BMKG Maritim Makassar Tingkatkan Akurasi Prakirawan

MAKASSAR, INIKATA.co.id – Pusat Meteorologi Maritim BMKG meningkatkan akurasi prakirawan melalui kegiatan bimbingan teknis (bimtek) operasional dan layanan meteorologi maritim.

Kegiatan ini dilaksanakan diikuti oleh tim operasional dalam hal ini adalah pengamat dan prakirawan.

Baca juga:

Jumat Curhat Di Gowa, Wakapolda Sulsel Perintahkan Tertibkan Anak Sekolah Berkeliaran di Jam Sekolah

Kepala BMKG Maritim Makassar, Andi Cahyadi mengungkapkan bimtek ini diselenggarakan dengan tujuan meningkatkan kualitas dan kompetensi setiap pengamat dan prakirawan di BMKG Maritim Makassar, agar mampu meningkatkan akurasi informasi cuaca maritim khususnya di Wilayah Perairan Provinsi Sulawesi Selatan.

Dalam kegiatan ini, Pusat Meteorologi Maritim BMKG juga memberikan pemahaman terkait cara monitoring data MAWS (Marine Automatic Weather Station) yang telah difungsikan di beberapa pelabuhan.

“Pelabuhan Bajoe – Watampone, Pelabuhan Bira – Bulukumba, dan Pelabuhan Garongkong – Barru, untuk mengukur parameter meteorologi maritim seperti arah dan kecepatan angin, suhu dan kelembapan udara, radiasi matahari, tekanan udara, pengukur curah hujan, pengukur tinggi permukaan laut, dan pengukur kualitas air (suhu, salinitas, dan pH air),” ujar Andi Cahyadi, Jumat (14/6).

Baca juga:

Gempa Berkekuatan Magnitudo 2,6 Terjadi di Luwu Timur

Selain itu, dalam bimtek ini juga Prakiwaran di bekali dengan pemahaman dan pemanfaatan fitur-fitur pada produk layanan meteorologi maritim yaitu INA-WIS (Indonesian Weather Information for Shipping) yang akan digunakan dalam memberikan informasi cuaca maritim kepada masyarakat.

Hal itu kata dia, sejalan dengan sosialisasi Peraturan BMKG No. 7 Tahun 2023 tentang Pengamatan dan Pengolahan Data meteorologi Maritim.

Andi Cahyadi berharap pelaksanaan bimtek ini mampu diimplementasikan oleh para pengamat dan prakirawan di BMKG Maritim Makassar dalam hal meningkatkan akurasi informasi cuaca maritim.

“Serta pelayanan informasi yang berkualitas kepada pihak stakeholder dan masyarakat khususnya di Wilayah Perairan Sulsel,” pungkasnya. (Fadli)