Siap Bertarung di pilkada Takalar, Fachruddin Rangga Kembali Mendaftar di 3 Parpol

TAKALAR, INIKATA.co.id – Sebagai Anggota DPRD Sulsel Fachruddin Rangga dikenal sebagai wakil rakyat yang amanah memperjuangkan aspirasi masyarakat dengan selalu mengawal aspirasi pada setiap pengambilan keputusan di Parlemen utamanya dalam hal kesejahteraan masyarakat dan infrastruktur selalu dalam pengawalan utamanya di daerah pemilihan Gowa dan Takalar.

Sebagai politisi senior partai Golkar, Fachruddin Rangga akan menapaki perjalanan politik untuk pilkada Takalar 2024 bulan September yang akan datang dengan tujuan agar bisa terus mengabdi kepada masyarakat utamanya masyarakat kabupaten Takalar.

Baca juga:

Wajo Jadi Tuan Rumah Expo UMKM Dekranasda

Sebelum mendaftar Fachruddin Rangga telah meminta restu kepada ibunya agar dimudahkan langkah politiknya yang telah mendaftar di beberapa partai politik dengan harapan bisa di usung dan berkoalisi.

“Hari ini saya mendaftar lagi di tiga partai politik hari ini, yakni partai demokrat, PDIP dan partai Hanura, sebagai bentuk keseriusan saya menjadi kontestasi pilkada takalar 2024,” kata Rangga usai melakukan pendaftaran yang dihadiri langsung olehnya Rabu (15/5).

Dalam keterangan FR sapaan akrabnya mengatakan bahwa pihaknya menghargai semua partai yang membuka ruang penjaringan dan pendaftaran bagi figur bacakada yang ingin mendaftar sehingga dirinya memberi apresiasi untuk itu dengan datang langsung mendaftar ke partai politik yang membuka pendaftaran.

Baca juga:

Rangga Realistis Bertarung di Pilkada Takalar Karena Ingin Menang

“Tekad maju di Pilkada karena ingin membangun takalar ke depan meskipun ini memang butuh kerja sama dan kebersamaan sehingga kita ndak boleh hanya karena beda warna terus itu menjadi hambatan,” ucapnya.

Rangga menegaskan bahwa takalar butuh sosok pemimpin yang berani dan punya gagasan “gila” karena menurutnya dengan demikian Kabupaten Takalar baru akan nampak dan menjadi daerah yang punya loncatan cepat.

Oleh karena itu kata dia kalau hanya mengejar empuknya kursi seorang kepala daerah dan hanya ingin mengejar kekuasaan lebih baik urungkan niat untuk maju dalam kontestasi pilkada karena esensi dari sebuah jabatan adalah kepercayaan dan mampu memahami relung hati yang terdalam masyarakat yang akan di pimpin.

“Adapun yang lebih penting itu tanggung jawab dunia akhirat yang tidak boleh kita lupakan dari setiap detak jantung kita,” tegasnya.(*)