Peran Prabowo di Balik Kesuksesan Pengiriman Bantuan via Airdrop ke Gaza

INIKATA.co.id – Pengamat militer sekaligus Co-Founder Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Khairul Fahmi mengatakan, Indonesia mencetak sejarah dengan mengirimkan paket bantuan langsung ke Gaza, Palestina menggunakan pesawat Hercules milik TNI AU dengan metode Airdrop atau menurunkan bantuan melalui udara bekerja sama dengan Angkatan Udara Yordania (RJAF).

Dilansir dari Jawapos.com, keberhasilan misi kemanusiaan itu tidak lepas dari peran presiden terpilih Prabowo Subianto dengan Raja Yordania Abdullah II yang memiliki hubungan sangat baik sehingga bantuan dari Indonesia bisa dikirim secara langsung ke Palestina.

Baca juga:

Jalur Pendakian Gunung Salak Ditutup Sementara, Imbas Gempa di Sukabumi

“Hubungan personal itu bermanfaat untuk kelancaran tugas pengiriman bantuan, Prabowo sebagai menteri pertahanan antara Prabowo dengan Raja Yordania artinya kalau itu hanya tugas tanpa ada kedekatan yang nyata seperti kita lihat pengiriman langsung melalui airdropping itu mungkin sulit terlaksana,” ujar Fahmi, Selasa (16/4).

“Artinya yang paling mungkin terjadi kalau tanpa hubungan personal yang baik itu Indonesia mungkin hanya mengirim bantuan sampai Yordania dan yang melakukan air dropping ke wilayah Gaza itu dari Yordania. Nah kemarin itu kita diberi kesempatan untuk melakukan operasi airdropping secara langsung dengan armada kita sendiri,” sambungnya.

Fahmi juga menuturkan, Yordania merupakan benang penghubung yang mengungkap satu variabel kunci, yakni Prabowo Subianto. Berdasar fakta bahwa Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel, kelancaran pengiriman bantuan ke Gaza harus diakui merupakan berkah dari hubungan baik dan komunikasi meyakinkan Prabowo dengan Raja Yordania.

Diketahui, hubungan hangat Prabowo dengan Raja Yordania sudah berlangsung puluhan tahun. Keakraban mereka terlihat sangat jelas dari ucapan selamat Raja Yordania atas kemenangan Prabowo di Pilpres 2024.

“Kita cetak sejarah untuk pertama kalinya kita bisa menyampaikan bantuan secara langsung melalui udara, berkat hubungan personal Prabowo dengan Raja Yordania yang merupakan sahabat lama,” ungkapnya.

Lebih lanjut Fahmi juga mengatakan, tidak hanya memberikan bantuan secara logistik, Prabowo yang juga akan dilantik sebagai presiden pada Oktober 2024 terus mendukung kemerdekaan Palestina melalui forum-forum Internasional.

“Sejauh ini kan misi diplomasi misi diplomatik itu tetap bersuara di forum-forum internasional termasuk PBB untuk sifatnya sepenuhnya sesuai dengan apa yang menjadi komitmen pemerintah selama ini mendukung kemerdekaan Palestina,” katanya.

“Jadi kalau soal diplomasi kita tetap berjalan sesuai dengan rencana itu juga memperjuangkan kemerdekaan bangsa-bangsa itu amanat konstitusi,” imbuhnya.

Ia juga memprediksi dukungan Indonesia terhadap Palestina akan semakin menguat setelah Prabowo resmi dilantik menjadi presiden, seperti akan membangun kantor Kedutaan Besar RI di Palestina sebagaimana janjinya saat kampanye.

“Peningkatan itu ya terutama berkaitan dengan penguatan misi diplomatik kemudian pembentukan KBRI segala macam itu kan pasti dilakukan. Artinya yang jelas tidak ada perubahan yang sifatnya menurun dalam konteks komitmen Indonesia terhadap kemerdekaan Palestina, pasti meningkat apalagi Prabowo kan punya riwayat hubungan yang cukup panjang juga dengan Timur Tengah,” tukasnya.

Sebagai informasi, operasi penerjunan logistik diikuti oleh sembilan negara, selain Indonesia ada Mesir, Uni Emirat Arab, Perancis, Jerman, Belanda, Inggris dan Yordania sebagai pemimpin iring-iringan pesawat bantuan.

Kolaborasi antara Indonesia dan Yordania diawali saat Prabowo berbincang dengan Abdullah II via telepon, pada Selasa (12/3). Prabowo saat itu menyampaikan keinginan Jokowi agar Indonesia dapat mengirimkan bantuan langsung ke Gaza.

Kemudian, permintaan tersebut ditindaklanjuti oleh Abdullah II dengan meminta Duta Besar Yordania untuk Indonesia Sudqi Al Omoush bertemu Prabowo di Kementerian Pertahanan, pada Kamis (21/3), dan menyampaikan undangan langsung bagi Indonesia dalam partisipasi operasi peluncuran bantuan kemanusiaan ke Gaza via udara.

“Indonesia mengakui persahabatan abadi dengan Yordania karena kedua negara tetap berkomitmen untuk memupuk perdamaian dunia, khususnya di Timur Tengah, dan meningkatkan kerja sama bilateral untuk kemakmuran dan kesejahteraan bersama,” ujar Prabowo.

Selanjutnya, kerja sama antara TNI AU dengan RJAF pun dijalankan untuk melakukan misi dropping bantuan ke Gaza via udara bersama.

Pengiriman bantuan tersebut berangkat dari Jakarta, Jumat (29/3) yang diangkut lebih dulu ke Yordania, baru kemudian diterjunkan dari atas ketinggian dengan pesawat Super Hercules C-130.

Persahabatan Prabowo dan Abdullah II sudah terjalin lama, sejak Prabowo masih menimba ilmu di Fort Benning, salah satu lembaga pendidikan pasukan khusus militer terbaik di dunia, berlokasi di Amerika Serikat.(Jawapos/Inikata)

Writer: Jawapos