Kolaborasi BKKBN Sulsel dan Kalla Institute Dorong Penanggulangan Stunting

MAKASSAR, INIKATA.co.id – Menindaklanjuti MoU antara BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan dengan Kalla Institute terkait pendampingan Kelompok Usaha Peningkatan Pendatapan Keluarga Akseptor (UPPKA), perwakilan BKKBN Sulsel bekerja sama dengan Dinas PPKB Jeneponto menggelar kegiatan Orientasi Pemberdayaan Ekonomi Keluarga di Kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UPPKA).

Kegiatan yang dipusatkan di Desa Mallasoro, Kecamatan Bangkala, Kabupaten Jeneponto pada Jumat (3/5) kemarin, bertujuan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat yang erat kaitannya dengan stuting.

Baca juga:

Personel Polres Gowa Cek Kantor dan Gudang Logistik KPU- Bawaslu

Kepala Dinas PPKB Kabupaten Jeneponto, Iswan Sanabi berharap, kegiatan ini bisa membantu perekonomian keluarga yang semuanya akan bermuara pada kesejahteraan keluarga.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan Shodiqin, mengatakan Program Pemberdayaan ekonomi bagi keluarga Akseptor KB dan keluarga berisiko stunting yang dilaksanakan diharapkan dapat menjadi contoh bagi masyarakat bahwa dengan mengikuti Program Bangga Kencana maka keluarga akan dapat lebih sejahtera.

“Kelompok UPPKA di Sulawesi Selatan yang telah terbentuk sampai saat ini adalah 2.019 kelompok dari 3.059 Desa/kelurahan (66%), artinya masih ada 1.040 Desa/kelurahan yang tidak memiliki kelompok UPPKA,” ungkap Shodiqin dalam keterangannya, Senin (6/5).

Baca juga:

144 PPPK Dimutasi ke Kampung Halaman, Kepala BKKBN Sulsel: Perlihatkan Kualitas 

“Sementara untuk kabupaten Jeneponto terdapat 84 kelompok UPPKA dari 113 Desa/ kelurahan (74,24 %), artinya masih ada 29 desa/kelurahan yang belum memiliki kelompok UPPKA,” sambung Shodiqin.

Shodiqin juga mengungkapkan bahwa saat ini terdapat 2.019 kelompok UPPKA dari total 3.059 desa/kelurahan di Sulawesi Selatan, dan 84 kelompok UPPKA dari 113 desa/kelurahan di Kabupaten Jeneponto. Namun, masih ada sejumlah desa/kelurahan yang belum memiliki kelompok UPPKA, sehingga masih ada pekerjaan yang harus dilakukan.

Kepala Perwakilan BKKBN Sulsel menekankan pentingnya Program Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA) sebagai solusi untuk meningkatkan perekonomian keluarga.

“Program ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam peningkatan pendapatan keluarga, terutama bagi keluarga akseptor,” urai Shodiqin.

Kegiatan itu dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Kepala Desa Mallasoro, PKK Kecamatan, Ketua DPC IPeKB Jeneponto, Kabid Dalduk DPPKB Jeneponto, Kabid KS DPPKB Jeneponto, serta tim dari berbagai lembaga terkait.

Materi yang disampaikan dalam kegiatan tersebut dipresentasikan oleh Dosen Program Studi Kewirausahaan Kalla Institute, Syarief Dienan Yahya. (*)