan Prodi Ilmu Politik UINAM segera menyiapkan nota kesepahaman (MoU) dan perjanjian kerja sama (MoA) guna memperkuat legalitas serta keberlanjutan kolaborasi ke depan. (**)
