PPP Tak Lolos ke Senayan, Zainut Tauhid Angkat Bicara

INIKATA.co.id – Senior sekaligus mantan Wakil Ketua Umum DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Zainut Tauhid Saadi prihatin PPP tidak lolos parlemen (DPR RI).

Dilansir dari Jawapos.com Zainut mendesak supaya petinggi partai meminta maaf ke masyarakat. Selain itu juga legawa mundur dari jabatannya di partai.

Baca juga:

PKS Siapkan Kuota 30 Persen Caleg Milenial

Zainut mengatakan, sehubungan dengan tidak lolosnya PPP pada ambang batas Pemilu tahun 2024, wajar banyak pihak yang kecewa.

“Sebagai orang yang pernah dibesarkan di PPP, saya merasa sangat prihatin melihat nasib PPP yang tidak lolos PT (parliamentary treshold) dalam Pemilu 2024,” katanya Minggu (16/6).

Menurut mantan Wakil Menteri Agama (Wamenag) itu, tidak lolosnya PPP ke Senayan merupakan musibah besar bagi seluruh kader dan simpatisan PPP.

Baca juga:

PPP Belum Resmi Usung Syamsari di Pilkada Takalar

Pasalnya para kader selama ini setia dan istikamah (konsisten) memberikan kepercayaan kepada PPP, sebagai wadah perjuangan dan penyalur aspirasi politiknya.

Keterpurukan suara partai berlambang kakbah itu, jelas Zainut, adalah sebuah harga yang harus dibayar oleh para pimpinan dan elit partainya. Karena mereka tidak memiliki kepekaan terhadap perasaan publik.

“Hal itu tecermin dari ketidak mampuannya mengelola konflik internal partai dengan baik,” kata dia.

Bahkan sebagian dari elitnya memiliki kegemaran mempertontonkan konflik secara terbuka di depan publik.

“Wajar jika publik memberikan hukuman dengan tidak memilih PPP di Pemilu 2024, karena muak melihat partai yang mengusung jargon agama tetapi hobinya sering berkonflik,” tegasnya.

Sebagai senior PPP dia menyampaikan sejumlah himbauan kepada pimpinan, elit dan kader PPP di semua tingkatan.

Diantaranya supaya tidak saling menyalahkan dan mencari biang kerok dari keterpurukan PPP.

Apalagi melakukan tindakan destruktif yang justru dapat merusak citra PPP.

Kemudian segera melakukan konsolidasi organisasi. Serta memperkuat tali silaturahmi, membangun persaudaraan untuk membangkitkan moral kader dan simpatisan PPP di tingkat akar rumput.

Himbauannya selanjutnya adalah, melakukan refleksi secara mendalam atas musibah itu.

Agar dapat mencari solusi yang tepat untuk membangun kembali PPP dimasa yang akan datang.

Zainut juga meminta elit politik PPP jangan memberikan pernyataan kontroversial, yang dapat mengundang polemik yang tidak produktif.

“Kepada pimpinan dan elit PPP agar segera meminta maaf secara terbuka kepada publik sebagai bentuk pertanggung jawaban moral atas tidak lolosnya PPP pada ambang batas Pemilu tahun 2024,” jelasnya.

Menurut dia, akan lebih bijak jika permohonan maaf itu disertai dengan pernyataan pengunduran diri elit tertinggi partai dari jabatannya secara ikhlas dan legawa.(Jawapos/Inikata)

Writer: Jawapos