Kejati Sulsel Beri Penyuluhan Hukum Bahaya Narkoba di DDI ABRAD Makassar

MAKASSAR, INIKATA.do.id – Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan melalui Penerangan Hukum melakukan kegiatan Penyuluhan Hukum Kepada Santri dan Santriwati pada Pondok Pesantren Darud Da’wah Wal Irsyad (DDI) ABRAD Makassar.

Kegiatan program Jaksa Masuk Sekolah (JMS) merupakan upaya inovasi dan komitmen Kejaksaan RI dalam meningkatkan kesadaran hukum kepada warga negara khususnya masyarakat yang statusnya sebagai pelajar SMP, SMA, dan Mahasiswa.

Baca juga:

Soal Kasus Dugaan Korupsi Bansos Covid-19 Makassar, ACC Sulawesi Duga Polda Sulsel “Masuk Angin”

Kegiatan Jaksa Masuk Sekolah (JMS) bertujuan untuk memperkaya khasanah pengetahuan siswa/siswi terhadap hukum dan perundang-undangan serta menciptakan generasi baru taat hukum, agar siswa/siswi dapat mengenali hukum dan menjauhi hukuman.

“Saat ini di Sulawesi Selatan telah banyak terjadi kejahatan Penyalahgunaan Narkotika/Narkoba dimana sebagian dari Kejahatan tersebut telah berhasil diamankan oleh pihak yang berwenang yaitu Kepolisian dan BNNP namun masih terdapat peredaran gelap barang Narkotika yang belum terungkap,” Kata Kasi Penkum Kejati Sulsel, Soetarmi, Selasa (30/4/2024).

Menurut Soetarmi Santri/santriwati perlu diajar dan diberi pengetahuan terkait bahaya Penyalahgunaan Narkotika sebab mereka adalah aset SDM kita dimasa mendatang guna mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Baca juga:

Terima Uang Pengembalian Kasus Korupsi PDAM Rp 1,5 Milyar, Kejati: Dari 3 Orang itu

“Sudah sangat massif upaya penindakan dan penegakan hukum yang dilakukan untuk memberantas kejahatan ini namun penyalahgunaan narkotika masih tetap tumbuh subur dimana-mana, untuk itu perlu dilakukan upaya peningkatan kesadaran hukum masyarakat (legal awarness) dengan memahami dan mengenal hukum terkait tindak pidana penyalahgunaan narkotika diharapkan masyarakat dapat menghindari hukuman,” paparnya.

Soetarmi mengungkapkan bahwa kegiatan penyuluhan hukum Jaksa Masuk Sekolah (JMS) ini, dimaksudkan untuk memperkenalkan hukum sejak dini, menciptakan generasi muda yang melek akan hukum sehingga kedepannya mampu membentuk siswa-siswi yang sadar hukum, dan mampu sebagai corong hukum kepada masyarakat disekitarnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Pondok Pesantren Darud Da’wah Wal Irsyad (DDI) ABRAD, Andi Taufiq Eka Putra sangat merespon positif kegiatan yang dilakukan oleh para Jaksa pada Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan.

“Kegiatan ini harusnya senantiasa dilakukan karena pengaruhnya sangat besar kepada anak-anak peserta didik agar memahami mengenai hukum dan mengendalikan diri mereka serta menjauhi penyalahgunaan obat-obat terlarang sebab sanksi hukumnya ternyata sangat berat berupa pidana penjara dan denda,” tutupnya. (nca)