Pembayaran TPP Tendik SMA/SMK di Sulsel Dikabarkan Tertunggak

MAKASSAR, INIKATA.co.id – Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi tenaga pendidik (Tendik) SMA/SMK di lingkup Dinas Pendidikan Provinsi Sulsel, dikabarkan belum dibayarkan atau tertunggak. Kondisi ini sudah berlangsung kurang lebih tiga bulan terakhir.

Hal ini disampaikan salah satu ASN di internal Dinas Pendidikan Provinsi Sulsel. Padahal menurut dia, di organisasi perangkat daerah (OPD) lainnya TPP sudah lunas terbayar.

Baca juga:

Rekapitulasi Suara Tingkat Provinsi Digelar 3 Maret, KPU Sulsel Harap Rekapitulasi Tingkat Kabupaten/Kota Dirampungkan

“Tidak jelas apa penyebabnya padahal OPD lain sudah cairmi Januari – Februari,” kata sumber yang meminta namanya dirahasiakan, Rabu (17/4/2024).

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Sulsel, Iqbal Andi Nadjamuddin, saat dikonfirmasi mengaku belum mengetahui persis apakah TPP Pegawai di instansi yang dipimpinnya sudah terbayar atau belum.

Meski begitu, kata dia, kalaupun belum dibayar, hal itu karena ada penyesuaian Pergub kenaikan TPP di tahun 2024.

Baca juga:

27 Kepsek SMA Korban Nonjob Tagih Pemprov Sulsel Minta Jabatannya Dikembalikan

“Kemarin kita kan terlambat karena kemarin ada revisi pergub terkait dengan kenaikan TPP, karena ada kebijakan Pj Gubernur Sulsel itu untuk menaikan TPP-nya,” katanya.

Dia mengatakan, masalah ini hampir sama dengan kenaikan TPP sebelumnya. Sehingga dilakukan penyesuaian kenaikan yang tertuang dalam Pergub.

“Jadi dasarnya kan mengatur ulang ini, tentunya Pergub diulang. Kemarin kan juga begitu makanya belum terbayar itu TPP,” imbuhnya.

Lebih jauh, Iqbal mengaku akan melakukan koordinasi kembali dengan Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Sulsel, guna memastikan keterlambatan pembayaran TPP tenaga pendidik tersebut.

“Cuma nanti saya tanya informasinya ke keuangan supaya lebih jelas lagi. Yang jelas itu kemarin terjadi kelambatan karena ada kenaikan ini TPP tahun 2024 makanya pergub diubah,” ucapnya.

Sedangkan pegawai di luar tenaga pendidik di bawah naungan OPD-nya, kata Iqbal, sudah lunas dibayarkan.

“Kalau diluar guru sudah semua, kalau guru belum kayaknya, sementara di proses ini karena ada kenaikan ini,” ujarnya.

Terpisah Kepala Bidang (Kabid) Akuntansi dan Keuangan BKAD Provinsi Sulsel, Sakura, saat dikonfirmasi belum menggubris hingga berita ini dimuat. (Fadli)